Iklan

Pengikut Dikumpulkan Bersama Pemimpin Mereka di Akhirat Nanti

taqlid3Di akhirat nanti, pengikut itu dikumpulkan bersama pemimpinnya. Seseorang dikumpulkan bersama orang yang dia cintai. Jika dia mengikuti pemimpin yang kafir. Mendukung pemimpin yang kafir. Maka dia dikumpulkan bersama pemimpinnya di neraka. Begitu pula jika mencintai orang yang kafir, apalagi yang memusuhi Islam, dia dikumpulkan bersama orang yang dia cintai di neraka. Jadi hati-hati dalam memilih pemimpin atau idola yang dia cintai. Bukankah Nabi itu adalah Suri Teladan kita?

Sebaliknya jika kita memilih pemimpin yang beriman, adil, amanah, fathonah, siddiq dan tabligh, niscaya kita berkumpul dengan mereka di surga. Jika kita mencintai orang yang beriman apalagi Nabi Muhammad SAW, niscaya kita dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW dan orang2 yang beriman di surga.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hidup di Dunia Hanya Sementara

kuburan2

Hidup di dunia ini sebetulnya sekedar numpang lewat. Paling kita hidup di dunia hanya sekitar 63 tahun saja. Kurang lebih. Setelah itu kita pun meninggal dan masuk ke alam kubur.

Di alam kubur yang gelap dan sempit itu kita menunggu hari kebangkitan. Entah berapa lama. Tapi dari yang zaman Nabi Adam saja tentu sudah ribuan tahun mereka menunggu di alam kubur. Ada interogasi dari malaikat Munkar dan Nakir di situ. Ada siksa kubur bagi kaum yang kafir, kikir, dan nyinyir suka menyebar fitnah. Sementara bagi yang beriman dan beramal saleh kuburan itu merupakan taman surga. Mudah2an begitulah tempat kita nanti. Aamiin.

Baca lebih lanjut

Introspeksi Diri Sebelum Maut Menjemput

Umur Nabi Muhammad 63 tahun. Umur ummat Nabi pun rata2 sekitar itu.
Jadi jika umur kita 48 tahun, berarti jatah hidup sekitar 15 tahun. Itu juga jika Malaikat Maut tidak menjemput kita lebih awal.
Jadi lebih baik kita bermuhasabah. Apakah semua perintah Allah dan RasulNya terutama yang wajib sudah kita kerjakan? Apakah semua larangan Allah dan RasulNya terutama yang Haram sudah kita tinggalkan?
Apakah amal saleh kita cukup banyak dan tidak tercemar oleh riya? Apakah lisan dan tangan kita terjaga dari menyakiti/menzalimi orang lain sehingga kita tidak bangkrut di akhirat?
Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: