14 Pemerkosa dan Pembunuh Gadis 14 Tahun Cuma Dituntut 10 Tahun Penjara?

Yuyun.jpg

Seorang pelajar SMP, Yuyun yang masih berusia 14 tahun diperkosa berulang-kali oleh 14 orang pemuda yang berumur antara 16 sampai 23 tahun hingga tewas. Beberapa orang memperkosa korban sampai 3x. Sebelum memperkosa, mereka pesta minuman keras. Mereka juga rutin menonton video porno.

Anehnya jaksa hanya menuntut hukuman 10 tahun penjara saja. Bagaimana jika anak jaksa ini yang diperkosa bergilir oleh 14 orang dan dibunuh? Apa tetap segitu hukumannya? Hakim juga paling menuntut 5 tahun penjara. Setelah potong tahanan, remisi, segala macam, para pemerkosa dan pembunuh itu paling cuma 3 tahun saja dipenjara. Setelah itu bebas merdeka. Itulah hukum di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Hukuman Mati Menurut Islam

Hukum Pancung

Ada beberapa kelompok yang menginginkan penghapusan hukuman mati dengan alasan hukuman mati tidak manusiawi. Namun mereka lupa bahwa hukuman mati itu hanya dikenakan pada penjahat yang memang sadis seperti memperkosa dan membunuh korbannya. Jika mereka tidak membunuh orang yang tidak berdosa, niscaya tidak akan dijatuhkan hukuman mati.

Jika hukuman mati dihapuskan, maka para pembunuh sadis (dan juga pengacaranya) akan bergembira ria. Mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh orang karena toh hukumannya juga ringan. Toh dipenjara beberapa tahun juga bebas. Akibatnya kejahatan yang sadis seperti pembunuhan, perampokan, perkosaan akan merajalela. Toh hukumannya sangat ringan.

Baca lebih lanjut

Komnas HAM: Hukuman Mati Tak Sesuai Perintah Allah?

Komnas HAM dan Hukuman Mati

Jika Komnas HAM desak pemerintah hapus Hukuman Mati dengan alasan Hak Hidup itu Kurnia Tuhan, berarti Komnas HAM ini tidak membaca dan mengimani Al Qur’an.
Justru karena Allah menghargai hidup itulah maka Allah memerintahkan manusia untuk menghukum mati para pembunuh sadis yang membunuh nyawa manusia yang tidak bersalah.
AS saja yang katanya menghargai HAM kadang2 masih melakukan Hukuman Mati. Komnas HAM ini tinggal di planet mana ya?
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh…” [Al Baqarah 178]

Baca lebih lanjut

Korban Perkosaan Emon Jadi 140 Anak!

 Emon Pemerkosa

Korban perkosaan yang dilakukan oleh Andri Sobari alias Emon (24 tahun) jadi 55 anak. Bahkan kemungkinan terus bertambah hingga 100 anak. Bahkan dikabarkan seorang anak yang jadi korbannya meninggal setelah mengeluh sakit di anusnya.
“Ada 3 orang korban, yang pertama disodomi Emon 7 kali dan hasil visum darah terus mengucur dari anus. Korban kedua 5 kali mengalami perubahan tekstur pada anusnya, dan yang terakhir 3 kali mengalami buang air sakit dan berdarah,” pungkas Hari.

Mengingat korbannya mengalami luka fisik bahkan ada yang meninggal karena korbannya anak2 kecil, seharusnya Emon jangan cuma dituduh dengan pasal perkosaan saja. Tapi juga dengan penganiayaan dan pembunuhan. Hukuman juga jangan cuma penjara. Sebab penjara penuh dan terbatas. Biaya untuk 1 Napi yang dipenjara untuk makan, tempat tinggal, dan gaji sipirnya paling tidak Rp 10 juta/tahun. Jadi kalau 10 tahun, bisa Rp 100 juta. Pertimbangkan juga hukuman mati, hukum cambuk, dan kebiri. Singapura saja memakai hukum cambuk.
Meski para korban sudah mengatakan Emon pelakunya dan Emon juga mengaku, namun polisi dan sebagian Media Massa amat menghargai Hak Asasi Emon sehingga banyak yang menyamarkan namanya jadi AS saja. Polisi juga menutupi muka Emon sehingga orang tidak tahu bagaimana wajahnya.
Ini berarti saat bebas, mereka bisa leluasa memperkosa korbannya lagi karena wajah si pemerkosa tidak dikenal masyarakat.

Baca lebih lanjut

Cara Nabi Menghukum Pezina

Silahkan baca hadits2 ini. Saat ada wanita yg mengaku berzina, Nabi tidak langsung merajamnya. Nabi menyuruhnya pulang dan kembali setelah melahirkan. Saat wanita tsb kembali kepada Nabi setelah melahirkan, Nabi tidak merajamnya. Namun menyuruh pulang dan kembali setelah menyusui anaknya.
Pada hadits lain, saat seseorang mengaku berzina, Nabi memalingkan mukanya. Hingga orang tsb mengulang pengakuannya berzina sampai 4x, Nabi tetap memalingkan mukanya. Kemudian ada hadits yg menunjukkan bahwa suami yg menuduh istrinya berzina itu harus bisa mendatangkan saksi yg adil. Jika tidak, si penuduh tsb dicambuk.

Baca lebih lanjut

6 Anak Usia 11-12 Tahun Pesta Seks dan Memperkosa Bocah Perempuan Balita di Palembang!

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’ 32]

Laptop dan HP canggih serta video game bisa jadi sarana penyebaran video porno di kalangan anak2. Begitu pula DVD/VCD porno yang banyak dijual di pasar-pasar. Acara-acara Sinetron di TV Swasta seperti Indosiar, RCTI, SCTV, MNC, dan sebagainya juga banyak berisi pendidikan “Pacaran” dan Perzinahan. Acara-acara dewasa macam itu masuk dengan bebas ke rumah kita dan bisa ditonton oleh anak-anak kita jika kita tidak waspada menyensornya.

Warung-warung internet yang merebak serta rental game online yang bisa dinikmati anak-anak kecil hingga kalangan bawah juga bisa jadi penyebaran pornografi. Jadi patut disayangkan juga jika ada pihak tertentu yang menentang kebijakan antipornografi yang dicanangkan Menkominfo. Satu perang terhadap kemaksiatan harus didukung siapa pun pelakunya.

Padahal sifat meniru anak2 sangat besar sehingga ada anak SD yg meniru adegan sex dgn teman perempuannya sehingga anak SD tsb tidak perawan lagi. Memprihatinkan juga jika upaya sensor Pornografi oleh Menkominfo bukannya didukung malah diserang berbagai kalangan.

Tindakan Uda (12 tahun) yang memperkosa Yig dan Nib (bocah perempuan berusia di bawah 5 tahun) tidak bisa dimaafkan hanya dengan alasan masih anak-anak.

Baca lebih lanjut

Qishash – Hukuman Mati untuk Pembunuh

Dalam Islam, kejahatan dan pembunuh tidak disiarkan sehingga mereka tidak jadi selebritis atau dipuja sampai menyanyi di TV. Ini bisa jadi inspirasi bagi calon penjahat lainnya untuk melakukan kejahatan. Siapa tahu dengan berbuat kejahatan, mereka justru bisa terkenal dan muncul di TV serta mendapat simpati dari masyarakat.

Sebaliknya Islam menganjurkan agar hukuman pancung kepala dilakukan di depan umum agar banyak orang takut untuk membunuh. “dalam qishash ada jaminan hidup bagimu, hai orang yang berakal, agar kamu bertakwa.” [Al Baqarah 179]

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: