Iklan

Hidup di Dunia Hanya Sementara

kuburan2

Hidup di dunia ini sebetulnya sekedar numpang lewat. Paling kita hidup di dunia hanya sekitar 63 tahun saja. Kurang lebih. Setelah itu kita pun meninggal dan masuk ke alam kubur.

Di alam kubur yang gelap dan sempit itu kita menunggu hari kebangkitan. Entah berapa lama. Tapi dari yang zaman Nabi Adam saja tentu sudah ribuan tahun mereka menunggu di alam kubur. Ada interogasi dari malaikat Munkar dan Nakir di situ. Ada siksa kubur bagi kaum yang kafir, kikir, dan nyinyir suka menyebar fitnah. Sementara bagi yang beriman dan beramal saleh kuburan itu merupakan taman surga. Mudah2an begitulah tempat kita nanti. Aamiin.

Di padang Mahsyar pun kita gelisah menanti keputusan Allah. Kita berharap mendapat syafa’at Nabi Muhammad untuk meringankan nasib kita di sana.

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Nabi Saw lalu bersabda: “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)

Setiap yang bernyawa, termasuk manusia pasti akan merasakan mati. Dan kepada Allah-lah mereka akan kembali:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” [Al ’Ankabuut:57]

Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” [As Sajdah:11-12]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/06/15/jadikan-mati-sebagai-penasehat/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: