Iklan

Ada Bid’ah Hasanah dan Ada Bid’ah Dlolalah

Tulisan Al Qur'an Mushaf Usmani

Tulisan Al Qur’an Mushaf Usmani di Musium Topkapi, Turki

Ada Bid’ah Hasanah dan Ada Bid’ah Dlolalah
Sholat Tarawih berjama’ah di masjid, Maulid Nabi yg diisi dgn berbagai sunnah Nabi seperti silaturrahmi, baca Al Qur’an, Zikir, Doa, memberi makan orang miskin, Tahlilan, dsb itu adalah Bid’ah Hasanah.

Sebaliknya ngatain orang yang Maulidan dan Tahlilan sebagai bid’ah, sesat, dsb ini adalah Bid’ah Dlolalah. Ada tidak hadits Nabi bahwa Nabi pernah melarang itu dan mengatai orang yang Maulidan dan Tahlilan sbg sesat?

Baca lebih lanjut

Iklan

Sunnah-sunnah Nabi di dalam Bid’ah Hasanah

Selain ada hadits Kullu Bid’ah Dlolalah, ada juga hadits yang menyatakan Khalifah Umar mengatakan “NI’MAL BID’AH HADZIHI” di depan para sahabat Nabi lainnya. Sebaik-baik Bid’ah adalah ini! Kata Khalifah Umar yang merupakan seorang sahabat yang disebut Nabi masuk surga. Dan Umar ini adalah pemimpin ummat Islam. Orang yang cerdas. Faqih. Jadi Bid’ah Hasanah itu ada.

Bid’ah itu sesat jika terjadi pada ibadah mahdloh yang sudah ditentukan rukun, waktu segala macam seperti sholat misalnya. Jika kita tambah sholat jadi 6 waktu atau sholat Isya jadi 5 roka’at, itu baru bid’ah. Tapi untuk ibadah ghoiro mahdloh seperti zikir, doa, dsb itu bebas. Kita boleh zikir sambil duduk, berdiri, atau berbaring. Begitu juga doa. Doa pun bebas pakai bahasa apa saja. Isinya juga terserah kita. Yang penting sesuai syariah Islam misalnya tidak mendoakan untuk kejelekan seseorang kecuali jika kita dizalimi.

Baca lebih lanjut

Bid’ah Hasanah dan Pencaci Ahli Bid’ah yang Sesat

Bidah Hasanah

Bid’ah Hasanah dan Pencaci Ahli Bid’ah
Dari Hadits Nabi saja kita sudah tahu ada Bid’ah Hasanah. Hadits Nabi terbagi 3: Qowli (Perkataan Nabi), Fi’li (Perbuatan Nabi), dan Taqrir . Nah taqrir ini adalah Bid’ah Hasanah. Nabi tidak pernah melakukannya. Jadi menurut versi mereka ini Bid’ah. Tapi saat sahabat melakukan itu, Nabi tidak melarang dan mencela mereka sebagai Ahli Bid’ah yang sesat.

Karena tak paham Bid’ah Hasanah, mereka akhirnya jadi tukang laknat dan pencaci Muslim. Jadi dosa. Mereka melaknat Muslim yang melakukan Bid’ah Hasanah sebagai Ahli Bid’ah yang sesat. Akhirnya label sesat berbalik pada mereka.

Baca lebih lanjut

Bid’ah Hasanah itu Ada!

6 Tahap Ajaran Wahabiأَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Salafi Wahabi menterjemahkan hadits di atas secara kaku. Menurut mereka semua bid’ah itu pasti sesat dan semua yang sesat masuk neraka.

Padahal baik sahabat mau pun ulama Salaf seperti Imam Syafi’ie menyatakan ada Bid’ah Hasanah. Bid’ah yang baik. 

Contohnya saat mengumpulkan orang2 untuk sholat Tarawih berjama’ah di masjid, dengan lantang Khalifah Umar bin Khoththob ra berkata: Inilah sebaik-baik bid’ah. Begitu pula saat membukukan Al Qur’an, Khalifah Abu Bakar ra bersama Umar bin Khoththob ra sepakat itu adalah bid’ah yang baik. Jadi keliru sekali jika Salafi Wahabi menganggap semua bid’ah itu buruk dan masuk neraka. Berarti pemahaman mereka tidak sesuai dengan pemahaman para sahabat dan ulama Salaf yang asli.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: