Iklan

Contoh Sanad Hadits Shahih Bukhari

SanadHadits.jpg

Ini adalah contoh Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadits ini terdiri dari 2 unsur: Sanad (Jalur orang yang meriwayatkan) dan Matan (Isi). Karena Nabi wafat tahun 11 Hijriyah di kota Madinah, sementara Imam Bukhari lahir di kota Bukhara tahun 194 Hijriyah, tak mungkin Imam Bukhari mendengar langsung dari Nabi. Beliau mendengarkannya dari berbagai perawi dari berbagai zaman dari era sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, dst.

“Qutaibah bin Sa’id telah menyampaikan hadits pada kami. Abd al-Wahab memberitakan pada kami. Dia berkata: Saya mendengar yahya bin Sa’id yang mengatakan: Muhammad bin ibrahim telah memberitahu bahwa ia mendengar Alqamah bin Waqas al-Laytsi berkata: Aku mendengar Umar bin al-Khathab berkata: Saya dengar rasul SAW bersabda: Sesungguhnya amal itu dengan niyat. Sesungguhnya bagi setiap orang tergantung pada yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya pada Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya untuk kepentingan dunia, atau yang hijrahnya karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang harapkannya.” [HR Bukhari]

Di hadits di atas rantai jalur hadits adalah:
1. Nabi Muhammad SAW > 2. Umar bin Khoththob ra > 3. Al Qomah bin Waqas Al Laytsi > 4. Muhammad bin Ibrahim > 5. Yahya bin Sa’id > 6. Abdul Wahab > 7. Qutaybah bin Sa’id > 8. Imam Bukhari.

Nah Imam Bukhari meneliti sekali terutama para perawi di rantai ke 3-7 apakah mereka benar2 telah bertemu dan benar2 bisa dipercaya. Jika tidak bisa dipercaya atau pelupa, tidak beliau ambil haditsnya. Jika bisa dipercaya dan memang pernah bertemu dengan perawi sebelumnya, baru beliau kumpulkan untuk dimasukkan ke kitab Hadits Shahih beliau.

Penelitian para Perawi ini begitu teliti sekali sehingga timbul ilmu baru: Rijalul Hadits yang berisi biografi perawi hadits dan status apakah mereka bisa dipercaya atau pembohong.

Ada 600.000 hadits yang dikumpulkan oleh Imam Bukhari. Cuma 7.275 hadits yang dbeliau masukkan ke kitab Hadits Shahih Bukhari.

Jadi beda sekali dengan orang2 sekarang yang main like dan sebar saja satu kabar meski kabar tsb tidak ada nama penulisnya atau nama sumbernya. Walhasil, berita hoax / bohong pun bertebaran.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: