Iklan

Rendah Hati dan Tidak Sombong Kepada Sesama Manusia

Habib Ali Al Jifry

Azazil (Iblis) dulu juga rajin beribadah. Karena sombong dan merasa lebih baik daripada Adam, dia dilaknat Allah dan diusir dari surga.

Arti Ibadah adalah penghambaan. Menganggap dirinya ‘Abid, hamba atau budak Allah. Artinya harus rendah hati sebagaimana budak. Bukan cuma rendah hati terhadap Allah. Tapi juga rendah hati terhadap sesama makhlukNya. Rendah hati terhadap sesama manusia. Tawadlu.

Iblis yang ribuan tahun menyembah Allah itu rendah hati terhadap Allah. Namun Iblis gagal rendah hati terhadap sesama makhluk Allah. Iblis tidak bisa merendahkan dirinya terhadap Adam. Iblis tidak mau sujud kepada Adam. Iblis merasa lebih baik daripada Adam. Ana khoiru min hu! Aku lebih baik daripada dia! Begitu kata Iblis sebelum dikutuk oleh Allah SWT.

Rendah hati terhadap Allah itu biasa. Sebab Allah memang Maha Besar. Maha Agung. Maha Pencipta. Sementara kita cuma makhluk yang hina. Tapi bisa rendah hati terhadap sesama manusia itu baru luar biasa. Hendaknya kisah Iblis yang sombong yang tidak mau sujud terhadap Nabi Adam jadi pelajaran bagi kita.

“Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa.” [Al Hujuraat 3]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat 11]

Jadi rendah hatilah terhadap sesama manusia. Apalagi terhadap ulama. Jangan suka merendahkan manusia apalagi ulama. Hormati ulama dan orang yang lebih tua.

Berusaha jadi Ghuroba boleh. Tapi jangan sekali2 kita sombong merasa jadi Ghuroba / Orang Asing yang benar sendiri sementara orang lain salah.

“…Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [An Najm 32]

”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

Baca selengkapnya di: http://syiarislam.blogspot.com/2015/06/rendah-hati-dan-tidak-sombong-kepada.html

Khaleel Huzami shared Pecinta Habib Ali Al-Jufri’s photo.

BAGAIMANA CARA MEMANDANG PELAKU MAKSIAT (MUTIARA TASAWUF HABIB ALI ALJIFRY)

Habib Ali Al Jifri Menjelaskan :

kenapa kamu melihat dirimu lebih baik dari pada orang lain ?coba pikirkan ???sambil tersenyum Habib Ali Al-Jifri mengatakan : Sebab ketaatanmu ???? hmmm..Berhati-hatilah…..!!!! ayyuhal murid (orang yang hendak menuju kepada Allah)jangan kau melihat orang yang berdosa ataupun orang yang melakukan maksiat dengan pandangan penghinaanini adalah pandangan yang sangat membahayakan dan pandangan seperti ini adalah dilarang (haram) karena akan memberikan kesan/bekas dalam hati ,akan mendholimi hati dan pandangan semacam ini MENYEBABKAN HATI MENJADI GELAP….!!!

Habib Ali Al Jifri Bercerita : terdapat abid (ahli ibadah) dimasa bani israil yaitu orang yang telah beribadah selama 500 tahun dan ia hanya beribadah saja dan dia tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah sama sekali .

abid (ahli ibadah) bani isroil melihat seorang fasik dari bani isroil yang tidak pernah taat kepada Allah Azza Wajalla, jadi keduanya sangat berseberangan .ketika keduanya melihat satu sama lain mereka saling berpaling. apa sebabnya ?abid (ahli ibadah) ini berpaling sebab keangkuhanya terhadap pelaku maksiat itu (fasik), dia (abid) mengira bahwa Allah tidak akan mengampuni dosanya selama lamanya, dia melihat bahwa dirinya lebih baik dari pada fasik karena ibadahnya (abid),

Sambil menyelingi Habib Ali Al Jifri Menjelaskan : makna ibadah yang sebenarnya adalah ibadah yang akan menambahkan rasa “rendah hati” dan selalu merasa kekurangan.

Abid (ahli Ibadah) ini bangga sekali dengan Amal Ibadahnya.

Namun orang yang bermaksiat itu (Fasiq) juga berpaling dari Abid,tapi sebab apa ?karena dia malu kepada Allah Azza Wajalla ,ketika dia berpaling dari abid itu dia berkata :” ASTAGFIRULLOH SIAPAKAH AKU INI,HINGGA BERTEMU DENGAN ORANG YANG BAIK DAN AHLI IBADAH SEDANGKAN AKU INI HANYALAH ORANG FASIK”

Adalah Abid ini termasuk golongan bani isroil yang memiliki karomah (kemuliaan) karena ibadahnya yang bagus,maka diantara karomahnya adalah ketika dia berjalan maka awan senantiasa menangunginya (Ngiyupi..jowo red), apabila datang mentari dipagi hari maka datang-lah awan menangunginya .

maka ketika dia (abid) bertemu dengan fasik tadi, kemudian dia berpaling dari fasik karena takabur.

Habib Ali Al-jifry menerangakan : fokus pada cerita ini adalah tentang “pandangan” , pandangan kepada orang fasik itu adalah pandangan “sombong” dan pandangan fasik kepada abid adalah pandangan karena rasa “malu” .

ketika mereka berpisah, awan yang berada diatas abid menaungi tiba tiba meninggalkanya dan mengikuti si fasik lalu menaunginya terus setelah itu .

apakah sebabnya ????

karena dia (abid) memandang dengan pandangan penghinaan

MAKA TIDAK DIBENARKAN BAGIMU UNTUK MENGHINA SESEORANG…!!!!HINAKAN-LAH MAKSIAT TAPI JANGAN KAU MENGHINA PELAKU MAKSIAT…!!!HINAKA-LAH KUFUR TAPI JANGAN KAU MENGHINA ORANG KAFIR…!!!

karena dzat yang dihinakan pada kafir itu adalah hakikat kekufurannya, apakah hakikat kekufuran itu ?yaitu orang yang mati dalam keadaan KUFUR TETAPI SELAGI DIA HIDUP MAKA DIA TIDAK BOLEH DIHINA..KARENA SESUNGGUHNYA KITA TIDAK MENGETAHUI BAGAIMANA DIA AKAN MATI .

MAKA KITA TIDAK DIBENARKAN MENGHINA SESEORANG-PUN DARI MAKHLUK ALLAH

ada 3 jenis bentuk pandangan, sehingga kita tidak mendholimi hati ini (maksudnya adalah pandangan yang tidak boleh kita lakukan)

1. Melihat kepada aurot (yakni apa yang diingini nafsu) dengan pandangan Nafsu2. Melihat dunia dengan pandangan pengagungan (Ainu al ta’dhim)3. Melihat makhluk Allah dengan pandangan penghinaan (Ainu Al tahqir)

3 pandangan ini mudah mudahan kita dijauhkan dari padanya , kita berlidung dari 3 perkara ini dengan pandangan yang akan memberikan pancaran pada hati ini, sedangkan pandangan yang dapat memberikan pancaran pada hati ini adalah :1. pandangan yang dibenarkan Allah Azza Wajalla untuk dilihat dengan pandangan tafakkur (Ainu Al tafakkur)2. pandangan kepada orang tua ,kepada ulama ,kepada saudara saudara muslim dengan pandangan kasih sayang / cinta “Ainu Almahabbah”3. pandangan kepada pelaku maksiat dengan pandangan belas kasihan (Ainu Al syafaqoh)4. pandangan kepada orang yang taat dengan pandangan memuliakan (Ainu Al-ijlal)

Allahuma soli ala sayidina muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

silahkan tag dan share —

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: