Iklan

Orang yang Bageut atau Ngeyel

Orang yang bageut / ngeyel:

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” [Al Baqarah 6-7]

“Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” [Yaasiin 10]


Yang enak yang begini:

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” [Yaasiin 11]

AL-AHMAQ atau Ahmaq saja artinya orang dungu. Tapi tidak dungu biasa, melainkan kedunguan ganda, yang menurut Nabi Isa Al-Masih tidak akan dapat diobati.

Dari Ali ibn Musa al-Ridla, bersabda Isa al-Masih : “Sungguh aku telah mengobati orang-orang yang sakit, dan aku sembuhkan mereka dengan izin Allah; juga aku sembuhkan orang buta dan orang berpenyakit lepra dengan izin Allah; juga aku obati orang-orang mati dan aku hidupkan kembali mereka dengan izin Allah; kemudian aku obati orang dungu namun aku tidak mampu menyembuhkanmnya!”. Maka beliau pun ditanya, “Wahai ruh Allah, siapa orang dungu itu?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang kagum kepada pendapatnya sendiri dan dirinya sendiri, yang memandang semua keunggulan ada padanya dan tidak melihat beban (cacat) baginya; yang memastikan semua kebenaran untuk dirinya sendiri. Itulah orang-orang dungu yang tidak ada jalan untuk mengobatinya.”

Menurut kaum sufi manusia terbagi menjadi empat jenis:
Pertama, “laa yadri wa yadri annahu laa yadri“; yaitu orang yang tidak tahu, dan tahu bahwa ia tidak tahu. Inilah orang bodoh sederhana (jahil basith) yang mudah diobati, yaitu dengan pengajaran dan pendidikan.
Kedua, “yadri wa laa yadri annahu yadri“; yakni orang yang tahu, namun dia tidak tahu bahwa dia tahu. Kaum sufi mengibaratkan orang semacam ini adalah orang yang tertidur. Maka ia harus dibangunkan dan disadarkan akan kelebihannya yang bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain.
Ketiga, “yadri wa yadri annahu yadri“; yaitu orang yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu. Orang ini tergolong kaum bijaksana (al-Hukama’), yang harus diikuti dan dimintai pendapat dan wawasannya.
Keempat, “laa yadri wa laa yadri annahu laa yadri“; yaitu orang yang tidak tahu, dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Orang macam inilah yang disebut “bodoh kuadrat”, karena selain bodoh juga tidak tahu akan kebodohannya sendiri. Kita bisa bayangkan betapa sulitnya mengobati kebodohan orang seperti itu. Pangkal penyakitnya ialah tidak tahu diri.

(Artikel dinukil dari Pintu-Pintu Menuju Tuhan by Nurcholish Madjid, h. 66-67)
https://limalaras.wordpress.com/2010/06/16/472/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: