Iklan

WAHABI FITNAH DAN BUNUH SYEKH AL BUTHI – Bls: Fw: [assunnah] Kehinaan Ulama Aswaja Abad Ini Muhammad Sa’id Romadhoon Al-Buuthy

Catatan: Menurut Adab Islam, saat seorang meninggal, tidak boleh kita mengucapkan kecuali yang baik2 saja. Apalagi jika yang meninggal itu Ulama. Dibunuh pula.
Jadi kalau ada “Ustad” Wahabi Firanda yg menulis atau tepatnya memfitnah Ulama yg baru meninggal seperti Syekh Al Buthi, itu menyimpang dari Islam. Firanda… Firanda… Gampang ya sekarang dapat gelar Ustad?

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai pada balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Riwayat Bukhari.

Tirmidzi juga meriwayatkan hadits serupa dari al-Mughirah Radliyallaahu ‘anhu dengan tambahan: “Karena dengan begitu kamu menyakiti orang-orang yang masih hidup.”

WAHABI FITNAH DAN BUNUH SYEKH AL BUTHI – Bls: Fw: [assunnah] Kehinaan Ulama Aswaja Abad Ini Muhammad Sa’id Romadhoon Al-Buuthy

Inilah Bukti Wahhabi adalah Khawarij pembunuh Syekh Al Buthi.
Mereka begitu benci pada Al Buthi sehingga menistanya dengan lisan dan tulisan.
Bahkan merekalah yang membunuh Syeik Al Buthi begitu memegang senjata.
Tulisan Wahabi di milis Wahabi ini merupakan bukti nyata bahwa Wahabi adalah Khawarij yang membunuh sesama Muslim.

Wahabi ini senang memfitnah ummat Islam dan Ulama tanpa Tabayyun. Tatkala dikritik, mereka malah marah2. Eh jangan fitnah. Tabayyun dulu.

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Apa yang dilakukan oleh Wahabi sebenarnya jauh dari ajaran Islam. Melanggar Al Qur’an dan Hadits karena semua larangan Allah seperti jangan Su’u Zhon, jangan mengolok2 sesama Muslim, jangan mengkafirkan Muslim, jangan membunuh Muslim, itu semua mereka langgar.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)

Termasuk perbuatan mencaci muslim di antaranya adalah menyakiti, mencela, mengadu domba serta senang menyebarkan gosip yang tidak benar, mencemarkan nama baik sehingga bisa merusak keluhuran martabat saudaranya, dan membuka rahasia pribadi yang tidak patut diketahui orang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. AlAhzab:58)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 11-12]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/02/07/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama-muslim/

Mudah2an Wahabi yang membunuh Syeikh Al Buthi mendapat laknat dari Allah dunia dan akhirat.
Syeikh Al Buthi insya Allah mati syahid. Ada pun si Wahabi pembunuh insya Allah masuk neraka.

SYEKH AL BUTHI DIBUNUH. BUKAN MEMBUNUH. Insya Allh pembunuhnya masuk neraka sesuai hadits Nabi:
Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

Pelakunya adalah Pemberontak Wahabi yang memang memfitnah Syeikh Al Buthy sebagai sekutu Assad yang mereka tuding sebagai kafir. Jika mereka sudah memfitnah Al Buthy dengan lisan mereka, apa yang menghalangi mereka untuk membunuh Syeikh Al Buthy beserta 42 Muslim lainnya di Masjid di Suriah?
Dan Bom Bunuh Diri yang disebut Wahabi sebagai Bom Istisyhad tsb sudah jadi “CIri Khas” Wahabi dalam melakukan berbagai pemboman di Indonesia, di masjid2 Syi’ah, serta berbagai rumah/kantor pejabat tinggi di Suriah seperti Menhan Suriah. Pelakunya itu MUJAHAT yang masuk NERAKA. Bukan Mujahid!
Kenapa Pemberontak Wahabi yang membunuh Syeikh Al Buthy?
Karena Syeikh Al Buthy mendukung Assad sebagaimana yang dituduh pemberontak Wahabi dan menolak pemberontak.
Tidak mungkin Assad mendukung Syeikh Al Buthy yang merupakan pendukungnya.
Dan Wahabi setelah memfitnah Syeikh Al Buthy sebagai pendukung Assad yang mereka anggap kafir tentu akan mengkafirkan Syeikh Al Buthy dan membunuhnya.
Di Indonesia tokoh Wahabi, Yazid Jawaz juga memfitnah ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Habib Rizieq SYihab sebagai Syi’ah Rafidhoh. Padahal menurut Wahabi Syi’ah Rafidhoh itu kafir dan halal untuk dibunuh. Karena Wahabi di Indonesia masih kecil dan lemah saja mereka tidak berani membunuh Habib Rizieq. Tapi kalau mereka sudah kuat dan dipersenjatai AS dan Israel yang jadi sekutunya, bisa jadi itu akan mereka lakukan.
https://kabarislam.wordpress.com/2013/03/22/pemberontak-wahabi-yg-dibantu-yahudi-dan-nasrani-as-dan-israel-bunuh-syeikh-al-buthi/

— Pada Sab, 23/3/13, Zaini Manaf <zaini.manaf@yahoo.com> menulis:

Dari: Zaini Manaf <zaini.manaf@yahoo.com>
Judul: Fw: [assunnah] Kehinaan Ulama Aswaja Abad Ini Muhammad Sa’id Romadhoon Al-Buuthy
Kepada: “nizaminz@yahoo.com” <nizaminz@yahoo.com>
Tanggal: Sabtu, 23 Maret, 2013, 4:36 AM

—– Forwarded Message —–
From: Waryanto AbuZulfa <aboezoelfa@yahoo.co.id>
To: assunnah Qatar <assunnah-qatar@yahoogroups.com>
Sent: Friday, March 22, 2013 10:52 AM
Subject: [assunnah] Kehinaan Ulama Aswaja Abad Ini Muhammad Sa’id Romadhoon Al-Buuthy

KEHINAAN ULAMA ASWAJA ABAD INI MUHAMMAD SA’ID ROMADHOON AL-BUUTHY

(Hakekat Al-Buthy telah diungkap oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah sejak puluhan tahun yang lalu)

Ulama sufi yang bermadzhab asy’ari ini –yang telah mencapai usia sangat tua lebih dari 80 tahun- memang sangat terkenal membenci kaum Ahlus Sunnah yang disebut sebagai wahabiyah.

Hal ini tidak lain kecuali karena kaum wahabiyah memerangi kesyirikan yang diserukan oleh Al-Buthy, seperti bolehnya beristighotsah kepada para wali yang telah meninggal dunia. (lihat di http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=67327, dan http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=24726)

Bahkan ia nekat berdusta untuk menjatuhkan kaum yang dituduh sebagai wahabiyah…

Kedustaan beliau inipun diikuti oleh para pecintanya di tanah air kita Indonesia. Terlalu banyak orang sufi yang menuduh kaum wahabi sebagai khawarij dan pemberontak…suka mengkafirkan…, antek-antek penjajah…dan lain sebagainya.

Ternyata sang Mufti Suria ini membela Basyaar Asad habis-habisan…, bahkan mengajak untuk berjihad bersama Basyar Asad….

Sungguh kehinaan…kehinaan..dan kehinaan…

Berikut khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Al-Buthy pada tanggal 15 Februari 2013 lalu
Diantaranya ia berkata :
رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في الحديث الصحيح : “الجهاد واجب عليكم خلف كل أمير يرا كان أو فاجرا وإن هو عمل الكبائر”. وأناس من أبناء جلدتنا يزعمون أنهم مسلمون يعرضون عن كلام رسول الله هذا ويجاهدون هؤلاء الأمراء ضد كلام رسول الله.

يجاهدون ضد هؤلاء الأمراء، بدلاً أن يجاهدون مع هؤلاء الأمراء. رسول الله يقول : الجهاد واجب خلف كل أمير براً كان أو فاجراً وإن هو عمل الكبائر”. إذًا فعَمَلُ الكبائر لا يكفر
“Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih, “Jihad wajib atas kalian di belakang seluruh pemimpin yang baik maupun penguasa yang buruk, meskipun sang penguasa melakukan dosa-dosa besar”

Dan ada sebagian orang dari suku kita –mereka menyangka bahwa mereka adalah muslimun- mereka berpaling dari sabda Nabi ini dan mereka berjihad melawan para pemimpin tersebut. Seharusnya mereka berjihad bersama para penguasa tersebut akan tetapi mereka malah memerangi para penguasa tersebut. Padahal Rasulullah bersabda, “Jihad adalah wajib dibelakang (dipimpin) oleh seluruh penguasa, yang baik maupun yang fajir, meskipun sang penguasa melakukan dosa-dosa besar”. Dengan demikian melakukan dosa-dosa besar tidak menyebabkan kafirnya pelakunya….”

(http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=mm9-wlJ0WQg#), silahkan lihat http://www.syrrevnews.com/archives/52283

Sungguh kehinaan dan kehinaan meliputi sang tokoh ulama Aswaja ini…

Ia meragukan keislaman para pejuang….

Ia malah membela sang presiden Basyar Al-Asad sang penguasa tokoh syi’ah ekstrim nusyairiyah, yang dinyatakan oleh Al-Buuthy meskipun telah melakukan dosa-dosa besar maka wajib untuk berjihad bersamanya.

Maka sungguh tidak mengherankan jika kita mendapati sebagian kaum aswaja di Indo membela-bela syi’ah mati-matian…ternyata ulama mereka juga demikian ???

Para aswaja ekstrim sangat mencintai dan mengelu-elukan ulama Suria yang satu ini.

Akan tetapi Alhamdulillah…masih banyak kaum aswaja yang sadar akan bahaya syi’iah…

Syaikh Al-Albani semenjak sekitar 40 tahun yang lalu telah membongkar hakekat Al-Buuthy yang sering berdusta. Diantara perkataan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah adalah :
فإن كل من يتتبع ما يكتبه الدكتور البوطي في كتبه و رسائله ويتحدث به في خطبه و مجالسه يجده لا يفتأ يتهجم فيها على السلفيين عامة، و علي من دونـهم خاصة، و يشهر بـهم بين العامة و الغوغاء، و يرميهم بالجهل و الضلال، و بالتبله و الجنون، و يلقبهم بـ (السلفيين) و (السخفيين)!! و ليس هذا فقط، بل هو يحاول أن يثير الحكام ضدهم برميه إياهم بأنـهم عملاء للاستعمار. إلى غير ذلك من الأكاذيب و الترهات التي سجلها عليه الأستاذ محمد عيد عباسي في كتابه القيم ((بدعة التعصب المذهبي)) (ص 274 – 300) وغيرها، داعماً ذلك بذكر الكتاب والصفحة التي جاءت فيها هذه الأكاذيب.

“Sesungguhnya siapa saja yang meneliti apa yang ditulis oleh Doktor Al-Buuthy dalam kitab-kitabnya, risalah-risalahnya, dan apa yang disampaikannya dalam khutbah-khutbahnya dan majelis-majelisnya maka ia akan mendapati bahwa Al-Buthy selalu menyerang salafiyin secara umaum, dan juga selain mereka secara khusus. Beliau menyebarkan kejelekan-kejelekan mereka di publik dan masyarakat.

Dia menuduh salafiyin bodoh, sesat, dungu, dan gila. Ia memberi gelar salafiyin (para pengikut salaf) dengan gelar sakhofiyin (orang-orang yang tidak waras). Bukan hanya ini saja, bahkan Al-Buthy berusaha memprovokasi penguasa Suria (yaitu ayahnya Basyaar Al-Asad yang juga beragama syi’ah nushairiyah-pen) untuk memusuhi salafiyin, yaitu dengan memberi tuduhan bahwasanya salafiyin adalah para pengekor kaum penjajah. Dan demikian pula kedusataan-kedusataan dan kebatilan-kebatilan yang telah dicatat oleh Al-Ustadz Muhammad ‘Ied Al-‘Abbasi dalam kitabnya yang bagus “Bid’ah at-Ta’asshub al-Madzhabiy/bid’ahnya fanatik madzhab” (silahkan download kitabnya di http://dc112.4shared.com/download/K93mKM9N/taasob.rar?tsid=20130304-092022-be4ad428, pen), dari halaman 174 hingga hal 300, demikian juga halaman-halaman yang lain, disertai dengan nama kitab dan halaman yang mencantumkan kedustaan-kedustaan tersebut.

Diantara kedustaan al-Buuthy adalah perkataannya, setelah ia memberi gelaran kepada salafiyin dengan gelar wahabiyah, “Telah sesat kaum yang hati-hati mereka tidak merasakan kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jadilah mereka mengingkari tawassul dengan dzat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafat beliau”. (di kitabnya “Fiqh As-Siiroh” hal 354, cetakan ketiga).
ومن طاماته وافتراءاته قوله في ((فقه السيرة)) (ص 354 – الطبعة الثالثة) بعد أن نبزهم بلقب الوهابية: ((ضل أقوام لم تشعر أفئدتـهم بمحبة رسول الله صلى الله عليه و سلم و راحوا يستنكرون التوسل بذاته صلى الله عليه و سلم بعد وفاته)). و هذا كأنه اجترار من الدكتور لفرية ذلك المتعصب الجائر: ((إن هؤلاء الوهابيين تتقزز نفوسهم أو تشمئز حينما يذكر اسم محمد صلى الله عليه و سلم))(3).و الدكتور حين يلفظ هذه الفرية يتذكر أن الواقع – الذي هو على علم به – يكذبـها فإن السلفيين و أمثالهم بفضل الله تعالى – من بين المسلمين جميعاً – شعارهم اتباعهم للنبي صلى الله عليه وسلم وحده دون سواه؛ و هو الدليل القاطع على حبهم الخالص له الذي لازمه حبهم لله عز و جل، كما قال: {قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ}. و لعلم الدكتور بـهذا الفضل الإلهي على السلفيين حمله حقده عليهم أن يحاول إبطال دلالة الآية المذكورة على ما سلف
Seakan-akan ini adalah kepanjangan dari kedustaan si tukang fanatik yang dzolim yang berkata, “Sesungguhnya mereka kaum wahabiah jiwa mereka muak dan jijik tatkala disebutkan nama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Dan sang Doktor (yaitu Al-Buuthy) tatkala mengucapkan kedustaan ini ia ingat bahwasanya kenyataan yang ada –yang ia juga mengetahuinya- telah mendustakan kedustaan ini, karena salafiyin dan yang semisal dengan mereka dengan karunia Allah jadilah mereka –diantara seluruh kaum muslimin- bahwasanya syi’ar mereka adalah mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja dan tidak mengikuti selainnya. Ini adalah dalil yang tegas dan jelas akan kecintaan mereka terhadap Nabi yang merupakan kelaziman dari kecintaan mereka kepada Allah Azza wa Jalla, sebagaimana dalam firmanNya :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ

“Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (yaitu Nabi-pen) maka niscaya Allah akan mencintai kalian”

Mungkin karena Doktor Al-Buuthy mengetahui karunia Allah kepada salafiyin inilah yang menjadikan beliau dengki kepada salafiyin, sehingga mencoba untuk membatalkan penunjukkan ayat di atas pada apa yang telah kami jelaskan…(Lihat muqoddimah kitab Syaikh Al-Albani yang berjudul : دفاع عن الحديث النبوي والسيرة , beliau menulis muqoddimah ini pada tahun 1397 H)

Diantara bentuk kesesatan Doktor Muhammad Sa’id Romadhon Al-Buuthy adalah :

Pertama : Pengagungannya terhadap tokoh syi’ah roofidhoh Hasan Nashrullah, Al-Buuthy berkata :

“Aku berangan-angan kalau aku senilai salah satu jari Hasan Nashrullah di hadapan Allah” (silahkan lihat di https://www.youtube.com/watch?v=oXGMXgDs7s8)

Padahal Hasan Nasrullah telah membunuh rakyat Suria dengan jari-jarinya…

Kedua : Pengagungannya terhadap ayah Basyar yaitu Hafiz Al-Asad, yang telah membunuh 40 ribu muslim. Bahkan Al-Buthy menyolatkan mayat Hafiz Al-Asad dan menangis akan kepergian Hafiz al-Asad. Sehingga tidak mengherankan jika Al-Buuthy memuji Hafiz Al-Asad dengan pujian setinggi langit. (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=5SFJon6TANg)

Ketiga : Al-Buthy juga menuduh para pejuang Suria ditunggangi oleh yahudi?? (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=V5y1p78Zh5M)

Keempat : Al-Buuthy menuduh bahwa mayoritas para pejuang Suria tidak sholat (https://www.youtube.com/watch?v=NN9keO9QdVE )

Keempat : Al-Buthy mendoakan Basyaar al-Asad agar Allah menolongnya (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=HiX6KV1Iakc)

Kelima : Al-Buuthy memuji pasukan Basyaar al-Asad setinggi langit, dan ia merasa malu hanya duduk di rumah tidak ikut berperang membantu pasukan Basyar al-Asad. Bahkan ia hampir menyamakan pasukan Basyaar dengan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=8rqW_vaOCXk)

Masih terlalu banyak kesesatan DR Muhammad Said Romadhon al-Buthy, akan tetapi cukup inilah yang bisa saya paparkan, agar para pembaca sekalian faham tentang hakekat dari ulama Aswaja ini, yang sering dijadikan dalil oleh kaum aswaja Indonesia untuk mencela Syaikh Al-Albani rahimahullah.

Bahkan sebagian orang menyatakan bahwa kesesatan Al-Buthy ini adalah buah dari doa Syaikh Al-Albani yang dizolimi oleh Al-Buthy. Diriwayatkan bahwasanya Syaikh Al-Albani pernah berdoa sekitar 45 tahun yang lalu dengan doanya yang ia tujukan kepada Al-Buuthy setelah Al-Buthy menuduh beliau dengan tuduhan-tuduhan dusta.

أسأل الله أن يطيل عمرك وأن يفضح سريرتك

“Aku mohon kepada Allah agar Allah memanjangkan umurmu (wahai Al-Buuthy) dan Allah membongkar rahasia keburukanmu”

(silahkan lihat http://www.youtube.com/watch?v=LJG7mkFuiPY), jika riwayat ini benar, maka kesesatan yang dinampakan oleh Al-Buthy saat ini bisa jadi merupakan bentuk terkabulkannya doa Syaikh Al-Albani rahimahullah, yang telah mengetahui bahwa Al-Buuthy adalah seorang yang suka berdusta.

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 23-04-1434 H / 05 Maret 2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
http://www.firanda.com

Wariyanto Abu Zulfa

Iklan

6 Tanggapan

  1. Mari kita bertobat dan berdoa serta mengembalikan kepada Allah SWT. Jangan mau di adu domba. For Unity of Moslem..

  2. betapa sempit pola pikir pengikut sekte wahabi

  3. TASIKMALAYA TOLAK PAHAM WAHABI CS…

  4. wahabi dan syi’ah ibarat kotoran ayam di belah dua……..ane tetap pilih ahlussunnah wal jamaah,,,mazhab imam syafi’i r.a,,,aqidah asy’ariyah……….biar maknyosss 😀

  5. kebencian mereka pada aswaja sangat terbukti. klo kalah ber dialog mereka akan menyerang dari luar dan buat fitnah. hingga dia berani mengkafirkan ulama aswaja.

  6. kebencian mereka sangat terbukti jika dia kalah berdialog mereka akan menyerang dari luar dan berani memfitnah bahkan berani membunuh,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: