Tentang iklan-iklan ini

NU dan Muhammadiyyah Dukung Pilkada Tidak Langsung

NU dan Muhammadiyyah dukung Pilkada tidak langsung dgn pertimbangan mudharatnya lebih kecil daripada langsung:
PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungannya terhadap rencana pemilihan daerah yang dilakukan oleh DPRD, bukan pilihan langsung oleh masyarakat karena mudharatnya atau kerugiannya lebih besar.

“Sesuai dengan hasil musyawarah nasional dan konferensi besar NU di Cirebon kami mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah oleh DPRD,” katanya kepada NU Online, Rabu (10/9).

Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

Instruksi Gubernur Ahok No. 67 Tahun 2014 yang Hambat Ummat Islam Berkorban

Instruksi Gubernur No. 67 Tahun 2014

Cara Ahok menghambat ummat Islam berkorban amat halus.
Baca dgn teliti. Caranya halus. Dgn melarang penjualan di trotoar, jalur hijau segala macam, di mana para pedagang hewan kurban jualan? Di Mal? Di situ mereka harus bayar Rp 10-20 juta dulu untuk tempat.Percayalah, pedagang hewan kurban pribumi banyak yang tersingkir karena ini. Harga hewan pun tambah mahal.
Jika anda biasa melihat penjualan hewan kurban 100-200 meter dari rumah anda, sekarang tidak bisa lagi. Anda harus berjalan puluhan km untuk membeli hewan kurban.

Dari segi penjualan saja sudah dipersulit:
1) melarang kegiatan penampungan dan penjualan hewan pada jalur hijau, taman kota, trotoar dan fasilitas umum;
Baca lebih lanjut

Jokowi dan Ahok Larang Ummat Islam Berkurban?

Hewan Kurban
Belum apa2 sudah menghambat orang untuk melakukan ibadah Qurban. Padahal ibadah Qurban ini hukumnya Sunnat Muakkad.
Jika para pedagang dilarang menjual hewan kurban, otomatis masyarakat kesulitan membeli hewan untuk Kurban. Baru kali ini terjadi hal seperti ini.
Apa Jokowi dan Ahok tidak sadar bahwa program mereka memindahkan pedagang Kaki Lima ke Pasar Blok G Tanah Abang bermasalah hingga sekarang? Apa ingin menambah masalah baru.

Saya pikir awalnya beritanya bohong. Tapi di Kompas ternyata dimuat juga:

Pedagang Hewan Kurban Tanah Abang Kesal dengan Aturan Jokowi

Baca lebih lanjut

Jangan Tuduh Ummat Islam Syirik / Musyrik

Wahabi Syirik

Yakin orang yg ziarah kubur itu menyembah mayat? Bukan mendoakan si mayat? Biasanya orang yg menuduh Muslim sbg Syirik itulah yg Syirik. Ini dalilnya:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).

Baca lebih lanjut

Tuhan Membusuk di UIN Sunan Ampel Surabaya

Tuhan Membusuk

Ummat Islam itu disunnahkan untuk bertasbih, memuji, dan bertakbir. Mensucikan nama Allah. Membesarkan nama Allah. Ada 99 nama Allah yang baik / Asmaul Husna yang harus kita sebut dalam zikir kita.

Jadi apa pun alasannya, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang memasang spanduk “TUHAN MEMBUSUK” itu justru menjelek2an Allah. Tuhan Membusuk. Besok2 bisa saja bilang Tuhan Bau, Tuhan jelek, dsb. Tidak pantas ummat Islam menjelek2an nama Allah. Apalagi mahasiswa UIN Sunan Ampel yang lulusannya diharap bisa jad ulama dan membimbing ummat Islam.

Tapi jika mahasiswa UIN Sunan Ampel malah menjelek2an Tuhan, apa pantas mereka jadi ulama? Coba jika mereka dikatai: “Kamu Busuk!”. Tersinggung tidak?

Jika memang ada ummat Islam yang salah, ya salahkan ummat Islam yang salah. Jangan menjelek2an Allah. Misalnya jangan pakai agama untuk menipu rakyat, dsb.

Usut Kasus Ospek Bertema “Tuhan Membusuk”, Polisi Periksa Sekjen FPI Jatim

Baca lebih lanjut

Makam Wali = Berhala?

makam wali berhala

Sejak kapan orang ziarah ke makam wali itu sama dengan menyembah berhala?

Sepertinya Wahabi ini menyusup ke kurikulum pendidikan.

Bukannya melakukan dakwah Islam malah bikin keributan.

Ziarah itu adalah Sunnah Nabi.

Jika kita menziarahi makam para Wali yang berjasa mengIslamkan nenek moyang kita, itu wajar. Mengikuti Sunnah Nabi.

Apa para Wahabi ingin menghancurkan makam para wali sebagaimana mereka sudah menghancurkan makam2 para wali di Libya, Iraq, Suriah, dsb?

Baca lebih lanjut

4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Al Ahzab 21]

Nabi Muhammad memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meniru sifat-sifat Nabi sehingga kita juga jadi orang yang mulia.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 185 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: