Mengapa Harus Bermazhab?

Ulama Salaf

Belajar 1 Mazhab saja, misalnya Mazhab Syafi’ie itu sulit. Paling cuma 10% ilmu Mazhab Syafi’ie yang baru saya kuasai. Nah kalau mau membanding2kan 4 mazhab kemudian memilih “yang terbaik” dari Mazhab tsb untuk tiap masalah yg berbeda (mis: sholat mazhab Syafi’ie, tapi puasa mazhab Maliki, dsb), berarti dia harus belajar 4 Mazhab, kemudian belajar Al Qur’an dan Hadits secara mendalam. Padahal agar bisa jadi mujtahid minimal menguasai 500.000 hadits, kata Imam Hambali.

Makanya tokoh hadits paling ahli saja seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim yang masing2 hanya membukukan kurang dari 10.000 hadits sahih memilih mengikuti mazhab Syafi’ie. Tidak bikin mazhab sendiri apalagi sampai membanding2kan mazhab mana yang terbaik untuk dipakai untuk setiap masalah.
Hendaknya pilih saja mana mazhab yang disukai, kemudian fokus pelajari dan mengamalkan Islam melalui mazhab tersebut.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: