Cium Tangan Ulama/Orang Tua itu Bukan Syirik

Mencium tangan orang2 Saleh seperti Nabi, Ulama, atau pun orang tua kita itu bukanlah Syirik. Begitu pula dengan mencium anak kita. Syirik itu artinya menyembah Tuhan selain Allah:

Dari Shafwan bin ‘Assal r.a., katanya: “Ada seorang Yahudi berkata kepada sahabatnya: “Marilah bersama kami pergi ketempat Nabi Muhammad.” . Keduanya mendatangi Rasulullah s.a.w. lalu menanyakan perihal sembilan ayat-ayat yang terang.” Shafwan seterusnya menguraikan hadits ini sampai ucapannya: “Lalu orang-orang -yakni dua orang Yahudi serta para hadirin yang ada di situ- sama mencium tangan dan kaki beliau s.a.w. dan keduanya berkata: “Kita semua menyaksikan bahwa Anda adalah seorang Nabi.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lain-lainnya dengan isnad-isnad shahih.

Dari Ibnu Umar ra, ia menyebutkan sesuatu cerita yang di dalamnya ia mengatakan: “Lalu kita semua mendekat kepada Nabi s.a.w. kemudian kita mencium tangan beliau itu.” (Riwayat Abu Dawud)

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: