MUI – Diktum Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Tentang Pemilu dan Rokok

Dari situs MUI http://www.mui.or.id

Apa pun putusan para ulama di MUI hendaknya kita hormati. Jangan sampai kita menghina sehingga kita seperti memakan daging bangkai saudara kita sendiri.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]

Baca lebih lanjut

6100 Calon Jemaah Haji Bekasi Terancam Gagal Berangkat Akibat SK Gubernur Jabar

Sekitar 6.100 calon jemaah haji Bekasi terancam gagal berangkat Haji tahun 2008 ini karena adanya SK Gubernur Jabar yang membatasi kuota haji Bekasi jadi hanya 1.900 orang. Padahal yang mendaftar 8.000 orang.

Sebelumnya kuota yang berlaku adalah 37.000 untuk propinsi Jabar. Tidak ada kuota per kota. Oleh karena itu meski di beberapa kota jumlah pendaftar justru di bawah kuota, namun untuk kota Bandung dan kota-kota dekat metropolitan Jabotabek seperti Bogor, Bekasi, dan Depok kuota itu kurang karena masyarakatnya lebih makmur di banding kota2 di Jabar lainnya. Akibatnya beberapa jemaah harus pindah kota meski mereka harus bayar untuk itu.

Baca lebih lanjut

Pemukulan Caleg – Politisi Islam Hendaknya Berakhlak Mulia

Di bawah adalah berbagai berita tentang isyu jual beli kursi Caleg dan pemukulan yang dilakukan Caleg PPP, Djoko Edhi Abdulrahman, terhadap mantan politikus PPP Bahrudin Dahlan. Baharudin menuduh Djoko Edhi menjadi calo kursi caleg di PPP.

Terlepas dari benar-salah berita tersebut, jika benar ada parpol yang memperjual-belikan nomor urut Caleg yang jadi, maka yang jadi ”Wakil Rakyat” adalah para ”Penyuap” yang pada akhirnya bukan membela rakyat, tapi berusaha dengan berbagai cara untuk mengembalikan uang yang telah dia berikan kepada Parpol tersebut.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: