Tak Semua Mengikuti Tradisi Kafir itu Tasyabbuh

Tidak semua mengikuti orang2 kafir itu adalah Tasyabbuh dgn orang2 kafir.

Contohnya Abu Jahal dan Abu Lahab pakai gamis. Kalau kita pakai gamis, apakah kita tasyabbuh dgn mereka?
Kaum Yahudi dan Nasrani memanggil ummatnya untuk beribadah dgn terompet dan bel. Apakah ummat Islam memanggil ummatnya dgn Azan itu artinya Tasyabbuh?
Kaum Kafir Quraisy sya’i di Shafa dan Marwah. Apakah saat ummat Islam melakukan itu artinya Tasyabbuh?
Kaum kafir Quraisy dan Yahudi puasa Asyura, apakah ummat Islam melakukan itu artinya Tasyabbuh?

Baca lebih lanjut

Berjabat Tangan Setelah Sholat itu Bukan Bid’ah Sesat yang Masuk Neraka

Ada lagi orang yg menuding berjabat-tangan usai sholat itu bid’ah, sesat, masuk neraka. Kalau berjabat-tangan itu haram, mungkin mereka benar. Tapi berjabat-tangan itu selain ADAB SOPAN SANTUN juga sunnah Nabi:

Dari Abul Khaththab yaitu Qatadah, katanya: “Saya berkata kepada Anas r.a.: “Adakah cara saling berjabatan tangan itu di kalangan para sahabatnya Rasulullah s.a.w. itu?” Anas menjawab: “Ya, ada.” (Riwayat Bukhari)

Dari Anas r.a., katanya; “Ketika ahli Yaman datang, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang-orang Yaman sudah datang padamu semua dan mereka itulah pertama-tama orang yang datang dengan melakukan berjabatan tangan.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Baca lebih lanjut

Tahlil Tradisi Hindu?

Tahlil: Laa ilaaha illallahu adalah ZIKIR yg paling utama. Itu adalah Syahadah Tauhid. Bagaimana mungkin orang yg mengucapkan itu disebut Musyrik? Apa iya kaum Hindu mengucapkan Tahlil? Kalau betul, ya mereka jadi Muslim.

Dan memang TAHLIL adalah SYIAR ISLAM yg dilakukan Wali Songo. Sehingga Indonesia yg dulu mayoritas Hindu, sekarang bisa jadi Muslim. Kalau tidak pakai Syiar Islam seperti Tahlil, bisa jadi yg menuduh Tahlil itu Musyrik masih beribadah di pura karna moyangnya tetap jadi Hindu sebagaimana orang2 Hindu di Bali.

Mengubah tradisi kafir jadi tradisi Islam sebagai Syiar Islam itu biasa. Contohnya puasa Asyura dan Sya’i: “Orang2 Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah pun melakukannya pada masa jahiliyyah.

Baca lebih lanjut

Jangan Sembarangan Menuduh Bid’ah!

Tidak selalu arti KULLU itu adalah SEMUA atau SELALU. Itu hanya secara umum/garis besar saja.
Contoh:

“… dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…” [Al Anbiyaa’ 30]

Meski di situ disebut dgn memakai kata KULLU yang artinya SEMUA, nyatanya jin diciptakan dari api dan malaikat dari Nur/cahaya. Jadi Kullu di situ bersifat umum saja. Tetap ada perkecualiannya.

Pernyataan kalau tidak terdapat dalam Al Qur’an dan Hadits itu berarti bid’ah, sesat, dan masuk neraka juga keliru. Sebab dalam Islam dikenal IJTIHAD jika sesuatu tak tercantum dalam Al Qur’an dan Hadits.

Baca lebih lanjut

Usholli dan Doa Qunut Subuh Bukan Bid’ah Sesat

Ada kelompok yg membid’ahkan Qunut Subuh sbg Bid’ah sesat sehingga tidak mau sholat/mengaji di masjid yg ada Doa Qunut Subuhnya. Padahal Nabi pernah melakukan Qunut di semua sholat waktu selama 1 bulan. Meski ada hadits yg menyatakan Nabi kemudian berhenti melakukan Qunut, tapi ada juga hadits yg menyatakan Nabi berhenti Qunut kecuali Subuh.

2-3 x saja Nabi melakukan sesuatu, itu sudah termasuk SUNNAH. Jadi keliru ada yg menyebut Qunut Subuh sbg Bid’ah sesat dan menjauhi orang yg melakukan Qunut Subuh. Orang seperti ini, bisa jadi karena tidak mengaji akhirnya baca Al Qur’annya patah2/tidak lancar dan makhroj/tajwidnya tidak benar. Sholatnya juga belum tentu benar.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: