Ciri-ciri Orang yang Masuk Surga

Ciri-ciri Orang yang Masuk Surga
Jika orang dgn ciri2 ini tetap istiqomah hingga akhir hidupnya dan Husnul Khotimah, insya Allah masuk surga. Di antaranya:
1. Beriman dan Beramal Saleh. Melakukan berbagai kebaikan. Baik sekedar senyum atau pun menyingkirkan batu kerikil dari jalan. Lawannya adalah kejahatan seperti menyakiti sesama dgn lisan dan tangannya.

2. Akhlak yang baik. Ini tercermin dari wajahnya yang berseri:

Paling dekat dengan aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)

Baca lebih lanjut

Ilmu: Makin Berisi, Makin Rendah Hati

Ilmu

Ilmu itu jika membuat kita sombong sehingga kita seolah2 merasa lebih baik daripada orang lain, berarti belum bermanfaat. Masih level: Ana khoiru min hu. Bahaya.

Seorang bijak yang tawadlu / rendah hati, jauh lebih baik daripada orang pintar yang sombong.

Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk. Artinya makin berilmu, kita makin rendah hati. Bukan makin pintar, tapi makin sombong. Yang begini, ngeselin namanya.

Baca lebih lanjut

Muhsin: Orang yang Berbuat Kebaikan

“Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Muhsiniin)” [Ali ‘Imron 134]

Ceramah KH Quraish Shihab di MetroTV:
Muhsin itu adalah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita.
Kalau berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, itu masih biasa. Belum Muhsin.

Muhsin itu adalah memberikan hak lebih banyak daripada kewajiban. Misalnya ada orang berhutang 100 kepada anda, Anda berkata kepadanya: Kamu bayar cukup 70 saja. Itulah Muhsin.

Rendah Hati dan Tidak Sombong Kepada Sesama Manusia

Habib Ali Al Jifry

Azazil (Iblis) dulu juga rajin beribadah. Karena sombong dan merasa lebih baik daripada Adam, dia dilaknat Allah dan diusir dari surga.

Arti Ibadah adalah penghambaan. Menganggap dirinya ‘Abid, hamba atau budak Allah. Artinya harus rendah hati sebagaimana budak. Bukan cuma rendah hati terhadap Allah. Tapi juga rendah hati terhadap sesama makhlukNya. Rendah hati terhadap sesama manusia. Tawadlu.

Iblis yang ribuan tahun menyembah Allah itu rendah hati terhadap Allah. Namun Iblis gagal rendah hati terhadap sesama makhluk Allah. Iblis tidak bisa merendahkan dirinya terhadap Adam. Iblis tidak mau sujud kepada Adam. Iblis merasa lebih baik daripada Adam. Ana khoiru min hu! Aku lebih baik daripada dia! Begitu kata Iblis sebelum dikutuk oleh Allah SWT.

Baca lebih lanjut

Sifat Buruk: Pencela, Dengki, dan Kejam

Mudah2an kita semua terhindar dari berbagai sifat tercela. Aamiin..

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,” [Al Humazah 1]

Dari Ibnu Mas’ud r.a: “Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, dan bukan pula yang berlidah kotor.” Hadits hasan dan shahih menurut Tirmidzi.

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”( Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

“dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. [Al Falaq 5]

Baca lebih lanjut

Su’u Zhon dan Fitnah Bukan Ajaran Islam!

Su’u zhon, ghibah, fitnah, tak mau tabayyun, lebih memusuhi muslim yg mereka kafirkan ketimbang Yahudi, itu semua bukan ajaran Islam. Baca saja surat Al Hujuraat.

Cuma mereka merasa paling Islam

Surat Al Hujuraat:

[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Baca lebih lanjut

Membela Kehormatan Saudara Muslim Kita

Kenapa saya keras membela Muslim yang dikafirkan? Karena Muslim itu bersaudara. Selama mereka Ahli Kiblat dan tidak menampakkan kekafiran sebagaimana Ahmadiyah yg mengaku ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan Liberal yg lantang menolak Hukum Allah atau Syi’ah Rafidhoh yang mengkafirkan istri dan sahabat Nabi, atau Salafi Wahabi yang mengkafirkan sesama Muslim maka mereka itu saudara kita. Selama perbedaan masih soal Furu’ / Khilafiyah, itu wajar. Tanya Ulama (Fas-alu Ahli Zikri) dan Tabayyun (Hujuraat 6) itu kuncinya.

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (QS Al-Hujurat [49]: 10).

“Tidak beriman seorang dari kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari Muslim).

Baca lebih lanjut

Agar Amal Tidak Sia-sia…

Tawadhu
Ini adalah hadits yang menghebohkan. Karena menjelaskan hadits ini, KH Quraisy Shihab dicaci kaum Wahabi sbg sesat karena menyatakan Nabi tidak dijamin masuk surga karena AMALNYA. Padahal Nabi Muhammad SAW pasti masuk surga tapi karena RAHMAT ALLAH. Bukan karena AMALNYA (ini menurut hadits di bawah):

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidak ada seseorang yang dimasukkan ke surga oleh amalnya.” Lalu ada yang bertanya: “Tidak pula engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak pula saya, kecuali Tuhanku melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. al-Bukhari [5673, 6463] dan Muslim [2816]).

Jika kita kaji lebih jauh, ternyata benar. Amal saja tidak cukup. Jika yang beramal saja bisa tidak masuk surga, apalagi yang tidak beramal. Coba kita kaji ayat2 Al Qur’an dan Hadits lainnya agar jelas. Jangan tergesa2 berhenti di sini.

Baca lebih lanjut

Jangan Merasa Paling Benar atau Paling Suci

Jangan Merasa Paling Benar atau Paling Suci. Allah melarang kita begitu:

“…Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [An Najm 32]

Mengapa Iblis yang dulu begitu mulia dan rajin bertasbih dan beribadah kepada Allah di surga dengan para malaikat akhirnya diusir Allah dari surga dan dikutuk selama-lamanya? Karena Iblis itu sombong:

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.”Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk.Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” [Shaad 75-78]

Baca lebih lanjut

Sikap Nabi Terhadap Kaum Munafik

Sebagai seorang Nabi yang berhubungan langsung dengan Allah, Nabi tentu tahu apakah seorang itu munafik atau bukan. Allah telah menginformasikan kepada Nabi tentang kemunafikan tokoh munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Bahkan para sahabat seperti Umar bin Khoththob ra pun mengetahui kemunafikan Abdullah bin Ubay. Toh Nabi tidak memerangi atau pun membunuh Abdullah bin Ubay. Khawatirnya ummat lain menganggap ummat Islam suka saling bunuh seperti yang terjadi sekarang ini.

Bahkan saat Abdullah bin Ubay meninggal, Nabi mensholatinya meski dilarang oleh Umar bin Khoththob ra. Meski kemudian Allah menegur Nabi soal itu.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: