Iklan

Dalil Tidak Menempelkan Kaki Saat Sholat

DalilTidakMenempelkanKaki

Dalil tidak menempelkan kaki saat sholat.
Kata KANA itu mufrad (tunggal) orang ke 3 pria. AHADUNA artinya SEORANG DI ANTARA KAMI. Bukan Kullu atau semua. Pada kata bahu dan kaki juga dipakai kata HI yang artinya tunggal. Bukan HIM (Jamak). Masak ada yang menterjemahkan kata HI jadi bahu kami dan kaki kami (jamak)? Bahasa Arabnya dapat berapa?

Ini dari hadits Bukhari nomor 725 dari Anas bin Malik.
Pada hadits lain pakai kata: Roaitu Rojulun yang artinya saya melihat seorang pria menempelkan bahu, dengkul, dan mata kaki pada orang2 di kanan kirinya.
Jadi ada 1 orang yg menempelkan kaki dianggap sunnah.
Masak 5000 sahabat seperti Abu Bakar yang tidak menempelkan kaki dianggap bukan sunnah?
Bagaimana ini?

Harus paham Nahwu dan Shorof agar pemahamannya terhadap hadits benar.

Sholat itu harusnya Khusyuk menyembah Allah. Nabi sekedar menyuruh rapat bahu dgn bahu dan meluruskan shaf dgn tumit. Kalau berlebihan sampai bahu, dengkul, dan mata kaki, akhirnya malah tidak khusyuk ingat Allah sholatnya. Tapi mikirin tempelan kaki.

https://kabarislamia.com/2015/06/09/nabi-tidak-memerintahkan-menempel-kaki-saat-sholat-berjamaah/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: