Iklan

Tarhib Ramadhan 1437 H dan Pengajian Athlas Al Qur’an

Tarhib

Ada 4 Guru yang ceramah di sini, yaitu Prof. KH Ali Yafie, KH Moehammad Zain, KH Dr Mohamad Hidayat MBA, dan Ustad Alpian Syafe’i S.Ag. Ini adalah acara Tarhib Ramadhan 1437 H dan Pengajian Atlas Al Qur’an yang dilanjutkan dengan Silaturrahim Dewan Pembina, Penasehat, Dewan Pengawas & Dewan Pengurus YMA pada hari Sabtu 28 Mei 2016 di Yayasan Majelis Al Washiyyah (YMA)

Pengajian membahas surat Ash Shaaffat 171-182. Dimulai dengan tilawah dan pelajaran Tahsin seperti ayat2 Ghoribah, kemudian tafsir surat tsb.

Tahsin Al Qur’an diajarkan oleh Ustad Alpian meski tidak ada gelar Al Hafidz, sepertinya hafal Al Qur’an soalnya waktu KH Ali Yafie memintanya membaca beberapa ayat yang tidak umum seperti Juz ‘Amma atau Yaasiin, beliau bisa membacanya dgn lancar. Ayat Ghoribah adalah ayat yang cara bacanya beda dengan aturan yang biasa. Orang yang belajar ngaji tanpa guru yang sanadnya sampai ke Nabi, bisa salah membacanya. Dikira cara membacanya biasa saja.

Tarhib2

Misalnya surat Huud ayat 41, kata Majriihaa wa mursaahaa dibacanya “Majreehaa wa murseehaa”. Pada Huud 42 kata “Yaa bunayyarkab ma’anaa” dibaca dengan “Yaa bunayyarkam ma’anaa”. Begitu pula pada Al Hujuraat 11 kata bi’sal ismu dibaca jadi bi’salismu. Paling tidak ada 100 ayat Ghoribah macam itu.

KH Dr Mohamad Hidayat menjelaskan bahwa Surat Ash Shaaffaat ini diambil dari kata tsb yang menggambarkan para malaikat yang baris-berbaris dengan teratur beribadah kepada Allah. Para Malaikat ini ibadahnya konsisten. Yang sujud, sujud terus, yang ruku terus ruku, dsb.

Tarhib3

KH Ali Yafie menjelaskan bahwa ciri iman itu adalah bersih (Annazhofatu minal iiman), malu (Al Hayaa-u minal iiman), dan juga baris berbaris dgn rapi dan teratur.

Sholat itu mendidik kita untuk disiplin, bersih, dan juga teratur dgn berjama’ah. Sholat dgn berbaris / jama’ah itu pahalanya 27 kali lipat dibanding dgn sholat sendiri.

Ash Shaaffaat itu menunjukkan kebersamaan dan keteraturan termasuk di antaranya keluarga dan negara.

KH Moehammad Zain menjelaskan bahwa ummat Islam yang saat merdeka tahun 1945 jumlahnya 95%, sekarang tinggal 75% saja. Ini karena aqidah ummat Islam kian lemah. Untuk itu perlu memperkuat aqidah ummat Islam di antaranya dengan pengajian.

Hadir pula di acara tersebut Brigjen TNI R Gautama Wiranegara dari BNPT selaku Dewan Pembina Yayasan Majelis Al Washiyyah (YMA).

Tarhib4

Acara dilanjutkan dengan Silaturahim antara Dewan Pembina, Penasehat, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus YMA. Saat ini YMA tengah membangun Pesantren Tahfidz Al Qur’an di Kebon Nanas Selatan, Jakarta Timur setinggi 3,5 lantai. Saat ini sudah proses finishing dan sudah menelan biaya Rp 2,8 milyar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: