Iklan

Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah KH Hasyim Asy’ari yang Asli

Kitab Risalah Hasyim Asy'ari

Ini adalah Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah KH Hasyim Asy’ari yang Asli. Wahabi mengatakan bahwa para Ketua NU seperti Gus Dur, KH Hasyim Muzadi, dan KH Said Aqil Siradj yang “bersahabat” dengan Muslim Syi’ah yang lurus sebagai berkhianat terhadap pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.

Sebagai bukti, Wahabi menerbitkan Kitab “Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” susunan KH Hasyim Asy’ari yang sayangnya sudah dirubah / ditahrif oleh Wahabi. Sehingga kata2 Rafidhi (Syi’ah Rafidhoh yang sesat karena menghina sahabat), dirubah oleh Wahabi sebagai Syi’i (Semua Syi’ah) sebagai sesat. Jadi Syi’ah yang lurus yang tidak menghina sahabat pun dianggap sesat oleh Wahabi.

Tokoh panutan Wahabi,  Ibnu Taimiyyah menulis dalam “Majmu’ Fatawa” (13/36) bahwa Rafidhah pasti Syi’ah, sedangkan Syi’ah belum tentu Rafidhah. Jadi harus dibedakan antara Syi’ah dgn Rafidhoh.

Nah sebagian Ustad Muda NU yang ilmu dan wawasannya masih rendah, tertipu oleh Kitab Palsu Wahabi tsb. Sehingga ikut2an menganggap semua Syi’ah sesat. Mereka akhirnya su’u zhon terhadap ulama sepuh NU, termasuk Ketua NU KH Said Aqil Siradj, seolah2 KH Said Aqil ini Syi’ah atau pembela Syi’ah karena tidak menganggap semua Syi’ah itu sesat.

Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

Sama halnya dengan Wahabi, Ulama muda yang masuk NU Garis Lurus ini akhirnya tercemar paham Khawarij yang meragukan keadilan Ulama NU yang sudah sepuh.

Ini adalah hasil scan Kitab “Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah KH Hasyim Asy’ari” yang Asli dari Ustad Ahmad Zarkasih.

Perhatikan yang dikecam oleh KH Hasyim Asy’ari adalah Rafidhoh yang menghina sahabat seperti Abu Bakar dan Umar. Kemudian juga di halaman berikutnya yang dikecam adalah Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi, Ibnu Taimiyyah, Muhammad Abduh, Rasyid Ridho. Ibnul Qoyim, dsb.

Cover Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

NU itu didirikan terutama untuk membendung paham Wahabi. Sebelum NU didirikan, para ulama pendiri NU membentuk Komite Hijaz untuk membela kebebasan bermazhab di Mekkah. Saat itu Kerajaan Najd dengan bantuan zionis Inggris menyerang dan menguasai Kerajaan Hijaz tahun 1925:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Nejd_dan_Hijaz

Aliran Wahabi yang terkenal puritan, berupaya menjaga kemurnian agama dari musyrik dan bid’ah namun secara membabi buta dan melalui kekerasan. Beberapa tempat bersejarah, seperti rumah Nabi Muhammad SAW dan sahabat, termasuk makam Nabi Muhammad pun hendak dibongkar. Umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merasa sangat perihatin kemudian mengirimkan utusan menemui Raja Ibnu Saud. Utusan inilah yang kemudian disebut dengan Komite Hijaz.

Komite Hijaz ini merupakan sebuah panitia kecil yang dipimpin oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Setelah berdiri, Komite Hijaz menemui Raja Ibnu Suud di Hijaz (Saudi Arabia) untuk menyampaikan beberapa permohonan, seperti meminta Hijaz memberikan kebebasan kepada umat Islam di Arab untuk melakukan ibadah sesuai dengan madzhab yang mereka anut. Karena untuk mengirim utusan ini diperlukan adanya organisasi yang formal, maka didirikanlah Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926, yang secara formal mengirimkan delegasi ke Hijaz untuk menemui Raja Ibnu Saud. Adapun lima permohonan yang disampaikan oleh Komite Hijaz, seperti ditulis di situs http://www.nu.or.id tersebut adalah:

  1. Memohon diberlakukan kemerdekaan bermazhab di negeri Hijaz pada salah satu dari mazhab empat, yakni Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Atas dasar kemerdekaan bermazhab tersebut hendaknya dilakukan giliran antara imam-imam shalat Jum’at di Masjidil Haram dan hendaknya tidak dilarang pula masuknya kitab-kitab yang berdasarkan mazhab tersebut di bidang tasawuf, aqidah maupun fikih ke dalam negeri Hijaz, seperti karangan Imam Ghazali, imam Sanusi dan lain-lainnya yang sudaha terkenal kebenarannya.
  2. Memohon untuk tetap diramaikan tempat-tempat bersejarah yang terkenal sebab tempat-tempat tersebut diwaqafkan untuk masjid seperti tempat kelahiran Siti Fatimah dan bangunan Khaezuran dan lain-lainnya berdasarkan firman Allah “Hanyalah orang yang meramaikan Masjid Allah orang-orang yang beriman kepada Allah” dan firman Nya “Dan siapa yang lebih aniaya dari pada orang yang menghalang-halangi orang lain untuk menyebut nama Allah dalam masjidnya dan berusaha untuk merobohkannya.”
  3. Memohon agar disebarluaskan ke seluruh dunia, setiap tahun sebelum datangnya musim haji menganai tarif/ketentuan beaya yang harus diserahkan oleh jamaah haji kepada syaikh dan muthowwif dari mulai Jedah sampai pulang lagi ke Jedah. Dengan demikian orang yang akan menunaikan ibadah haji dapat menyediakan perbekalan yang cukup buat pulang-perginya dan agar supaya mereka tidak dimintai lagi lebih dari ketentuan pemerintah.
  4. Memohon agar semua hukum yang berlaku di negeri Hijaz, ditulis dalam bentuk undang-undang agar tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang tersebut.
  5. Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) memohon balasan surat dari Yang Mulia yang menjelaskan bahwa kedua orang delegasinya benar-benar menyampaikan surat mandatnya dan permohonan-permohonan NU kepada Yang Mulia dan hendaknya surat balasan tersebut diserahkan kepada kedua delegasi tersebut.

Dari situ kita tahu pendirian NU erat kaitannya dengan Paham Wahabi. Berkat kegigihan para kiai yang tergabung dalam Komite Hijaz, aspirasi dari umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah diterima oleh raja Ibnu Saud. Makam Nabi Muhammad yang akan dibongkar pun tidak jadi dihancurkan.

NU dan Komite Hijaz Dalam Missi Penyelamatan Makam Nabi SAW
http://ummatipress.com/nu-dan-komite-hijaz-dalam-missi-penyelamatan-makam-nabi-saw.html

Iklan

2 Tanggapan

  1. minta scan buku kitab ini, bisa di upload di google drive atau dimana gitu.
    bisa ditunjukkan di mana orang wahabi mengubah kitab Kyai hasyim Asyari. (tolong beri rujukan).
    Ustad idrus ramli sendiri menyatakan KH Said Aqil orang syiah. tolong jelaskan!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: