Iklan

Dialog KH Said Aqil Siradj, KH M. Idrus Ramli & Habib Taufiq Assegaf di Ponpes Sidogiri 2016

KH Said Aqil Siradj

Kalau saya lihat sih ulama muda tidak suka ada orang NU yang ke Iran meski hanya 3 orang di zaman KH Hasyim Muzadi. Terus kalau tidak tabayyun begitu, bagaimana mereka tahu Syi’ah itu sesat, Syi’ah menindas Sunni di Iran, dsb? Dari fitnah Wahabi? Mereka cuma pakai emosi. Ayat Tabayyun di surat Al Hujuraat tidak dipakai. Maunya langsung divonis: Semua Syi’ah Sesat. Itu kan malah jadi Khawarij / Takfir namanya.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/08/11/cara-mendapatkan-berita-yang-benar/

Berikut video Dialog KH Said Aqil Siradj, KH M. Idrus Ramli & Habib Taufiq Assegaf – Ponpes Sidogiri 2016
https://www.youtube.com/watch?v=SmyorXUR3fc&feature=youtu.be&app=desktop

Syi’ah Ghulat yang kafir yang menTuhankan Ali dan menganggap Al Qur’an tidak asli itu ada.
Syi’ah Rafidhoh yang sesat karena menghina istri dan sahabat Nabi juga ada.

Tapi ada juga Syi’ah Mu’tadil yang tidak menTuhankan Ali dan juga tidak menghina istri dan sahabat Nabi yang lurus. Mereka yakin Allah adalah satu2nya Tuhan dan Muhammad adalah Rasul dan Nabi terakhir serta kitabnya Al Qur’an yang sama dgn Sunni. Kalau yang ini kita bilang sesat, label sesat itu balik ke kita.

Di Sunni pun aliran sesat model Islam Jama’ah, Gafatar, Ahmadiyah, dsb itu ada. Tapi jangan generalisir / gebyah uyah bahwa semua Sunni sesat karena aliran sesat. Itu tidak benar. Logika / Cara berpikir yang benar penting. Akal itu penting. Ketua NU seperti Gus Dur, KH Hasyim Muzadi, dan KH Said Aqil Siradj punya akal yang baik yang tidak dimiliki ulama muda yang takfir dan ‘ashobiyyah.

Ada 552 ulama dari 84 negara yang menanda-tangani Risalah Amman (www.ammanmessage.com) yang menyatakan Syi’ah itu (Ja’fari dan Zaidi) tidak sesat di antaranya Syekh Al Azhar Tontowi, Ali Jum’ah, dan Ahmad Thayib. Dari Indonesia KH Hasyim Muzadi, KH Din Syamsuddin, Hj Tutty Alawiyah, dsb. Dari Yaman Habib Ali AL Jifry dan Habib Umar bin Hafidz. Dan banyak ulama dunia lainnya. Kalau mereka bilang Syi’ah tidak sesat, dan kita ngotot Syi’ah itu sesat, ya keliru. Apalagi Gus Dur, KH Hasyim Muzadi, dan juga KH Said Aqil Siradj juga beranggapan ada Syi’ah yg lurus. Kesesatan seperti menghina istri dan sahabat Nabi tegas kita nyatakan sesat. Tapi kalau yang tidak menghina juga kita bilang sesat ya kelewatan.

Informasi begini, pasti ulama muda yang jam terbangnya masih rendah dan menganggap SEMUA Syi’ah sesat (karna menghina istri dan sahabat Nabi) belum pada tahu:

Ahmadinejad: Siapa Menghina Sahabat Rasulullah Sekutu Musuh Islam
Presiden Ahmadinejad menandaskan, “Dari tribun ini saya tegaskan bahwa barang siapa di mana pun ia berada menghina sahabat Rasulullah saw, maka ia bukanlah seorang muslim dan tidak bergerak di atas jalan Islam. Ia tidak lebih hanyalah kaki tangan dan alat mainan musuh-musuh asing.”
http://www.ipabionline.com/2013/02/ahmadinejad-siapa-menghina-sahabat.html#ixzz2PpyAj3AN

Khamenei: Haram Menghina Istri Nabi dan Simbol Ahlusunah
http://syiahali.wordpress.com/2011/09/07/fatwa-para-ulama-larangan-mencaci-para-sahabat/

Fatwa Para Ulama Syi’ah Larangan Mencaci Para Sahabat
http://www.shia-explained.com/my/archives/2364

Sunni dan Syi’ah itu bagian dari Islam. Jika Sunni harus bermusuhan dgn Syi’ah, bagaimana bisa kita mewujudkan Ukhuwah Islamiyah? Bukankah Ustad Idrus protes kenapa Ukhuwah Islamiyah tidak diakui? Bukankah kerjasama dgn Syi’ah itu satu bentuk Ukhuwah Islamiyah? Kenapa diprotes? Lihat Iran jadi anggota OKI dan jadi tuan rumah OKI tahun 2014 kemarin. Wawasan harus luas agar paham.

Lihat negara2 di mana Islam cuma minoritas seperti Rusia dan Thailand statusnya cuma sbg Pengamat. Bukan anggota OKI:
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Kerja_Sama_Islam

Raja Arab Saudi Abdullah dan Presiden Iran Ahmadinejad:

Dulu bersahabat. Sekarang media massa yg didanai Arab Saudi mempropagandakan Syiah / Iran itu jahat.

Raja Salman saat umur 40-an menari menyambut kedatangan Syah Iran Reza Pahlevi:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: