Iklan

Teroris Berperang di Jalan Allah dan Polisi di Jalan Thoghut?

Perang Thaghut

Tentara Dajjal. Mereka melihat api/neraka seperti air/surga.
Orang yg membunuh manusia disebut berjuang di jalan Allah
Orang yg berjuang melindungi manusia disebut berjuang di jalan Thaghut. Thaghut jidat lu:)

Menurut Al Hafidz Habib Ahmad Al Munawar Lc, namanya perang itu ada adab dan aturannya. Ada tempatnya. Ada Medan Perangnya. Tidak bisa kita membom sekolah, rumah sakit, masjid, atau pun mal. Tapi kita harus perang di Medan Perang khusus sehingga tidak melukai warga sipil yang tidak ikut berperang.

Dalam perang itu kita tahu siapa musuh. Persis seperti orang yang akan berkelahi, kita mengeluarkan tantangan kepada musuh untuk perang di satu tempat. Medan Perang ini ada batasnya. Jika musuh kabur, tidak usah dikejar. Jika musuh menyerah, ditawan dan kemudian dilepaskan jika sudah damai. Itulah cara perang dalam Islam.

Al Hafidz Habib Ahmad Al Munawar Lc

Al Hafidz Habib Ahmad Al Munawar Lc

Tidak bisa diam-diam kita mengebom mal atau menembaki orang-orang tak bersenjata tanpa tahu apakah mereka musuh atau tidak. Sebagian korban justru Muslim. Ini terlihat dari dibacakannya yasin, sholawat, dan juga doa atas mereka. Nerakalah bagi pembunuh orang ini.

Kalau ke Suriah kemungkinan besar masuk neraka karna 90% penduduk Suriah itu muslim. Yakin yg mati dibom orang kafir?

Kalau ke Palestina melawan tentara Israel nah itu baru jihad. Matinya Syahid.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu (atau mengucapkan Tahlil): “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu [dulu juga kafir], lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” [An Nisaa’ 94]

Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)

Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)

Untuk masuk surga itu harus beriman dan beramal saleh. Berbuat baik.
Membunuh manusia itu dosa besar. Sebagian yg dibunuh muslim lagi. Neraka bagi si pembunuh.

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” [Al Maa-idah 32]
Dajjal juga membawa air (surga) dan api (neraka). Apa yang kita lihat sebagai api, ternyata air. Sedang yang kita lihat seperti air, ternyata api:

Dari Buraidah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau semua suka saya beritahu perihal Dajjal, yaitu yang belum pernah diberitahukan oleh seorang Nabipun kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya dan sesungguhnya ia datang dengan sesuatu sebagai perumpamaan syurga dan neraka. Maka yang ia katakan bahwa itu adalah syurga, sebenarnya adalah neraka.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Rib’iy bin Hirasy, katanya: “Saya berangkat dengan Abu Mas’ud al-Anshari ke tempat Hudzaifah al-Yaman ra, lalu Abu Mas’ud berkata kepadanya: “Beritahukanlah kepadaku apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah s.a.w. perihal Dajjal.” Hudzaifah lalu berkata: “Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Dajjal itu keluar dan sesungguhnya beserta Dajjal itu ada air dan api. Adapun yang dilihat oleh para manusia sebagai air, maka sebenarnya itu adalah api yang membakar, sedang apa yang dilihat oleh para manusia sebagai api, maka sebenarnya itu adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menemui Dajjal diantara engkau semua, hendaklah masuk dalam benda yang dilihatnya sebagai api, karena sesungguhnya ini adalah air tawar dan nyaman sekali.” Setelah itu Abu Mas’ud berkata: “Sayapun benar-benar pernah mendengar yang seperti itu.” (Muttafaq ‘alaih)
Ini artinya Dajjal (Zionis Yahudi) ini pintar memutar-balikkan fakta. Ahli Fitnah. Pandai berbohong/berdusta. Sehingga bisa meyakinkan orang-orang banyak bahwa air adalah api dan api adalah air.
Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/05/19/dajjal-sang-penipu/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: