Iklan

Perbedaan itu Sunnatullah

Bhinneka Tunggal Ika

“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” [Al Maa-idah 48]

Perbedaan itu Sunnatullah. Memang dari Allah begitu. Jika Allah menghendaki cuma ada 1 jenis ummat saja, Allah tinggal bilang: “Kun fa yakun”. Jadilah, maka jadilah. Jadi aneh jika ada sekelompok orang berusaha menyatukan ummat agar sepaham, seamal, pokoknya 100% sama dengan kelompok mereka. Padahal paham mereka belum tentu benar. Di antara mereka sendiri juga ternyata berpecah-belah.

Ikuti Al Qur’an dan Hadits niscaya sama. Tidak beda. Katanya. Orang begini pasti pengetahuan Al Qur’an dan Haditsnya masih cetek. Bismillah pada sholat saja di hadits ada yang keras dan ada yang pelan. Isbal saja ada yang masuk neraka, tapi di Bukhari juga ada Nabi mengizinkan Abu Bakar isbal karena beliau tidak sombong. Dsb.

Ada orang yang suka warna biru. Ada juga yang merah. Yang hijau juga ada. Dsb. Tidak bisa kita memaksa semua orang sukanya cuma warna hijau saja. Makanya kita lihat warna cat rumah atau mobil di jalan raya itu berbeda-beda.

Ada yang suka kulitnya putih, ada juga yang coklat. Makanya ada orang bule yang sengaja berjemur di pantai agar kulitnya jadi coklat.

Perbedaan itu Sunnatullah. Sebagaimana ayat di atas, hendaknya kita berlomba-lomba berbuat kebaikan. Bukan kerusakan atau kejahatan. Lisan kita dipenuhi dengan kata2 yang baik. Bukan kata2 kotor atau caci maki serta fitnah. Begitu pula tangan kita.

Sahabat Nabi saja ada yang lembut seperti Abu Bakar ra, ada juga yang keras seperti Umar bin Khoththob ra. Bahkan yang super keras juga ada seperti Khalid bin Walid ra sehingga digelari Syaifullah. Pedang Allah. Na’as bagi satu kaum jika Khalid memerangi mereka. Semua itu saling melengkapi sehingga Islam jadi jaya.

Sesuatu itu jadi indah karena adanya perbedaan. Dunia ini indah karena terdiri dari jutaan warna yang berbeda-beda. Karena keaneka-ragaman warna. Coba andai anda cuma bisa melihat 1 warna saja, misalnya cuma hijau saja atau merah saja. Kira-kira enak tidak?

Bhinneka Tunggal Ika. Meski beda2, tapi satu juga. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Damai itu Indah. Islam itu seakar dengan kata SALAM yang artinya Damai / Keselamatan. Tebarkan Salam / Damai / Keselamatan. Bukan kehancuran.

Bukankah kita harus berdakwah?

Ya harus. Tapi ada caranya. Yaitu dengan cara yang baik. Bukan dengan cara yang buruk sehingga timbul fitnah.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS An-Nahl: 125).

Sehebat-hebatnya kita dakwah, tetap saja akan ada orang yang berbeda agama dan alirannya dengan kita. Nabi saja juga begitu. Saat dilempari penduduk Thaif hingga berdarah-darah dan dihina2 dengan kata2 gila dsb, Nabi justru berdoa agar dari keturunan mereka bisa masuk ke dalam Islam. Bukan justru membunuh mereka. Padahal malaikat sudah menawarkan diri untuk membunuh penduduk Thaif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: