Iklan

Apakah Orang Tua Nabi Muhammad Masuk Neraka?

neraka

Ada sekelompok orang yang bilang orang tua Nabi Muhammad SAW masuk neraka!
Menurut teman2 saya yang ulama, orang tua Nabi itu hidup pada masa kekosongan wahyu. Ahlul Fathrah. Ajaran yang ada sudah menyimpang, sementara Nabi belum muncul.

Menurut ulama jumhur bahwa ahli fatrah itu adalah orang-orang yang selamat (orang-orang yang selamat dari api neraka dan mereka tetap dimasukkan ke dalam surga). Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Isra ayat 15:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولاً۬

Artinya: “Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang Rasul“.

Firman Allah jelas. Bagaimana mungkin Allah menyiksa satu kaum sementara pada kaum tsb belum diutus seorang Rasul? Adilkah Allah menyiksa satu kaum hanya karena ketidak-tahuan mereka?

TIdak mungkin rasanya Nabi mengajarkan kita doa untuk orang tua seperti Robbighfir li wa li walidayya warhamhuma kama robayani shoghiro jika Nabi sendri tidak pernah mengamalkan itu. Akhlaq Nabi Al Qur’an, begitu kata Siti ‘Aisyah ra.

Rafidhoh yang menghina istri dan sahabat Nabi itu sesat. Tapi penghina orang tua Nabi tentu lebih sesat lagi. Siapa yang tidak marah jika ibu dan bapaknya dihina?

Memahami hadits harus hati2. Nabi pasti benar. Namun hadits Nabi yang sampai ke kita itu bukan langsung dari Nabi ke kita. Tapi melewati 6-7 orang perawi yang semua itu bukan Nabi dan punya sifat salah dan lupa. Cuma Nabi yang maksum. Kita harus paham ini. Tidak seperti Al Qur’an, Hadits itu tidak dijamin kebenarannya. Jika isi hadits bertentangan dengan Al Qur’an, berarti hadits tsb salah. Jadi hati2. Ikuti jumhur ulama.

“Saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizaar, tidaklah berpisah manusia menjadi dua kelompok(nasab ) kecuali saya berada di antara yang terbaik dari keduanya .Maka saya lahir dari ayah ibuku dan tidaklah saya terkena ajaran jahiliyah. Dan saya terlahir dari pernikahan (yang sah). Tidaklah saya dilahirkan dari orang yang jahat sejak Adam sampai berakhir pada Ayah dan ibuku. Maka saya adalah pemilik nasab yang terbaik di antara kalian dan sebaik baik nasab (dari pihak) ayah (HR.Baihaqi dlm dalailun Nubuwwah dan Imam Hakim dari Anas RA)Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya J. H.404 dan juga oleh Imam At Thobari dalam Tafsirnya j.11 H.76)
https://mutiarazuhud.wordpress.com/tag/kekosongan-syariat/

Memahami Al Qur’an dan Hadits harus hati2. Jangan cuma sepotong2 atau sekedar terjemah zahir yang dangkal. Tapi harus dengan ilmu seperti balaghoh, mantiq, dsb. Adakah kiasan / majaz di situ? Jika ada hadits yang bertentangan dengan Al Qur’an bagaimana? Itu harus paham agar tidak cuma di kerongkongan dan justru membahayakan kita.

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام
“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

يخرج قوم من أمتي يقرئون القرآن يحسبون لهم وهو عليهم لاتجاوز صلاتهم تراقيهم
“Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.” (HR. Muslim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Coba kita pikir. Jika ada orang misalnya Fulan 1 menghina teman kita. Kemudian ada Fulan 2 menghina orang tua kita. Kita lebih marah kepada siapa? Mana yang paling kita benci?

Jadi jika ada orang yang marah2 seperti orang gila saat sahabat Nabi dihina, tapi dia sendiri justru menghina orang tua Nabi dengan menyebut orang tua Nabi masuk neraka, kita patut pertanyakan akal mereka. Apakah mereka berpikir?

Menghina sahabat Nabi itu sesat. Menghina orang tua Nabi itu lebih sesat lagi.

Apakah setelah menghina orang tua Nabi mereka masih berharap dapat syafa’at Nabi di akhirat nanti?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: