Iklan

Raja Abdullah Undang Ahmadinejad Berhaji ke Mekkah

Raja Abdullah dan Ahmadinejad

Kota Suci Mekkah itu hanya boleh dimasuki ummat Islam. Orang2 kafir dilarang masuk. Saat kita masuk kota Mekkah, mobil kita diperiksa oleh Asykar (Polisi Arab), apa benar yang masuk itu orang Islam? Bukan Non Muslim. Dalilnya Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini …(tahun penaklukan kota Mekkah)” [at Taubah 28]

Makanya sehebat2 presiden AS atau Ratu Inggris, tidak pernah mereka diundang Raja Arab ke Kota Mekkah. Baik untuk rapat atau pun berhaji.

Mudah2an berita ini membuka akal dan pikiran kaum Khawarij / Takfiri yang suka mengkafir2kan orang Islam.

Berita ini sampai ke Indonesia. Apa iya para ulama Arab Saudi itu sedemikian bahlul atau pengecut sehingga mengizinkan Raja Arab Saudi mengizinkan orang Syi’ah (Ahmadinejad) berhaji jika orang Syi’ah ini kafir / Bukan Islam?.

Kadang kebencian yang berlebihan membuat orang jadi tidak adil dan akal pikirannya hilang.

Ini berita dari Eramuslim, Republika, dan Merdeka. Masih tidak percaya?

Pertama Kali Dalam Sejarah, Raja Saudi Undang Presiden Iran Berhaji

“Raja Abdullah, hari ini mengundang Ahmadinejad untuk ikut berhaji di Makkah, ”
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/pertama-kali-dalam-sejarah-raja-saudi-undang-presiden-iran-berhaji.htm

Ahmadinejad Diundang Raja Abdullah ke KTT Makkah
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH – Khadamul Haramain Raja Abdullah telah mengundang Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menghadiri KTT Darurat Islam, di Makkah, pada 14-15 Agustus.
Duta Besar Arab Saudi untuk Iran, Muhammad Al-Kilabi, menyerahkan undangan tersebut kepada Direktur di Kantor Presiden Iran, Rahim Mashani, selama satu pertemuan di Teheran akhir pekan lalu.
Arab Saudi telah meningkatkan persiapan bagi pertemuan puncak itu, yang diserukan oleh Raja Abdullah untuk memperkokoh solidaritas dan persatuan di kalangan negara Islam.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/08/06/m8bm0p-ahmadinejad-diundang-raja-abdullah-ke-ktt-makkah

Raja Abdullah undang Ahmadinejad hadiri pertemuan tingkat tinggi

Merdeka.com – Pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah mengirimkan undangan kepada Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad agar bersedia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Islam pertengahan Agustus ini di Kota Mekkah, seperti dilansir kantor berita resmi SPA, Minggu (5/8).

Undangan buat Ahmadinejad itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Iran Muhammad Al-Kilabi kepada Kepala Kantor Kepresidenan Rahim Masyai dalam sebuah rapat tertutup.

Menurut bocoran, dalam surat itu Raja Abdullah menyeru agar para pemimpin negeri Islam segera mengadakan pertemuan luar biasa. Tujuannya adalah mengikat persatuan di kalangan umat muslim demi menangkal bahaya perpecahan dan penghasutan.

http://www.merdeka.com/dunia/raja-abdullah-undang-ahmadinejad-hadiri-pertemuan-tingkat-tinggi.html

Jika kita bilang Syi’ah bukan Islam atau Syi’ah itu kafir, belum tentu kita dapat pahala atau masuk surga. Bisa2 jika kita salah, malah kita yang jadi kafir dan masuk neraka. Mau?

Apalagi banyak ulama menyebut Syi’ah itu bagian dari Islam dan dilarang mengkafirkannya seperti 552 ulama dari 84 negara yang menandatangani Risalah Amman (Syekh Al Buthi, KH Hasyim Muzadi, KH Din Syamsuddin, dsb):

http://www.ammanmessage.com

RISALAH AMMAN – Ijma Ulama Dianggap Akal2an Syiah oleh Wahabi
https://kabarislamia.com/2013/08/06/risalah-amman-ijma-ulama-dianggap-akal2an-syiah-oleh-wahabi/

Syiah VS Wahabi
http://www.habibrizieq.com/2015/03/syiah-vs-wahabi.html

Video pendapat ulama tentang Syi’ah:
https://www.youtube.com/playlist?list=PLM67YPggjUW2iy2BpzHWAa-Ai91-6Wgg8

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [An Nisaa’ 94]
Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
Rosululloh saw., bersabda:
Barang siapa yang sholat sebagaimana kami sholat, menghadap ke kiblat kami dan memakan sembelihan kami maka ia muslim.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori no. 391.

Keliru sekali jika mengatakan Syi’ah bukan Islam hanya karena rumusan Rukun Iman dan Rukun Islamnya beda. Contoh, Rukun Iman pada Surat Al Baqarah ayat 3-4 cuma beriman pada yang ghaib, kitab, dan akhirat. Apa itu bukan Islam?
Meski rumusan Rukun Iman beda, selama mereka beriman pada 6 Rukun Iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) maka mereka itu Islam. Meski rumusan Rukun Islam beda, selama mereka mengerjakan 5 Rukun Islam (Syahadah, sholat, zakat, puasa, dan haji), mereka itu Islam. Tidak bisa dikafirkan.
https://kabarislamia.com/2012/08/26/beberapa-perbedaan-sunni-dengan-syiah/

Yang menganggap Syi’ah bukan Islam atau kafir adalah:
Abu Jibril, Ustad Bachtiar Nasir, Muhammad Khoththot, Rodja, dsb. Media online yang gencar mempropagandakan Syi’ah bukan Islam adalah Arrahmah, Voa-Islam, Nahi-Munkar, dsb.

Ini resiko mengkafirkan seorang Muslim:

“… Dan melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya”. [HR Bukhari]

“Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya.” [HR Bukhari]

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Ra, bahwa Nabi SAW bersabda:

“Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu. Dalam riwayat lain: Jika seperti apa yang dikatakan. Namun jika tidak, kekafiran itu kembali kepada dirinya sendiri”.[HR Muslim]

Dari Abu Dzarr Ra, Nabi SAW bersabda:

“Barangsiapa memanggil seseorang dengan kafir atau mengatakan kepadanya “hai musuh Allah”, padahal tidak demikian halnya, melainkan panggilan atau perkataannya itu akan kembali kepada dirinya”.[HR Muslim]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/10/26/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim/

Kota Mekkah itu kota suci. Orang kafir dilarang masuk: Orang kafir diharamkan memasuki kota Mekkah.
Allah berfirman dalam surat at Taubah ayat 28 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini …(tahun penaklukan kota Mekkah)”

Imam al Qurthubi berkata : “Diharamkan memberikan keleluasaan kepada orang musyrik untuk masuk tanah Haram. Apabila ia datang, hendaknya imam (penguasa) mengajaknya keluar wilayah tanah Haram untuk mendengarkan apa yang ingin ia sampaikan. Seandainya ia masuk dengan sembunyi-sembunyi dan kemudian mati, maka kuburnya harus dibongkar dan tulang-belulangnya dikeluarkan”.

Ada yang bilang: “Oh baru pertamakali toh Presiden Iran diundang berhaji?”

Ada 2 jawaban:
Pertama Iran baru punya Presiden tahun 1979 setelah Revolusi Islam Iran. Sebelumnya selama ribuan tahun cuma punya Raja. Bukan Presiden. Undangan haji tahun 2007. Setelah 28 tahun punya presiden, Iran diundang berhaji.

Kedua tidak semua presiden diundang berhaji. Orang2 kafir seperti Presiden AS dan Ratu Inggris tidak akan pernah diundang berhaji. Bahkan presiden Gus Dur, Habibi, Megawati, dan SBY juga tidak pernah diundang berhaji. Karena undangan berhaji ini amat selektif. Jadi undangan berhaji kepada Ahmadinejad itu termasuk khusus. Kalau Syi’ah itu kafir, berarti Raja Arab Saudi yang mengundang Ahmadinejad berhaji dan para Ulama Arab Saudi sudah bermaksiat kepada Allah. Durhaka kepada Allah. Pikir!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: