Iklan

Islam Ajaran yang Modern – Tabayyun

Tabayyun

Setelah saya pikir, Islam itu ternyata ajaran yang Modern. Dunia modern ternyata memakai Sistem Islam meski menurut kita tidak.
Contohnya para polisi terhadap orang yang dituduh melakukan kejahatan, itu melakukan Tabayyun (Al Hujuraat 6). Interogasi yang dilakukan polisi terhadap tersangka pelaku kejahatan itu adalah Tabayyun. Benar tidak mereka mencuri? Kemudian dicari bukti2 dan juga saksi yang adil.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat 6]

Tidak ada Prejudice / Buruk Sangka. Yang dipakai adalah Azas Praduga Tidak Bersalah. Sejalankan dengan Surat Al Hujuraat ayat 12:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa…” [Al Hujuraat 12]

Dari situ tersangka diadili dengan seadil-adilnya. Minimal teorinya sejalan dengan ajaran Islam yang memerintahkan kita bertindak adil bahkan terhadap kaum yang kita benci. Jangan sampai kita menzalimi mereka karena kita benci.

“…Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka)…” [Al Maa-idah 2]

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Maa-idah 8]

Dan dalam Islam tidak semua orang bisa jadi Hakim dan memvonis seseorang bersalah atau sesat. Tidak begitu. Seorang Hakim itu dipilih orang yang alim dan adil. Bahkan seorang Hakim yang adil pun menurut Nabi tidak boleh memutuskan perkara dalam keadaan emosi/marah. Harus tenang.

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [An Nisaa’ 65]

Seorang Hakim itu adil. Mendengar keterangan dari semua pihak yang bertikai. Bukan cuma keterangan 1 pihak atau 1 golongan saja:

Bila dua orang yang bersengketa menghadap kamu, janganlah kamu berbicara sampai kamu mendengarkan seluruh keterangan dari orang kedua sebagaimana kamu mendengarkan keterangan dari orang pertama. (HR. Ahmad)

Jadi justru ajaran2 Islam itu secara teori sudah dipakai di negara2 modern termasuk di Indonesia. Meski prakteknya masih tanda tanya.

Justru orang2 yang mengajak kita kembali ke Al Qur’an dan Hadits, tidak mau melakukan firman2 Allah di atas. Tabayyun itu cuma berlaku untuk Syekh2 mereka. Terhadap kaum yang mereka benci, tidak ada itu kata Tabayyun. Kalau kaum yg mereka benci bilang tidak begitu, mereka tuduh Taqiyah. Ini Su’u Zon namanya.

Karena bencinya, akhirnya mereka zalimi kaum tsb. Kehormatannya mereka injak2. Mereka hina2. Jika mampu, mereka bunuh. Jika perlu saat sedang sholat, mereka bom masjidnya.

Jadi Al Qur’an dan Hadits itu cuma di kerongkongan mereka. Tidak mereka amalkan.

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

“Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: