Iklan

Video Abu Jandal ISIS (Pengikut Dajjal / Khawarij) Tantang TNI dan Banser Berperang?

Simon Eliot

Melihat video anggota ISIS, Abu Jandal Al Indonesi, menantang TNI, Polri, dan Banser untuk berperang saya melihatnya seperti pendukung Dajjal / Khawarij yang kerjanya hanya membunuh orang2 Islam tapi membiarkan orang2 kafir selamat. Anda tidak percaya? Saya akan paparkan berbagai dalil Al Qur’an dan Hadits serta fakta-fakta yang ada sebagai berikut.

Lihat saja bagaimana Abu Jandal menantang TNI, Polri, dan Banser yang mayoritas Muslim untuk berperang. Padahal dia tidak pernah menantang tentara Israel yang jelas2 kafir dan zalim untuk perang meski dia sudah ada di Suriah yang berbatasan langsung dengan Israel. Aneh bukan?

Sebetulnya tidak aneh mengingat Bos ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi menemui Zionis AS, John McCain untuk mendapatkan dana dan senjata guna memerangi Bashar Al Assad sehingga ISIS bisa jadi besar seperti sekarang. Namun pada akhirnya yang dibunuh ISIS bukan cuma tentara Suriah. Tapi juga “Mujahidin” Suriah lain seperti Jabhat Al Nusra, FSA, dsb. Jadi yang dibunuh ISIS itu mayoritas Muslim mengingat mayoritas tentara Suriah adalah Muslim Sunni. Begitu pula mayoritas TNI, Polri, dan Banser yang akan dibunuhi satu per satu oleh Abu Jandal itu Muslim Sunni.
Jadi kelakuan Abu Jandal yang menantang akan membunuh Muslim tapi membiarkan tentara Israel yang 100% kafir dan zalim itu sesuai dengan kelakuan Khawarij sebagaimana hadits Nabi berikut:

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Abu Jandal
Ini videonya:

Jadi meski Salim Mubarok at Tamimi (warga Malang) ini mengajak kita menegakkan Syariah Islam, menegakkan Al Qur’an dan Hadits, tapi kelakuannya justru melanggar Syariah Islam. Melanggar Al Qur’an dan Hadits. Dia melakukan bughot, mencaci dan mengkafirkan Muslim. Membunuh Muslim. Membiarkan orang kafir yang zalim seperti tentara Israel, dsb. Kelakuannya bertentangan dengan Al Qur’an.

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

“Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Salim Mubarok ini berasal dari Bani Tamim. Meski sebagian Bani Tamim disebut Nabi sebagai penentang Dajjal yang keras, tapi ada juga yang merupakan Khawarij yang membunuh sesama Muslim:

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari target (hewan buruan). (HR Bukhari 3341).

Foto2 pendiri ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Dikabarkan Al Baghdadi adalah agen Mossad Simon Elliot ada di atas:

http://www.ronpaulforums.com/showthread.php?460091-Photo-Controversy-Engulfs-Sen-John-McCain

Abu Bakar Al Baghdadi dan John McCain

Ummat Islam itu berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir:

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29]

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/

Jelas sikap Abu Jandal yang membunuh sesama Muslim dan membiarkan orang2 kafir zalim seperti tentara Israel berlawanan dengan ayat2 Al Qur’an di atas. Orang awam mungkin bisa tertipu dengan kata2 Salim yang mau menegakkan “Syariat Islam”. Tapi jika kita lihat, perbuatannya malah berlawanan dengan Al Qur’an!

Kelakuan Khalifah ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi yang minta bantuan uang dan senjata kepada Zionis AS, John McCain itu disebut Allah sebagai tanda orang2 munafik.

Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
Menurut 1 hadits yang panjang dari Imam Muslim: Dajjal akan keluar di Khallah, suatu jalanan yang terletak antara Syam (Suriah) dan Irak, lalu membuat kerusakan di bagian sebelah kanannya dan juga membuat kerusakan di bagian sebelah kirinya.

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/05/19/dajjal-sang-penipu/

Hadits tsb sesuai sekali menggambarkan ISIS sebagai pendukung Dajjal yang muncul di antara Syams dan Iraq. ISIS itu artinya negara Syams dan Irak.

Sikapnya yang dengan enteng mencaci Moeldoko sebagai Laknatullah ‘alaihi (Kutukan Allah bagi Moeldoko) ini menggambarkan Salim ini seolah2 merasa dirinya Tuhan. Dengan mudah dia melaknat sesama Muslim.

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

Ada yang dengan dalih mengajak ke sunnah, memurnikan Tauhid, dsb tapi justru mencaci ummat Islam.

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” [Al Humazah 1]

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah” [Al Qalam 10-11]

Ayat Al Qur’an dan hadits di atas sering mereka ucapkan. Namun sering pula mereka langgar sehingga mereka mengumpat dan bersangka buruk terhadap sesama Muslim.

Para anggota dan pendukung ISIS pasti tidak paham dan tidak mengamalkan hadits2 ini:
Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

Hadis riwayat Jarir ra., ia berkata:
Ketika haji wada, Nabi saw. bersabda kepadaku: Suruhlah orang-orang diam. Setelah orang-orang diam, beliau bersabda: Janganlah sesudah kutinggalkan, kalian kembali menjadi orang-orang kafir, di mana sebagian membunuh sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.98)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/02/07/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama-muslim/

Arrahmah pendukung “Mujahidin” ekstrim saja menjerit2 saat “Mujahidin” pujaan mereka disembelih ISIS.

Inna lillah! Keji, ISIS menyembelih Mujahid Jabhah Islamiyah – See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/17/inna-lillah-keji-isis-menyembelih-mujahid-jabhah-islamiyah.html#sthash.xByl5QjN.dpuf

http://kabarislamia.blogspot.com/2014/08/isis-bantai-13-ulama-sunni-di-bulan.html

http://kabarislamia.blogspot.com/2014/08/al-qaidah-isis-adalah-khawarij.html

Jagad dunia maya dihebohkan oleh tayangan seorang pria yang menantang Panglima TNI untuk turun ke medan peperangan di Irak dan Suriah memerangi ISIS. Video tersebut berdurasi 4 menit 01 detik.

Sebuah laman berita jihad menyebutkan bahwa pria berkupluk hitam dengan berbalut jaket loreng adalah Abu Jandal Al Yamani Al Indonesi. Abu Jandal, dalam pernyataanya tersebut menanggapi keinginan Jenderal Moeldoko untuk membangun kerjasama dengan Washington dalam menghadapi kelompok ISIS di kawasan Asia Tenggara.

Jenderal Moeldoko mengatakan kepada The Washington Times bahwa secara personal dirinya meminta Kepala Kerjasama Militer AS Jenderal Martin E Dempsey untuk mengizinkan pejabat tinggi TNI ikut berpartisipasi sebagai peninjau dalam Gugus Tugas anti ISIS di Washington.

“Pesan ini saya tunjukan kepada Moeldoko Panglima TNI, Polri, dan Banser. Kami menunggu kedatangan kalian. Kami telah mendengar bahwa kalian menginginkan untuk membantu pasukan koalisi untuk melenyapkan daulah khilafah,” pernyataan pembuka Abu Jandal, dalam video yang dirilis Rabu (24/12/2014) tersebut.

Dalam pernyataanya tersebut, dia menunggu kedatangan pihak militer Indonesia di negeri yang tengah dirundung konflik, Suriah dan Irak.

“Karena sungguh, apabila kalian tidak mendatangi kami maka kami lah yang akan mendatangi kalian,” tantang pria berperawakan kurus tersebut.


GP Ansor Ungkap Jati Diri Pembuat Video Ancaman ISIS
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengungkap jati diri pembuat video ancaman dari kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditemukan Densus 99/Asmaul Husna pimpinan Syukron Dossi, berdasarkan paspornya.

“Tim Densus 99 itu langsung turun ke Malang dan Pasuruan. Hasilnya, identitas pembuat video terungkap bernama Salim Mubarok sesuai data paspor, yakni kelahiran Pasuruan, 25 Agustus 1972,” kata Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Triwachid di Surabaya, Sabtu.

Dalam rekaman yang diunggah di Youtube pada 24 Desember 2014, seorang pria yang kini teridentifikasi sebagai Salim Mubarok Attamimi mengancam Panglima TNI, Polri, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Rudi memaparkan, rumah Salim Mubarok berada di RT 5 RW 6, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggung, Kota Pasuruan. Rumah itu warisan dari orangtua Salim, namun di memilih pindah ke Malang bersama istri dan anaknya dengan menyewa sebuah rumah di daerah Kedungkandang.

Salim berasal dari keturunan Arab Yaman Bani At Tamimi karena itu dia dikenal dengan nama lengkap “Salim Mubarok Attamimi”. Pada Mei 2014, Salim bersama istri dan lima anaknya, tiga anak kandung, dua anak angkat, berangkat ke Suriah.

Sebelum memboyong istri dan lima anaknya itu, Salim sebenarnya telah bergabung dengan ISIS di Suriah, dan sempat beberapa kali kembali ke Pasuruan dan Malang.

Sebelum ke Suriah dan bergabung bersama ISIS, Salim pernah berada di Yaman bergabung bersama AQAP, sebuah organisasi sayap Alqaeda di Yaman. Saat berada di Yaman itu, Salim diketahui beberapa kali masuk daerah perbatasan Turki – Suriah.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/14/12/28/nh9f2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: