Iklan

Apakah Kita Tidak Perlu Mendoakan Nabi Muhammad?

Ziarah dan Sholat Jenazah

Saya mendengar beberapa orang berkata: “Kita tidak perlu mendoakan Nabi. Nabi kan sudah dijamin Allah masuk surga. Jadi untuk apa lagi kita mendoakan Nabi?”

Pendapat itu keliru. Meski Nabi dijamin Allah masuk surga, namun Nabi tidak sombong seperti itu. Nabi tidak pernah sombong berkata: “Tidak perlu kalian mendoakan saya. Sebab saya sudah dijamin Allah masuk surga”. Tak pernah Nabi berkata seperti itu. Tak pernah Nabi sombong sebab orang yang sombong meski hanya sebesar zarah saja tidak akan masuk surga.

Sebaliknya Nabi tetap rendah hati sehingga beliau istighfar/minta ampun kepada Allah sebanyak 100 kali sehari. Jadi bukan karena mentang-mentang dijamin Allah masuk surga, lantas Nabi sombong tidak mau istighfar atau didoakan orang lain. Justru karena rendah hati itulah maka Allah memasukkan Nabi ke surga. Bukan karena sombong.

Apa bukti kita harus mendoakan Nabi? Coba periksa bacaan Tahiyat anda setiap sholat. Tanpa bacaan ini, sholat anda tidak sah. Maknanya anda harus paham:

Allohumma sholli ‘ala Muhammad – itu adalah doa untuk Nabi yang artinya: Ya Allah berikanlah sholawat/penghargaan kepada Muhammad.

Wa baarik ‘ala Muhammad – Ini juga doa: Ya Allah berkahilah Muhammad.

Nah pahamkah orang yang berkata tidak perlu kita mendoakan Nabi akan bacaan Tahiyat di atas yang selalu kita baca setiap sholat?

Dalil di atas cukup jelas bagi kita untuk mendoakan Nabi meski beliau sudah dijamin masuk surga. Ada lagi dalil2 lainnya seperti doa sesudah azan yang juga berisi doa untuk Nabi Muhammad SAW:

Dari Jabir bin Abdillah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca do’a ketika mendengar azan:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻤَﺔِ ﺁﺕِ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻔَﻀِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﺑْﻌَﺜْﻪُ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻭَﻋَﺪْﺗَﻪُ
“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”
“Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”
Maka ia (yang membacanya) berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari No.614]

Lihat pada hakikatnya Doa sesudah azan itu adalah doa untuk Nabi Muhammad SAW. Kita harus paham ini.

Saat kita mendoakan Nabi dgn sholawat seperti Allohumma Sholli ‘Ala Muhammad, kita juga dapat pahala. Jika tidak mendoakan Nabi, justru rugi. Namun ada kelompok yang tidak paham ini:

Surat Al-Ahzâb ayat 43:
Artinya: “Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang”.

Surah Al-Ahzâb ayat 56:
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.

Sebelum berdoa, kita disunnahkan untuk membaca sholawat Nabi. Artinya kita disunnahkan mendoakan Nabi. Jika Allah dan para Malaikat bersholawat untuk Nabi, mengapa kita sombong tidak mau mendoakan Nabi?

Dari Anas bin Malik Ra, beliau berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

«مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ»

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)-nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak).” (HR An-Nasa’i No. 1297 dan Ahmad, shahih.)

Sabda Nabi SAW:

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang bakhil ialah mereka yang apabila disebut nama-Ku mereka tidak bershalawat.” (HR At Tirmidzi, shahih).

Yang tidak mau baca sholawat Nabi atau mendoakan Nabi bahkan melarang orang lain mendoakan Nabi, bisa jadi mereka tidak akan dapat syafa’at/pertolongan Nabi di hari akhirat Nanti:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ اللهُ النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُونَ لَوْ اسْتَشْفَعْنَا عَلَى رَبِّنَا حَتَّى يُرِيحَنَا مِنْ مَكَانِنَا فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ أَنْتَ الَّذِي خَلَقَكَ اللهُ بِيَدِهِ وَنَفَخَ فِيكَ مِنْ رُوحِهِ وَأَمَرَ الْمَلاَئِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ فَاشْفَعْ لَنَا عِنْدَ رَبِّنَا فَيَقُولُ لَسْتُ هُنَاكُمْ وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ وَيَقُولُ ائْتُوا نُوحًا أَوَّلَ رَسُولٍ بَعَثَهُ اللهُ فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُ لَسْتُ هُنَاكُمْ وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ ائْتُوا إِبْرَاهِيمَ الَّذِي اتَّخَذَهُ اللهُ خَلِيلاً فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُ لَسْتُ هُنَاكُمْ وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ ائْتُوا مُوسَى الَّذِي كَلَّمَهُ اللهُ فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُ لَسْتُ هُنَاكُمْ فَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ ائْتُوا عِيسَى فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُ لَسْتُ هُنَاكُمْ ائْتُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ فَيَأْتُونِي فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فَإِذَا رَأَيْتُهُ وَقَعْتُ سَاجِدًا فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللهُ ثُمَّ يُقَالُ لِي ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ وَقُلْ يُسْمَعْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي فَأَحْمَدُ رَبِّي بِتَحْمِيدٍ يُعَلِّمُنِي ثُمَّ أَشْفَعُ فَيَحُدُّ لِي حَدًّا ثُمَّ أُخْرِجُهُمْ مِنْ النَّارِ وَأُدْخِلُهُمْ الْجَنَّةَ ثُمَّ أَعُودُ فَأَقَعُ سَاجِدًا مِثْلَهُ فِي الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ حَتَّى مَا بَقِيَ فِي النَّارِ إِلاَّ مَنْ حَبَسَهُ الْقُرْآنُ. [رواه البخاري ومسلم].

Artinya: “Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: berkata Rasulullah SAW: Nanti Allah akan mengumpulkan manusia di hari kiamat, lalu mereka berkata, seandainya ada orang yang memohonkan syafaat kepada Tuhan kami untuk kami sehingga kami terbebas dari keadaan kami ini. Lalu mereka datang kepada Nabi Adam, mereka berkata: Engkaulah orang yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya (langsung) dan meniupkan kepada engkau ruh dari-Nya dan memerintahkan malaikat, lalu mereka sujud kepada engkau, maka berilah kami syafaat yang berasal dari Tuhan kami. Adam menjawab: bukan aku yang dapat memberikannya, sambil menyebut kesalahan-kesalahannya. Adam berkata: datanglah kepada Nuh Rasul yang pertama kali diutus Allah. Lalu mereka datang kepada Nuh dan Nuh menjawab: aku bukanlah orang yang dapat memberikannya, sambil menyebut kesalahan-kesalahannya. Datanglah kepada Ibrahim orang yang dijadikan Allah teman-Nya. Lalu mereka datang kepada Ibrahim dan Ibrahim menjawab: aku bukanlah orang yang dapat memberikannya, sambil menyebut kesalahan-kesalahannya. Datanglah kepada Musa orang yang pernah berbicara dengan Allah. Lalu mereka datang kepada Musa dan Musa menjawab: aku bukanlah orang yang dapat memberikannya, sambil menyebut kesalahan-kesalahannya. Datanglah kepada Isa dan Isa menjawab: aku bukanlah orang yang dapat memberikannya, datanglah kepada Muhammad SAW, karena sesungguhnya Muhammad telah diampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang. Mereka pun mendatangiku, maka aku pergi minta izin kepada Tuhanku. Maka ketika aku melihat-Nya aku segera sujud, Ia membiarkanku sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Kemudian dikatakan: Angkatlah kepala engkau, mintalah pasti diberi, katakanlah niscaya akan didengar, mintalah syafaat pasti diberi. Lalu aku mengangkat kepalaku, lalu aku memanjatkan pujian kepada Tuhanku sesuai dengan yang diajarkan kepadaku, kemudian aku diizinkan memberi syafaat kepada orang-orang tertentu. Kemudian aku keluarkan mereka dari neraka dan aku masukkan ke dalam surga. Kemudian aku kembali menyatakan dan bersujud seperti semula, kemudian ketiga dan keempat, sehingga yang tinggal dalam neraka adalah orang yang tidak percaya dan menantang al-Qur’an.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Jangankan tidak mendoakan Nabi. Tidak mendoakan orang tua saja kita bisa celaka. Dan kita harus mencintai Nabi melebihi orang tua kita:

Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2008/03/06/doa-untuk-ibu-bapak-orang-tua/

Jadi saat kita mendoakan Nabi, kita pun dapat pahala. Sebaliknya jika tidak mau mendoakan Nabi, kita akan celaka.

Dari Fadhalah bin ‘Abid: “Rasulullah SAW mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi SAW, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya: “Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” [H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]

Rasulullah saw: “Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat untukku.” [H.R. Tirmidzi dan Hakim]

Mendoakan sesama Muslim termasuk Nabi Muhammad SAW itu adalah sunnah yang baik.

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.” [Shahih Muslim 54]

Salam itu Doa. Para sahabat terhadap Nabi juga mengucapkan Salam. Artinya mereka juga mendoakan Nabi. Bukan karena Nabi sudah dijamin masuk surga akhirnya para sahabat tidak mengucapkan salam/doa kepadaNabi.

Nabi pun minta didoakan para sahabat meski beliau sudah dijamin masuk surga. Nabi tidak sombong:

“Dari shahabat Umar Ibnul Khattab r.a. berkata: saya minta idzin kepada Nabi SAW untuk melakukan ibadah umrah, kemudian Nabi mengidzinkan saya dan Rasulullah SAW bersabda; wahai saudaraku! Jangan kau lupakan kami dalam do’amu; Umar berkata: suatu kalimat yang bagi saya lelah senang dari pada pendapat kekayaan dunia.
Dalam riwayat lain; Rasulullah SAW bersabda: sertakanlah kami dalam do’amu”. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Para Nabi meski maksum/bebas dari dosa, tidak ragu2 bertobat dan berdoa kepada Allah. Karena itu mereka masuk surga.
Sebaliknya orang yang takabbur/sombong yang merasa tidak perlu lagi berdoa/minta ampun kepada Allah karena merasa dijamin masuk surga, justru bisa masuk neraka karena kesombongannya.
Dari Aghar bin Yasar al-Muzani r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Hai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah pengampunan daripadaNya, karena sesungguhnya saya ini bertaubat dalam sehari seratus kali.” (Riwayat Muslim)Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/04/17/bertaubat-dan-mohon-ampun-kepada-allah/
Lihat bagaimana Nabi Adam dan Nabi Yunus saat melakukan kesalahan segera bertobat dan berdoa kepada Allah. Jadi jangan mentang2 Nabi/dijamin masuk surga tidak mau bertobat dan berdoa kepada Allah. Para Nabi tidak seperti itu. Mereka orang2 yang mulia dan tidak sombong:

Doa Nabi Adam:

 رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Robbana zholamna amfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakuunanna minal khoosiriin

“”Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” [Al A’raaf 23]

Doa Nabi Yunus:

 لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” [Al Anbiyaa’ 87]

Karena doanya itulah maka Allah memperkenankan doa Nabi Nuh. Jika tidak mau berdoa, bisa lain persoalannya:

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. ” [Al Anbiyaa’ 88]

Jika tidak mau mengingat Allah dan berdoa, bisa terus di dalam perut ikan hingga hari kiamat:

“Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” [Ash Shaaffaat 142-144]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/04/17/bertaubat-dan-mohon-ampun-kepada-allah/

Dalam belajar Islam, kita harus hati-hati. Jangan sampai mengikuti aliran yang muncul pada akhir zaman. Meski mereka mempelajari dan rajin menyampaikan Al Qur’an dan Hadits, namun mereka tidak memahami dan mengamalkannya sehingga keluar dari Islam:

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka mengajak kita mengamalkan Al Qur’an atau Sunnah, namun justru meninggalkannya seperti tidak mau mendoakan Nabi dan menghalangi ummat Islam mendoakan Nabi dengan cara mengisolir makam Nabi:

يحسنون القيل ويسيئون الفعل يدعون إلى كتاب الله وليسوا منه في شيء

“Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Mengenai perlunya kita mendoakan Nabi saw ,sebelumnya saya punya alasan yang sama dengan tulisan anda diatas dan itu adalah hasil dari merenung bukan dari guru karena saya belum sempat bertanya kepada guru , setelah membaca tulisan anda maka saya menjadi semakin yakin .

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: