Iklan

Introspeksi Diri / Muhasabah

Dalam beragama, sebetulnya kita tidak perlu menuduh orang, misalnya KH Said Aqil Siradj, KH Quraisy Shihab, dr Joserizal Jurnalis sbg Syi’ah. Kenapa? Andai mereka benar Syi’ah, apakah anda masuk surga? Dan jika bukan Syi’ah, bukankah anda berdosa dan masuk neraka? Tidak ada untungnya.

Di dalam kubur dan di akhirat, anda tidak ditanyai apakah orang2 di atas Syi’ah apa bukan. Tapi siapa Tuhan Anda, Apa kitab anda, Siapa Nabi Anda? Kemudian anda nanti ditanya amal perbuatannya mulai dari 5 rukun Islam seperti sholat, puasa, zakat, dsb itu benar atau tidak? Apakah harta anda halal / haram? Apakah tangan dan kaki anda menyakiti orang atau justru bermanfaat. Begitu.

Kita tidak ditanya mengenai dosa orang lain. Itu tanggung jawab masing2:

“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim)” [Al An’aam 52]

Bahkan terhadap kaum yang amat kafir dan ingkar sehingga kita niscaya mereka dilaknat dan akan diazab Allah, kita tak perlu mencaci-maki mereka atau menyembelih mereka jika tidak mau masuk Islam. Tugas kita cuma menasehati dgn baik. Setelah itu lepas tanggung-jawab kita:

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.” [Al A’raaf 164]

Mending kita belajar rukun2 Iman seperti Sifat 20, kemudian bacaan Al Qur’an kita makhroj dan tajwidnya sudah benar atau belum. Jika belum beres, tidak usah jadi hakim para ulama2 besar. Rukun Islam sudah sempurna atau belum. Apakah sholat seperti sujud, ruqu, dan tuma’ninahnya sudah beres? Coba hisab diri anda sebelum anda diperiksa oleh Allah.

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”

Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.” Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”

Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.” Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.

Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).” Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)

http://mediaislamraya.blogspot.com/2008/09/inti-ajaran-islam-iman-islam-dan-ihsan.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: