Iklan

Usai Sholat Nabi dan Sahabat Berzikir dan Berdoa dgn Suara Keras

Kalau sehabis sholat Imam tidak zikir dan doa dgn suara keras bersama2 makmumnya, lama2 sebagian makmum tidak akan hafal zikir dan doa yg benar habis sholat.
Bagaimana bisa para sahabat dan penerusnya bisa menyampaikan ke kita zikir2 dan doa2 Nabi yg panjang usai sholat jika zikir dan doa Nabi tak bisa mereka dengar? Doa dan Zikir yang panjang tidak mungkin bisa kita hafal cuma dengan 1-2 kali dengar saja. Mesti berulang kali agar hafal dan bisa disebar ke yang lain. Inilah yang namanya SYIAR ISLAM. Yang dilarang adalah suara yang terlampau keras sepertu suara keledai.
Agama itu hanya dipahami oleh orang yang berakal.

Dari Ibnu ’Abbas Ra. berkata: “bahwasanya dzikir dengan suara keras setelah selesai shalat wajib adalah biasa pada masa Rasulullah SAW”. Kata Ibnu ’Abbas, “Aku segera tahu bahwa mereka telah selesai shalat, kalau suara mereka membaca dzikir telah kedengaran”.[Lihat Shahih Muslim I, Bab Shalat. Hal senada juga diungkapkan oleh al Bukhari (lihat: Shahih al Bukhari hal: 109, Juz I)]

INILAH SALAHSATU PENDAPAT YG BERINDIKASI MERUSAK TATANAN ISLAM INDONESIA YG MAYORITAS BER FAHAM ASWAJA.

Ba’da shalat, imam tidak perlu baca wirid, dzikir dengan suara keras, cukup dalam hati, dan imam ba da shalat tidak perlu memimpin do a bersama dengan jama ah. Imam dan jama’ah berdoa sendiri- sendiri dalam hati.

JAWAB :

Rasulullah saw bila selesai dari shalatnya berucap Astaghfirullah 3X lalu berdoa Allahumma antassalam, wa minkassalaam…dst”
(Shahih muslim hadits no.591,592)
Kudengar Rasulullah saw bila selesai shalat membaca : Laa ilaaha illallahu wahdahu Laa syariikalah, lahulmulku wa lahulhamdu..dst dan membaca Allahumma Laa Maani a limaa a thaiyt, wala mu thiy..dst”
(shahih Muslim hadits no.593)

Hadits semakna pada Shahih Bukhari hadits no.808, dan masih banyak puluhan hadits shahih yang menjelaskan bahwa Rasul saw berdzikir selepas shalat dengan suara keras, sahabat mendengarnya dan mengikutinya, hal ini sudah dijalankan oleh para sahabat radhiyallahu anhum, lalu tabi in dan para Imam dan Muhadditsin tak ada yang menentangnya.
Mengenai doa bersama sama tak ada yang mengharamkannya, tidak pada Alqur an, tidak pada hadits shahih, tidak Qaul sahabat, tidak pula pendapat Imam Madzhab……wallahua’lam

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on Ksikamu and commented:
    subhanallah begitu indahnya Rasulullah mendidik para sahabatnya ^^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: