Iklan

Jangan Ungkit Agama Jokowi, Ungkap yg Lain

kisah-busway-impor-karatan

Harusnya masalah agama Jokowi seperti Musyrik, wudhunya tidak benar, tidak tahu arti Ramadan, dsb tidak usah dipermasalahkan lagi. Sebab ini pernah dikemukakan saat Pilgub DKI Jakarta melawan Foke dan ternyata Jokowi menang 60%-40% melawan Foke.
Artinya Isyu Agama Jokowi itu selain basi juga tidak manjur.
Terlepas kekurangannya Jokowi itu Muslim yang sholat. Tidak bisa dikafirkan.
Paling2 yang bisa diungkap adalah barisan pendukungnya seperti James Riady, Jacob Soetojo, Dubes AS, dsb.
Begitu pula berbagai proyek yg dia jalankan ternyata mangkrak padahal Jokowi ini harusnya jadi Walikota Solo 2010-2015, Gubernur Jakarta 2012-2017. Jadi saat Railbus Batara Kresna di Solo Mangkrak dari tahun 2012, Jokowi harusnya bertanggungjawab untuk membereskannya. Mobil Esemka mangkrak, ini berbau penipuan. Teganya Jokowi menaikan pajak PBB hingga 1300% dan impor 1000 Bis Cina @ Rp 3,8 milyar (padahal seharusnya Rp 1 M) dan karatan, impor Bis Tingkat Cina, rencana Impor Monorail Cina, dsb harusnya ini yang digali dan dibahas.
Masalah Jokowi tidak bisa wudhu atau tak tahu makna Ramadan dsb paling cuma 30% rakyat Indonesia yg peduli. 70% tidak.

Harusnya yang begini yg perlu digali:
Jangan Pilih Presiden yang Bikin Susah Rakyat
Bagi saya jangan pilih presiden yang bikin susah rakyat. Misalnya menaikan NJOP sebesar 240% sehingga pajak PBB naik sampai 1300%. Padahal UMR cuma naik 11%. Ini mencekik rakyat namanya:
http://infoindonesiakita.com/2014/03/22/njop-jakarta-naik-240-dan-pbb-hingga-13x-lipat-pajak-apa-mencekik-rakyat/
Jangan pula pemimpin yang impor 1000 Bis Cina (sebelumnya ngotot 4000) seharga Rp 3,8 milyar yg ternyata karatan. Padahal Bis Gandeng buatan Indonesia (INKA) yg lebih bagus cuma Rp 3,7 milyar. Kemudian ingin beli Monorail Cina. Bukan Monorail INKA.
http://infoindonesiakita.com/2014/03/28/inobus-bus-gandeng-buatan-indonesia-dari-inka/
Jika seorang pemimpin lebih suka impor produk Cina / Asing ketimbang produk dalam negeri, lama2 pabrik2 di Indonesia akan tutup. Buruh dan karyawannya menganggur.

Privatisasi Megawati

Jangan pula memilih pemimpin yang partainya suka menjual aset2 negara/BUMN2. Atau membela pemimpinnya yang dulu suka menjual aset2 negara. Bisa habis nanti kekayaan alam/BUMN2 kita.
http://capresindonesia.wordpress.com/2007/10/08/privatisasi-penjualan-bumn-di-era-megawati/
Lihat juga siapa yang ada di belakangnya. Siapa pendukungnya. Seperti apa Partai Politik yang mengusungnya. Ini penting agar tidak salah pilih.

http://infoindonesiakita.com/2014/04/03/jangan-pilih-presiden-yang-bikin-susah-rakyat/

Masalah ingkar janji seperti berjanji akan jadi gubernur Jakarta selama 5 tahun itu yg harus diungkap. Ada pun hal2 basi yang tidak mempan di Pilgub DKI Jakarta seperti tidak bisa wudhu, tidak usah diulangi lagi. Nanti gagal lagi. Banyak hal2 yg lebih penting yg bisa diungkap.

1 Tanda Iman adalah tidak mudah mengkafirkan Muslim. Meski menurut kita dia KTP dsb. Nabi sendiri tidak mengkafirkan biang munafik Abdullah bin Ubay meski Allah menyebutnya munafik dan para sahabat juga tahu. Nabi sempat mensholati Ubay meski Allah kemudian melarangnya. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu (atau mengucapkan Tahlil): “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu [dulu juga kafir], lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” [An Nisaa’ 94]

Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)

Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani) http://mediaislamraya.blogspot.com/2011/10/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: