Iklan

6 Tahap Ajaran Radikal Wahabi

 6 Tahap Ajaran Wahabi

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr)

Tempat kaum Khawarij berasal. Nabi menunjuk ke arah Timur:


Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.:
Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)

Saat mengatakan itu, Nabi berada di Madinah, Hijaz. Ada pun di timur Madinah/Hijaz adalah Najd, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahhab:

Map of Najd

https://kabarislam.wordpress.com/2012/01/16/najd-tempat-khawarijfitnah-di-najd-atau-di-iraq

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Khawarij ini dengan dalih memurnikan Islam, menghidupkan Sunnah, dsb ternyata malah memecah belah Islam. Tetaplah dalam Jama’ah / kelompok terbesar Islam. Jangan mengikuti firqoh mereka

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Tahap 1 mereka merasa paling benar. Paling Suci. Pembela Islam. Pembela Tauhid. Mereka fitnah musuh mereka yang sebetulnya Muslim yang bersyahadah dan Sholat sebagai kurang benar sehingga harus “didakwahi” agar menjadi seperti mereka. Ini bertentangan dengan firman Allah dan seperti sifat Iblis yang merasa paling baik:

“..Janganlah kamu mengatakan dirimu suci..” [An Najm 32]

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.”
Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk.

Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” [Shaad 75-78]
http://mediaislamraya.blogspot.com/2013/08/ciri-ciri-pengikut-dajjal.html

 Jihad Ala Wahabi

Tahap 2,3, dan 4, mereka fitnah ummat Islam sebagai Ahli Bid’ah, Sesat dan Menyesatkan, serta Antek Kafir. Meski belum mengkafirkan, mereka sudah menghina sesama Muslim. Padahal apa yang mereka tuduhkan belum tentu benar karena mereka cuma taqlid buta mengikut guru-guru / syeikh-syeikh mereka yang umumnya sekarang bergelar Lc dari Universitas Madinah. Padahal menista / mencaci-maki Muslim itu sudah melanggar Al Qur’an dan Hadits. Inilah makna hadits yang menyatakan Al Qur’an dan Hadits cuma di tenggorokan saja. Karena tidak sampai ke akal (tidak dipahami) dan tidak diamalkan.

Mereka memecah-belah Islam dan merasa bangga dengan kelompoknya. Dulu mereka namakan diri mereka Muwahhidun. Kemudian Salafi. Sekarang mereka menamakan dirinya Ahlus Sunnah. Mereka ini Ahlus Sunnah gadungan karena mereka menista Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang asli dengan lisan dan tulisan mereka seperti memfitnah Aswaja asli sebagai Ahlul Bid’ah, Kuburiyyun (Penyembah Kuburan), dsb.

“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]

Suka Berburuk Sangka dan Menghina/Merendahkan Sesama Muslim
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 11-12]

Gemar Mencaci dan Membunuh Orang-orang Islam

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)

Termasuk perbuatan mencaci muslim di antaranya adalah menyakiti, mencela, mengadu domba serta senang menyebarkan gosip yang tidak benar, mencemarkan nama baik sehingga bisa merusak keluhuran martabat saudaranya, dan membuka rahasia pribadi yang tidak patut diketahui orang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. AlAhzab:58)
http://mediaislamraya.blogspot.com/2013/07/ciri-ciri-orang-munafik.html

Tahap 5 mereka kafirkan ummat Islam yang bersyahadah dan sholat. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu (atau mengucapkan Tahlil): “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu [dulu juga kafir], lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” [An Nisaa’ 94]

Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)

Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
http://mediaislamraya.blogspot.com/2011/10/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim.html

Boleh dikata, Wahabi dengan dana yang berlimpah dari Arab Saudi dan Qatar menerbitkan banyak buku-buku, Radio (misalnya Rodja), TV (Yufid TV), dan juga Media Internet guna menyesatkan ummat. Boleh dikata 90% lebih dari buku2 dan website “Islam” adalah keluaran Wahabi yg gemar mengkafirkan sesama Muslim (mis: Nahimunkar.com). Akibatnya banyak ABG Labil dan orang-orang bodoh yang tidak biasa mengaji dengan para ulama di masjid-masjid terdekat, akhirnya tertipu. Mereka merasa Islamnya paling benar dengan mendengar radio dan membaca website Wahabi meski bacaan Al Qur’an mereka masih bletotan. Dengan bangga juga mereka sesatkan atau kafirkan sesama Muslim. Na’udzu billah min dzalik!

Setelah mereka mengkafirkan Muslim, lalu mereka bunuh mereka. Jangankan ummat Islam biasa. Ulama terkenal seperti Syeikh Al Buthi pun mereka bunuh. Mereka juga ingin membunuh Mufti Besar Suriah Syeikh Ahmad Hassoun (Ulama Aswaja). Namun baru berhasil membunuh putra Syeikh Ahmad yang bernama Sarya (22 tahun). Sementara para ulama Al Azhar seperti Syeikh Ali Jum’ah, Syeikh Ahmad Karimah, dsb dikafirkan oleh para pengagum Muhammad bin Abdul Wahhab seperti Ikhwanul Muslimin:
http://kabarislamia.blogspot.com/2013/10/syeikh-al-azhar-ali-jumah-pun-difitnah.html

Fahmi Salim Zubair Fitnah Syeikh Al Azhar Dr Ahmad Karimah
http://kabarislamia.blogspot.com/2013/09/fahmi-salim-zubair-fitnah-syeikh-al.html

Nabi Tidak Membunuh Sesama Muslim

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya)…” [An Nisaa’ 94]

Nabi melarang kita membunuh sesama Muslim. Nabi tidak pernah membunuh orang yang mengaku Muslim meski tahu bahwa mereka itu adalah Munafik / Khawarij yang tidak beriman kepada Nabi. Nabi hanya membunuh Muslim yg membunuh orang2 yg tak bersalah. Itu pun selaku Kepala Negara dan dgn Lembaga Peradilan.

Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

Jadi jangan mengaku-ngaku Ahli Sunnah atau Sunni jika gemar mencaci dan membunuh sesama Muslim. Sebab Nabi Muhammad tidak pernah melakukan itu. Kecuali mereka mengikuti “Sunnahnya” Muhammad bin Abdul Wahhab yang lahir di Nejed tahun 1701 Masehi yang bersama2 Ibnu Su’ud dan dukungan senjata Inggris membantai ummat Islam di Iraq, Najd, Thaif, Madinah, dan juga Mekkah.

Jika Muslim saling bunuh, jelas dia tidak mengikuti sunnah Nabi.

Hadis riwayat Jarir ra., ia berkata:
Ketika haji wada, Nabi saw. bersabda kepadaku: Suruhlah orang-orang diam. Setelah orang-orang diam, beliau bersabda: Janganlah sesudah kutinggalkan, kalian kembali menjadi orang-orang kafir, di mana sebagian membunuh sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.98)
http://mediaislamraya.blogspot.com/2013/09/nabi-tidak-membunuh-sesama-muslim.html

Ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits di atas benar. Pahami dan amalkan dengan baik. Jangan cuma di tenggorokan saja.

Referensi:
Tahapan ajaran radikal,kenali,pahami,awasi lingkungan masing2,jangan lengah
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152159175691665&set=a.252928666664.139361.238834036664&type=1&theater

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: