Iklan

Contoh Khawarij Wahabi

Khawarij Wahabi

Inilah contoh Khawarij Wahabi yang galak terhadap sesama Muslim, tapi terhadap kaum yang benar-benar kafir harbi seperti Yahudi, niscaya ketakutan setengah mati:

asep44m

Jangan memutarbalikan pakta, admin ini pengecut.. dasar syiah laknatullah..

Itu adalah komentar untuk tulisan:

https://kabarislam.wordpress.com/2013/09/24/jihad-sex-layani-100-pria-sejumlah-wanita-tunisia-hamil-pulang-dari-suriah

Berbagai kutipan dari Media Massa seperti Detik.com, Merdeka, AFP, Time, Gulf News, The Telegraph, Daily Mail, bahkan Al Arabiya beserta berbagai video tidak bisa membuka akal pikirannya. Di fikirannya yang sempit, Media Massa itu Syi’ah semua. Termasuk Admin yang mengutip berita di atas.

Ini satu contoh Wahabi Takfiri lagi:

rijalram
rijalram.wordpress.com x
zuprijal_c@yahoo.com
141.0.9.93

Komentarnya:

Dasar lo syiah zindik,sudah jelas kaum syiah kafir membantai muslim di iran,irak,suriah dan di byk negara dasar lo syiah laktullah alaihi,keturunan haram jadah dari hasil zina muth’ah

Komentar Khawarij

Ini komentar buat tulisan:

https://kabarislam.wordpress.com/2013/04/09/buat-para-penggemar-berita-arrahmah-com-dan-voa-islam-com/

Jelas Wahabi Takfiri ini penuh kebencian terhadap sesama Muslim yang bersyadahah dan sholat. Melebihi kebencian mereka terhadap kaum kafir. Cuma dari internet saja main tuduh seseorang sebagai Syi’ah laknatullah, dsb. Padahal Admin ini Muslim yang menganut mazhab Syafi’ie dgn aqidah Asy’ari.

Modal Su’u Zhon saja sudah melaknat orang Syi’ah Laknatullah segala macam. Orang seperti ini niscaya gemetar thd kaum kafir seperti Yahudi yang jelas2 dilaknat Allah. Asep… Asep… Daripada mencaci-maki di internet, mendingan jualan somay saja… 🙂

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Orang seperti di atas sama sekali bukan orang Islam. Tapi adalah kaum Khawarij yang gemar mengkafirkan dan membunuh sesama Muslim. Beda dengan Nabi yang lemah-lembut terhadap sesama Muslim dan keras terhadap orang2 kafir.

Inilah Ciri-ciri Muslim Sejati :

Ummat Islam itu berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir:


“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29]

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]
Nah beda kan sifat Nabi dan orang2 beriman dengan orang Khawarij di atas?
Nabi tidak suka mencaci-maki atau melaknat orang. Cuma para calon penghuni neraka saja yang begitu. Ini dalilnya:

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)

Termasuk perbuatan mencaci muslim di antaranya adalah menyakiti, mencela, mengadu domba serta senang menyebarkan gosip yang tidak benar, mencemarkan nama baik sehingga bisa merusak keluhuran martabat saudaranya, dan membuka rahasia pribadi yang tidak patut diketahui orang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. AlAhzab:58)

Apa pun dalihnya, sesungguhnya haram mencaci dan membunuh sesama Muslim. Kecuali betul-betul ada pengadilan di bawah Khalifah Islam yang membuktikan bahwa orang itu memang harus dihukum mati.

Namun kalau cuma kelompok seperti firqoh atau golongan tak boleh melakukan itu. Minimal harus ada Ijma’/Kesepakatan Ulama agar tidak jadi golongan Khawarij yang mudah mengkafirkan dan membunuh sesama Muslim.

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

Ada yang dengan dalih mengajak ke sunnah, memurnikan Tauhid, dsb tapi justru mencaci ummat Islam dengan kata-kata: “Ahlul Bid’ah”, Musyrik, Sesat, dan sebagainya. Bukannya mengikuti sunnah, akhirnya justru melanggar perintah Allah dan RasulNya karena Allah melarang kita mencela sesama Muslim:

“(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.” [At Taubah 79]

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” [Al Humazah 1]

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah” [Al Qalam 10-11]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/02/07/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama-muslim/

Ada lagi yang lain:

Fauzan

Fauzan Anshari shared a link.
Yesterday
apa jalal masih punya rasa malu? kagak lah, lha wong Alloh saja ditipu apalagi cuma rektor! matilah kau syiah kafir harbi!
https://www.facebook.com/fauzan.anshari.14

Seandainya Jalauddin Rakhmat kafir pun pantas tidak mengatakan “Matilah kau Syiah Kafir Harbi!”? Seorang Muslim bahkan orang yang berakhlaq dan beradab tidak akan berkata seperti itu bahkan terhadap orang kafir sekali pun. Coba lihat sikap Nabi:

Anas r.a. berkata, “Ada seorang Yahudi melayani Nabi, kemudian ia jatuh sakit. Maka, Nabi datang menjenguknya, duduk di dekat kepalanya seraya bersabda kepadanya, ‘Masuk Islamlah.’ Lalu, ia melihat ayahnya yang ada di sisinya. Ayahnya berkata kepadanya, ‘Taatilah Abul Qasim saw.’ Lalu ia masuk Islam, kemudian Nabi keluar seraya mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan ia dari neraka.’” [HR Bukhari]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/06/25/sikap-nabi-terhadap-munafiq-khawarij-dan-orang-kafir/

Terhadap kaum Yahudi yang jelas kafir dan dilaknat Allah saja Nabi tidak mengatakan: “Matilah kau Kafir Yahudi!” Tapi Nabi santun sehingga dia mati dalam keadaan Muslim.

Yaitu Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat (MUKMIN) kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai (YAHUDI) dan bukan pula jalan mereka yang sesat (NASRANI).” [Al Faatihah 7]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/09/18/yahudi-dan-nasrani-adalah-musuh-islam-yang-utama/

Fauzan2

SALAM-ONLINE: Saya mengenal Joserizal MER-C sejak MER-C berdiri dan sama-sama membela Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan korban kezaliman densus 88.

http://salam-online.com/2013/06/syubhat-joserizal-mer-c.html

Ngajinya cuma sama Farid Okbah yang mengira ada 45 juta pengungsi Suriah padahal jumlah penduduk Suriah kurang dari 22 juta jiwa.
Jelas saja Joserizal keberatan dgn Perang Suriah karena itu merugikan ummat Islam. Menewaskan ratusan ribu Muslim dan ribuan trilyun harta orang Muslim.
Saya malah sejak perang Libya juga sudah tidak setuju pada ulah “Mujahidin” yang kerjanya cuma membunuh sesama Muslim.

http://salam-online.com/2013/06/syubhat-joserizal-mer-c.html

Kalau sudah mengenal lama Joserizal harusnya pernah sholat bareng. Dari sedekap tangan saat sholat saja sudah ketahuan Syi’ah apa bukan. Masak hanya karena menentang Perang Suriah langsung difitnah sbg Syi’ah? Ini keblingernya kaum Takfiri. Su’u Zhon!

Fauzan Anshari memutus silaturahmi dengan Joserizal dengan alasan “BEDA AQIDAH” karena Joserizal dia anggap sebagai Syi’ah. Kira2 Fauzan itu paham tidak apa itu aqidah? Aqidah itu dirumuskan oleh Muslim Sunni sbg Rukun Iman 6 Perkara. Jika meyakini itu, artinya aqidahnya sama. Jika tidak, baru beda.

Joserizal hanya menyembah Allah sebagai Tuhannya. Kalau Fauzan tuhannya Yesus atau Al Lata, baru bisa bilang beda aqidah. Tapi kalau sama2 Allah, berarti aqidahnya sama. Kitab suci Joserizal masih Al Qur’an. Kalau kitab suci Fauzan itu Alkitab, baru beda. Kalau sama2 Al Qur’an, berarti aqidahnya masih sama. Joserizal Nabi terakhirnya adalah Nabi Muhammad SAW. Kalau Nabi terakhirnya Fauzan adalah Muhammad bin Abdul Wahab, itu baru beda aqidah. Tapi kalau sama2 Muhammad bin Abdullah, berarti aqidahnya masih sama. Itu yang namanya AQIDAH!

Bagaimana mau mengIslamkan orang2 kafir seperti Nabi kalau kerjanya cuma mengKAFIRKAN orang ISLAM dan mencaci-maki? “Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” [Al Humazah 1]

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah” [Al Qalam 10-11]
http://mediaislamraya.blogspot.com/2012/02/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama.html

Iklan

2 Tanggapan

  1. Fauzan itu apa waras ya kok omongnya seperti itu?

    Memang parah akhlaq kaum Khawarij

  2. saya kaget dan kecewa berat pd fauzan itu. padahal setahu saya Dr. jose Rizal itu kontribusinya utk ummat lebih real. jauh lebih nyata ketimbang fauzan. kok tega dia menyebarkan kebencian kpd org yg banyak berbuat kebaikan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: