Iklan

Syekh Muhammad Al-Arifi ke Inggris

Muhammad Al Arifi di Inggris

Muhammad Al-Arifi, mufti Wahabi Takfiri dari Najd berapi2 menyeru rakyat Saudi untuk Jihad ke Suriah.
2 hari kemudian malah plesiran di Hotel Inggris.
Pengikutnya menderita hingga makan daging manusia dan minta kopi gratis di Suriah serta banyak yang tewas, Al Arifi justru senang2 di Inggris ribuan km dari Suriah.

Jauh dari Sunnah Nabi.

Nabi saat perang Badar, Uhud, Khandaq memimpin langsung perang2 tsb sehingga terluka pipinya. Bahkan perang Tabuk pun beliau pergi selama berbulan2 memimpin langsung pasukannya guna memerangi pasukan Romawi.

Bukannya memimpin Mujahilin Bughot ke Suriah, Lah yang ini malah asik2an di hotel Inggris. Jihad melawan apa?

Sekarang biar jelas, adakah Syekh Al Arifi di Suriah sekarang memimpin “Jihad”? Kalau tidak ada di Suriah, berarti cuma tukang kompor doang. Cuma menyuruh anak2 muda pergi ke Suriah membunuh Muslim Suriah dan mati, sedang dia senang2 di tempat lain. Benar tidak itu? Pikir.. Pikir… Nabi saja biar ke Tabuk yg perjalanannya sulit pun tetap memimpin Perang Langsung.

Nabi ikut perang ke Tabuk yg jaraknya ribuan KM. Padahal usia belau 60 tahun lebih. Lah Al Arifi yg umurnya 30-an dan masih muda kok walau pergi ke tempat yg lebih jauh, tapi kok ke Inggris? Bukan ke Suriah? Pikir… pikir… pikir…

Hudzaifah bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan? Beliau bersabda: “Ya”, dai – dai yang mengajak ke pintu Jahanam. Barang siapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya.

Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”.

Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”.

Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?”

Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/05/27/menghormati-dan-mengikuti-ulama-pewaris-nabi/

Setelah Menyeru Jihad di Suriah, Mufti Saudi Ini Tamasya ke London?
Tuesday, 18 June 2013, 04:59 WIB
Komentar : 1

IRIB/IRNA

Pria yang diduga Muhammad Al-Arifi, mufti Saudi, di London, Inggris
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, Terpublikasikannya foto tamasya Muhammad Al-Arifi, mufti Saudi di London, dua hari setelah khutbah berapi-apinya menyeru para pemuda untuk berjihad di Suriah, menuai banyak reaksi.
Alalam melaporkan seperti dilansir kantor berita IRNA, dalam foto yang menyebar di jejaring sosial itu, Muhammad Al-Arifi sedang check-in di salah satu hotel di London dengan tas-tas kopernya.
Perjalanan Al-Arifi ke London itu dilakukan setelah Jumat lalu (14/6) dalam khutbah Jumatnya di Kairo, Mesir, dia menyeru para pemuda untuk “berjihad” di Suriah.
Banyak komentar menanggapi foto tersebut dan salah seorang di antaranya menyatakan, “Dia jangan diusik karena kemungkinan dia sedang menyeru orang-orang Inggris untuk berjihad di Suriah.”
Seorang lainnya menyatakan, “Untuk berjihad perlu seruan dan dia telah mengambil upah seruan tersebut untuk bertamasya di London! Namun mungkin dia ke London berniat membeli perdamaian untuk para mujahidin!”

http://www.youtube.com/watch?v=LlPhh7nICOw&feature=youtube_gdata_player

Ini mah menjelek2in Islam dgn mengatakan di depan TV Nabi Muhammad berhubungan sex dgn Siti ‘Aisyah saat ‘Aisyah berumur 9 tahun. Zaman dulu kan belum ada kalendar hijriyah dan sulit rasanya seorang anak yg berumu 6 tahun berkata bahwa saat umur 6 tahun dia begini begini… Lah kalendar belum ada…

Zaman sekarang yg ada Kalendar saja kita tidak tahu apa bapak Mertua saya saat meninggal umurnya 76 tahun atau 80 tahun. Ini yg ada kalendarnya. Apalagi zaman Nabi yang belum ada Kalendarnya. Kok yakin benar kalau Nabi dan Siti ‘Aisyah berhubungan sex saat umur 9 tahun? Apa itu justifikasi/pembenaran bagi para Mujahilin Suriah untuk berhubungan sex dgn anak perempuan 9 tahun di sana? Syarat Nikah menurut Mazhab Syafi’ie minimal mencapai Balligh atau sekitar 12-13 tahun. Itulah akibat memahami hadits secara tekstual. Padahal saya lihat tidak ada sahabat lain seperti Siti Fatimah, Siti Hafshah, dsb yg mengkonfirmasi hal itu. Dan belum tentu Siti ‘Aisyah ngomong begitu karena jalur sanadnya bisa 7 orang lebih hingga ke Perawi.

http://madadunnabawiy.blogspot.com/2009/08/fiqh-imam-syafii-10.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: