Iklan

Tak Mau Jalankan Perintah Allah Sebab “Tak Ada Dalil”?

Harusnya perintah Iqro, Sedekah, Berzikir sebanyak2nya sudah cukup Dalil bagi kita untuk melakukan itu sebanyak2nya tanpa mengganggu kewajiban kita yg lain.

Jangan sampai tidak mau melakukan kebaikan di atas misalnya di hari Jum’at, Usai sholat, 40 hari, dsb karena tidak ada dalilnya, dsb…

Jangan sampai kikir/pelit atau bahkan tidak mau mengerjakan perintah Allah di atas dgn alasan “Tidak Ada Dalil” atau itu adalah Bid’ah. Na’udzubillah min Dzalik!

Jika sedikit melakukan kebaikan, khawatirnya nanti mizan/timbangan anda di akhirat kebaikannya cuma sedikit. Yang banyak malah dosa karena anda sering melakukan ghibah dan fitnah dgn menuduh Muslim lain sbg Ahlul Bid’ah, Sesat, Kafir, dsb.

Setengah Hati:
Guruku menitipkan sedekah untuk kubagi pada hari arofah,

Kutanyakan adakah dalilnya?

Beliau menjawab : dan sejak kapan kamu perlu dalil untuk kebaikan?

Reza Pacicu:

Mao sedekah d hari jum’at…krn GAK ADA DALILnye maka BATAL deh berbuat baik…

Mao baca qur’an/yasiin d malam jum’at…krn GAK ADA DALIL maka BATAL deh bwt baca qur’an/yasiin

Mao NYANTUNIN anak yatim setiap bulan krn GAK ADA DALIL maka BATAL deh nyantuninnye

dan seterusnya…

Kapan nih ane bs BERBUAT BAIK yg sesuai syari’at?

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Dari tulisan di atas , saya jadi terinspirasi mengenai datangnya beberapa kebiasaan baik yang oleh beberapa saudara muslim dianggap bid’ah.. Sebagai contoh kejadian dimisalkan , suatu saat saya karena sedang bersyukur dan merasa disayang dan mencintai ALLOH dan RosulNYA serta merasa dekat kepada ALLOH SWT dan Rosul maka suatu saat saya ingin mengungkapkan perasaan saya ini dengan cara bersedekah kepada para tetangga ,kemudian dengan cara saya menaiki bukit untuk mencari kekhusukan dan disana saya berdzikir sebanyak-banyaknya serta mendoakan semua orang yang telah berjasa kepada sampainya saya kepada Islam dan tak lupa saya bersholawat kepada Rosul juga kepada para Nabi ,Para Malaikat ,para sahabat dan para wali serta para suhada terutama para suhada perang badar … saya tidak mengetahui apakah hal ini ada haditsnya atau tidak , yang paling penting saya berfikir bahwa hal ini adalah diperbolehkan olehNYA….
    Kemudian tanpa saya ketahui tindakan saya ini di ketahui oleh beberapa teman saya ,kemudian mereka menanyakan kepada saya tentang apa yang saya lakukan.. kemudian mereka meniru apa yang saya lakukan dan saya tidak dapat mencegahnya karena hal itu saya pandang baik.Kemudian kebiasaan ini berlangsung turun-temurun.
    Nah , dari cerpen saya ini mungkin bisa diambil suatu kesimpulan tentang bid’ah… mohon pencerahan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: