Iklan

Sunni dan Syi’ah Beda Aqidah dan Tak Mungkin Bersatu?

Syekh Asy Syahid Ahmad Yasin pendiri HAMAS (Sunni) dan Imam Khamenei

Syekh Asy Syahid Ahmad Yasin pendiri HAMAS (Sunni) dan Imam Khamenei

Sunni dan Syi’ah beda aqidah! Sunni dan Syi’ah tak mungkin bersatu. Begitu kata sebagian orang. Benarkah itu?

Apakah Aqidah itu?

Aqidah itu adalah keyakinan. Sebagaimana Fiqih, dalam Aqidah itu ada Ushul (Pokok) dan ada Furu’ (ranting). Kalau perbedaannya Ushul, seperti Tuhannya beda, Kitabnya beda, Nabinya beda, baru itu beda Aqidah.

Tapi kalau Tuhannya masih Allah, masih beriman kepada Malaikat, masih membaca Al Qur’an, mengikuti Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, beriman kepada Hari Akhir, beriman kepada Qadha dan Qadar, itu masih Aqidah Islam. Sunni memang beda dengan Syi’ah. Namun keduanya bagian dari Islam.

Aqidah Islam menurut paham Sunni, tertuang dalam 6 Rukun Iman. Selama meyakini 6 Rukun Iman tsb misalnya meyakini Allah sebagai satu2nya Tuhan, berarti aqidahnya masih sama.

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”

Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.” Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”

Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.” Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.

Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).” Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2008/09/15/inti-ajaran-islam-iman-islam-dan-ihsan/

Saat terjadi pemberontakan Mu’awiyyah terhadap Khalifah Ali, Islam memang terbagi 3 karena faktor politik: Sunni (pengikut Mu’awiyah dan Muslim yang netral), Syi’ah Ali (Pengikut Ali), dan Khawarij. Itu terjadi di zaman Sahabat. Aqidah mereka, ibadah mereka masih sama. Aqidah Islam. Seiring perjalanan waktulah baru perbedaan makin membesar. Tapi jika dakwah terus dilakukan, insya Allah perbedaan tidak membesar.

Khomeini dan Yasser Arafat

Khomeini (Syi’ah) dan Yasser Arafat (Sunni)

Mana yang lebih lebih bahaya? Yahudi (Israel) dan Nasrani (AS) apa Syi’ah (Iran)? Siapa yg membantai ummat Islam di Afghanistan, Iraq, dan Yaman serta Afghanistan? Israel dan AS apa Iran? Siapa yg suka menghina Allah, Al Qur’an, dan Nabi Muhammad? Yahudi dan Nasrani apa Syi’ah? Siapa yang dikutuk Allah sebagai Yg Dimurkai (Maghdub) dan Yg Sesat (Dholliin) di Al Fatihah? Yahudi dan Nasrani apa Syi’ah? Siapa yg harus kita lawan sekarang? Yahudi dan Nasrani apa Syi’ah? Sunni dan Syi’ah memang beda. Tapi keduanya Tuhannya sama, Kitabnya sama, dan Nabinya sama. Keduanya beda. Saat ini keduanya di depan Ka’bah sholat dan thawaf bareng. Apa sekarang harus berkelahi dan saling bunuh di depan Ka’bah?
https://kabarislam.wordpress.com/2011/12/31/ketika-as-dan-israel-menyerang-iran-anda-memihak-siapa/

Apakah Sunni dan Syi’ah tak mungkin bersatu?

Yang berpendapat begitu dangkal pemahamannya tentang Islam. Pertama dalil Al Qur’an dan Haditsnya tidak ada. Jadi itu bid’ah. Yang kedua, ternyata di Timur Tengah bisa bersatu. Yasser Arafat (Sunni) pemimpin PLO akrab dengan Imam Syi’ah Khomeini. Sampai cium pipi lagi. Begitu pula pendiri Hamas Asy Syahid Syeikh Ahmad Yassin bekerjasama dgn Imam Syi’ah Khamenei memerangi Israel.

Khaled Meshaal dan Imam Syi'ah Ali Khamenei

Khaled Meshaal dan Imam Syi’ah Ali Khamenei

Suriah dan Iran yang pemimpinnya Syi’ah membantu bukan cuma milisi Hizbullah yang Syi’ah. Namun juga Hamas yang Sunni. Saat negara-negara Arab yang Sunni menolak memberi kantor Hamas karena Hamas dicap teroris oleh AS dan Israel, pemerintah Suriah memberikan Hamas kantor pusat di Damaskus sehingga pemimpin Hamas bisa tinggal di sana dengan aman. Bebas dari ancaman penculikan dan pembunuhan agen-agen Israel. Baru November 2012 saat Hamas tidak mendukung Pemerintah Suriah saat terjadi pemberontakan, baru Suriah mengusir Hamas dari situ. Foto-foto pemimpin Hamas Khaled Meshaal merupakan bukti Sunni dan Syi’ah bisa bersatu.

Sunni tidak perlu jadi Syi’ah, dan Syi’ah tak perlu jadi Sunni. Sebab kalau dipaksakan, nanti malah tidak karuan. Biar masing-masing jadi ISLAM yang baik sesuai dengan pahamnya. Yang penting jangan saling bunuh dan diadu-domba. Kalau para Mujahid Sunni seperti Yasser Arafat, Syeikh Ahmad Yassin, Khaled Meshaal, dsb bisa bekerjasama dgn para pemimpin Syi’ah seperti Khomeini dan Khamenei melawan Israel, mengapa yang lain tidak?

Khaled Meshaal dan Bashar Assad

Khaled Meshaal (Pemimpin Hamas – Sunni) dan Bashar Assad (Presiden Suriah – Syi’ah)

Jika kita belajar sejarah Islam, kita akan tahu bahwa ummat Islam (Sunni dan Syi’ah) pernah bersatu. Jadi tidak benar slogan Sunni dan Syi’ah tidak mungkin bersatu. Contohnya di zaman Khalifah Ali, bukankah seluruh Muslim entah itu Sunni dan Syi’ah bersatu dgn Khalifah Ali sebagai pemimpinnya?

Bukankah saat ada Imam Ja’far Ash Shiddiq yang merupakan guru dari Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, baik Sunni dan Syi’ah menghormati Imam Ja’far Ash Shiddiq? Keduanya memanggil Ja’far dgn sebutan IMAM. Murid Imam Ja’far Imam Malik membentuk Mazhab Maliki sementara Imam Abu Hanifah membentuk Mazhab Hanafi. Anehkah jika gurunya, Imam Ja’far tidak bisa membentuk Mazhab Ja’fari?

Saat ini penganut Mazhab Maliki dan Hanafi masing2 sekitar 250 juta orang, sementara Mazhab Ja’fari sekitar 120 juta orang. Wajar jika guru memarahi seorang muridnya yg menghina sahabat. Tapi tak bisa kita sama-ratakan bahwa semua pengikut mazhab Ja’fari adalah kafir karena menghina sahabat.

Sunni memang beda dengan Syi’ah. Tapi itu bukan berarti harus berkelahi dan saling bunuh. Mereka bisa hidup rukun dan damai. Buktinya saat orang umrah atau berhaji ke Mekkah, di sana Sunni dan Syi’ah bisa thawaf bersama. Sholat bersama. Tidak berkelahi dan saling bunuh di depan Ka’bah bukan?

Yasser Arafat and Imam Khomeini IRI Victory Celebration

Yasser Arafat dan Imam Khomeini pd Perayaan Revolusi Islam Iran tahun 1979

Bahkan Raja Arab Saudi, Abdullah, yang merupakan biangnya Wahabi yang seharusnya Anti Syi’ah pun beberapa kali bertemu dengan pemimpin Syi’ah seperti Ahmadinejad:

Raja Abdullah dan Ahmadinejad

Senin, 06 Agustus 2012 16:39 WIB
Raja Abdullah Undang Ahmadinejad Hadiri KTT Darurat Islam

http://www.wartanews.com/timur-tengah/3c4f066e-e1b8-ef07-39a0-bce2841ea21c/raja-abdullah-undang-ahmadinejad-hadiri-ktt-darurat-islam

Bahkan bersama Syekh Mani, Raja Abdullah bersama 200 Ulama Sunni dan Syi’ah dari 50 negara menanda-tangani Risalah Amman ( http://www.ammanmessage.com ) yang menyatakan bahwa Sunni dan Syi’ah adalah bagian dari Islam yang lurus:

Para Ulama Peserta Risalah Amman

https://kabarislam.wordpress.com/2013/08/06/risalah-amman-ijma-ulama-dianggap-akal2an-syiah-oleh-wahabi/

Dari sini kita bisa memahami sebetulnya bahkan Raja Abdullah dari Arab Saudi yang Wahabi pun sebetulnya ingin bersatu dengan sesama Muslim lain termasuk Syi’ah. Namun karena Amerika Serikat begitu kuat dan ada Kedubes dan Pangkalan Militer AS di sana, begitu AS bilang harus memusuhi Iran dan Syi’ah, ya harus dilakukan. Karena AS bisa membunuhnya sebagaimana Raja Faisal yang ditembak mati pada tahun 1975 karena menentang AS.

Memang ada Syi’ah yang kafir yang menTuhankan Ali dan menghina sahabat dan istri Nabi. Tapi tidak semua Syi’ah begitu. Bahkan menurut Syi’ah mainstream, mereka itu sesat.

Ini sumber dari Syi’ah bahwa menghina sahabat dan istri Nabi itu haram. Mudah-mudahan ini bisa meluruskan fitnah yang berkembang bahwa SEMUA SYI’AH ITU MENGHINA DAN MENCACI SAHABAT DAN ISTRI NABI:

Khamenei: Haram Menghina Istri Nabi dan Simbol Ahlusunah

http://syiahali.wordpress.com/2011/09/07/fatwa-para-ulama-larangan-mencaci-para-sahabat/

Fatwa Para Ulama Larangan Mencaci Para Sahabat

http://www.shia-explained.com/my/archives/2364

Ahmadinejad: Siapa Menghina Sahabat Rasulullah Sekutu Musuh Islam

Ahmadinejad dan Syekh Al Azhar Ahmad Thayyib

Ahmadinejad dan Syekh Al Azhar Ahmad Thayyib

Presiden Ahmadinejad menandaskan, “Dari tribun ini saya tegaskan bahwa barang siapa di mana pun ia berada menghina sahabat Rasulullah saw, maka ia bukanlah seorang muslim dan tidak bergerak di atas jalan Islam. Ia tidak lebih hanyalah kaki tangan dan alat mainan musuh-musuh asing.”

Read more: http://www.ipabionline.com/2013/02/ahmadinejad-siapa-menghina-sahabat.html#ixzz2PpyAj3AN

Larangan Mencerca Sahabat Nabi

Sementara itu, Imam Ali Khamenei, sebagaimana yang bisa dibaca pada http://nahadsbmu.ir. mengatakan:

“Menyinggung dan melukai perasaan sesama Mukmin adalah tindakan terlarang dalam agama. Apalagi jika kita meletakkan masalah ini dalam konteks persatuan ummat Islam. Saling mencaci dan saling menuduh antara kelompok Sunni dan Syiah adalah salah satu hal yang sangat diinginkan musuh Islam. Jika kalian mencerca para Sahabat Nabi atau melakukan tindakan apapun yang bisa diartikan sebagai pelecahan terhadap kepercayaan orang-orang Sunni, pihak yang paling senang adalah setan dan musuh Islam.”

Teramat jelas pandangan kedua ulama Syiah itu. Tidak mungkin ada celah untuk menyelewengkan maksud dari ucapan keduanya. Intinya adalah satu: bagi  orang Syiah, mencerca para Sahabat adalah tindakan terlarang secara agama.

http://ahlulbaitindonesia.org/index.php/tanya-jawab/1016-larangan-memcerca-sahabat-nabi.html

Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Spiritual dari Iran, menerbitkan sebuah fatwa yang mengharamkan perlakuan buruk terhadap istri Nabi, Ummul mukminin Aisyah dan melecehkan simbol-simbol (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljamaah.

http://satuislam.wordpress.com/2012/05/14/fatwa-sayid-khamanei-larangan-mencaci-sahabat-dan-simbol-simbol-ahlussunnah/

Lihat sumber-sumber dari Syi’ah menyatakan bahwa Imam Syi’ah Ali Khamenei mengharamkan menghina sahabat dan istri Nabi. Kalau sumber-sumber dari Wahabi menyatakan Syi’ah itu menghina istri dan sahabat Nabi, mungkin benar untuk 10% Syi’ah Takfiri yang didanai Yahudi dan Nasrani. Tapi tak bisa dipakai untuk menggeneralisasi semua Syi’ah menghina sahabat dan istri Nabi.

Ini ada 1 contoh “Ulama Syi’ah”. yang menghina sahabat dan istri Nabi yang memang sengaja dibentuk CIA untuk memecah-belah Islam. Ulama “Syi’ah” penghina sahabat dan istri Nabi ini, sebaiknya para Wahabi termasuk Syekh Arifi membunuhnya waktu ada di Inggris. Bukan malah jadi promotornya dengan menyebar2 videonya ke seluruh dunia:

Lalu, Siapa Yasser al-Habib?

Pernah, seorang pengunjung blog berkomentar mengenai tidak mungkinnya persatuan Syiah dan suni karena masih adanya caci-maki terhadap sahabat dan istri Nabi. Dalam komentarnya, dia juga memberi link sebuah video di YouTube untuk “membuktikan” klaim tersebut. Saya buka video tersebut dan tulisan di awal video adalah “YASIR AL-HABIB, di antara ulama Syiah yang terkemuka di abad 20.”

Saya membalas komentarnya begini, “Yasir Al-Habib? Ulama terkemuka abad 20? Terlalu berlebihan. Saya kasih contoh yang terkemuka: Ayatullah Khamenei, Ayatullah Sistani, Syekh Subhani, Husein Fadhlullah, dll.” Jadi, siapa Yasir Al-Habib?

Yasser al-Habib, begitu transliterasi dalam bahasa Inggrisnya, dilahirkan di Kuwait pada tahun 1979—masih muda untuk jadi ukuran ulama “terkemuka”. Dia adalah lulusan Ilmu Politik Universitas Kuwait, artinya tidak ada latar belakang keilmuan hauzah ilmiah. Pandangannya dalam agama sangat ekstrim, termasuk mengenai sejarah wafatnya Fatimah putri Nabi saw. yang kerap kali kecaman dialamatkan kepada Khalifah Abu Bakar, Umar serta Ummulmukminin Aisyah ra. Makiannya yang dilakukan dalam sebuah ceramah tertutup ternyata tersebar dan membuatnya dipenjarakan oleh pemerintah Kuwait pada tahun 2003.

Belum setahun, ia dibebaskan di bawah pengampunan Amir Kuwait (menurut pengakuannya dia bertawasul kepada Abul Fadhl Abbas), namun beberapa hari kemudian ditangkap lagi. Sebelum dijatuhi hukuman selama 25 tahun, ia pergi meninggalkan Kuwait. Karena tidak mendapat izin dari pemerintah untuk tinggal di Irak dan Iran, ia mendapat suaka dari pemerintah Inggris.

Hubungannya dengan Mesir, Iran, dan sebagian besar ulama Syiah nampaknya tidak harmonis. Dalam situsnya, ia kerap kali mengecam ulama rujukan sekelas, Imam Khomeini dan Ayatullah Ali Khamenei, bahkan tidak menganggapnya sebagai mujtahid dan marja’. Jadi bisa dikatakan bahwa Yasser Al-Habib sangat tidak merepresentasikan mayoritas ulama Syiah yang menghendaki persatuan dan perbaikan umat muslim. Tidak adil jika Anda mengutip pendapatnya dan menuliskan bahwa itu adalah pandangan (mayoritas) pengikut Syiah, padahal hanyalah pandangan pribadinya. Dan karena itu kita perlu waspada dan mengetahui mengenai rancangan CIA dalam menciptakan “ulama-ulama” palsu.


Ayatullah Makarim Syirazi: Yasser Al Habib itu Tidak Tahu Apa-apa, dan Wahabi Lebih Bodoh Lagi

http://satuislam.wordpress.com/2012/05/14/fatwa-sayid-khamanei-larangan-mencaci-sahabat-dan-simbol-simbol-ahlussunnah/

Kok Admin blog ini mengutip sumber Syi’ah? Apa Admin ini Syi’ah?

Admin insya Allah Sunni dan tidak punya Kitab Syi’ah. Tapi jika ada berita tentang 1 kaum, kita harus tabayyun/memeriksa langsung kepada kaum yang dituduh. Bukan kepada si pelapor. Sebab bisa jadi pelapor itu orang fasiq yang memfitnah:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2009/09/07/mewaspadai-berita-orang-fasik-dan-adu-domba/

Nabi saat di Madinah, membuat Perjanjian Damai dengan kaum Yahudi yang disebut Piagam Madinah. Intinya kaum Muslim dan kaum Yahudi di Madinah saling melindungi jika ada serangan dari pihak musuh. Padahal Islam dengan Yahudi itu AQIDAHNYA BEDA JAUH. Tuhannya beda, Kitabnya beda, Nabinya beda. Toh bisa bekerjasama.

Nah terhadap kaum Muslim Syi’ah yang Tuhannya Allah, Kitab Sucinya Al Qur’an, Nabinya Nabi Muhammad, kok tidak bisa hidup rukun/damai? Apa itu tidak keblinger?

Kalau Arab Saudi/Wahabi bisa kerjasama dengan Amerika Serikat (Nasrani yang mendukung Yahudi/Israel) bisa bersatu bahkan sampai cium pipi segala dengan menyediakan Pangkalan Militer guna membantai jutaan Muslim di Iraq, Afghanistan, dan Yaman, kok tidak bisa kerjasama dengan Syi’ah (Iran dan Suriah) guna melawan kafir harbi Israel dan AS yang membantai jutaan Muslim?

Aneh tidak itu?

Foto Pemimpin Hamas Khaled Meshaal dan Ali Khamenei

Foto Pemimpin Hamas Khaled Meshaal dan Ali Khamenei

Setahu saya Syi’ah itu selalu mengangkat Imam, selain Sayyidina Ali, dari keturunan Nabi yaitu keturunan cucu Nabi Hasan dan Husein. Misalnya Hasan, Husein, kemudian keturunan mereka, termasuk Ali Khamenei yang mereka sebut Sayyid.
Tentu saja mayoritas turunan Nabi adalah Sunni sebagaimana para Habib di Indonesia seperti Habib Rizieq Syihab, Habib Abdurrahman Assegaf (Walid), Habib Hud bin Bagir Al Athas, dsb.

Ini pendapat Ulama Sunni tentang Syi’ah:

Menurut mayoritas Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, tidak semua Syi’ah itu sesat. Ada pula yg lurus. Di antara yg berpendapat begitu: Habib Rizieq Syihab, Yusuf Qaradhawi, Mufti Mesir Ali Jum’at, Syekh Al Azhar Tantawi, Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Quraisy Syihab, Said Agil Siradj, dsb. Kalau kafir, tentu jemaah haji Syi’ah asal Iran tidak boleh berhaji ke Mekkah.

https://kabarislam.wordpress.com/2012/03/06/pandangan-ulama-ahlus-sunnah-wal-jamaah-tentang-syiah/

Ada lagi yang menulis Syi’ah punya Ka’bah sendiri di Iran lengkap dengan fotonya bahkan ada pula Videonya. Padahal saya lihat itu cuma Stadion Olahraga yang dijadikan tempat Manasik Haji agar orang bisa berhaji, terutama Thawaf dengan benar. Di Indonesia juga banyak foto seperti itu. Ini dia:

Kabah Buatan

Kabah Buatan

Thawaf adalah 1 Rukun Haji dan Umrah. Jika tidak dilakukan, Haji dan Umrahnya tidak sah. Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7x. Ada hal2 dan bacaan2 khusus yang harus dilakukan saat di depan Hajarul Aswad, Pintu Ka’bah, Rukun Yamani, Rukun Iraqi, dsb. Jadi kalau tidak ada Manasik Haji dengan memakai Ka’bah buatan, dan langsung praktek di Ka’bah yang asli, bisa2 Thawafnya tidak betul.

Bagi yang sudah mengikuti Manasik Haji tentu latihan/belajar Thawaf di depan Ka’bah buatan hal yang biasa termasuk di Indonesia. Cuma oleh kelompok Ahli Fitnah dari Najd, hal2 seperti itu bisa dijadikan fitnah buat mengelabui orang awam. Alhamdulillah saya sudah 2 x ke ke Mekkah. Sebelum Kuota haji diberlakukan, ada banyak orang Syi’ah ke Mekkah (sekitar 200 ribu orang). Tahun 2011 pun tetap ada meski sudah dikuota pemerintah Arab Saudi sekitar 60 ribu jema’ah haji/tahun. Jadi keliru jika ada yang bilang mereka punya Ka’bah sendiri. Yang benar adalah Ka’bah buatan untuk belajar Thawaf. Ini foto2 orang Syi’ah (dalam lingkaran merah) di Masjid Nabawi. Di Masjidil Haram saya tidak memfotonya, namun mereka sholat dengan tangan lurus (sedekap tangan adalah Sunnah):

Syi'ah di Masjid Nabawi

Syi’ah di Masjid Nabawi

Tentu saja di Indonesia yang mayoritasnya Sunni ini, sebaiknya kita bermazhab Syafi’ie. Jika tidak NU, ya Muhammadiyyah. Sebab di luar itu terkadang bersikap amat ekstrim.

https://kabarislam.wordpress.com/2013/02/09/sunni-dan-syiah-beda-aqidah-dan-tak-mungkin-bersatu/

Referensi:

http://brabosh.com/2012/10/03/pqpct-kpg/

http://www.hirhome.com/iraniraq/plo-iran2.htm

http://iranpoliticsclub.net/photos/arafat-IRI/index.htm

http://occupiedpalestine.wordpress.com/2011/03/22/shaheed-sheikh-ahmad-yasin/

Iklan

7 Tanggapan

  1. pendapat anda tentang ka”bah di iran?
    apa itu kurang jelas.saya rasa itu sudah cukup jelas

  2. Kadang juga dalil mengkafirkan orang Syi’ah tidak benar. Misalnya Syi’ah punya Ka’bah palsu di Iran. Padahal itu Ka’bah buatan untuk Manasik Haji. Thawaf (Rukun Haji dan Umrah) itu kan ada hal2 dan bacaan2 khusus saat di Hajarul Aswad, Pintu Ka’bah, Rukun Yamani, Rukun Iraqi, dsb. Kalau kita tidak paham bentuk2/bagian2 Ka’bah dan langsung terjun bebas di Ka’bah yg asli, bisa2 Haji dan Umrahnya tidak benar. Ini contohnya: https://kabarislam.files.wordpress.com/2013/02/kabah-buatan.jpg

    Alhamdulillah saya sudah 2 x ke ke Mekkah. Sebelum Kuota haji diberlakukan, ada banyak orang Syi’ah ke Mekkah (sekitar 200 ribu orang). Tahun 2011 pun tetap ada meski sudah dikuota pemerintah Arab Saudi sekitar 60 ribu jema’ah haji/tahun. Jadi keliru jika ada yang bilang mereka punya Ka’bah sendiri. Yang benar adalah Ka’bah buatan untuk belajar Thawaf.

    Dan kalau ada yg sesat, lihat dulu siapa pelakunya. Kalau Imamnya Ali Khamenei atau presidennya Ahmadinejad yg melakukan itu, baru kita bisa menuduh semua Syi’ah itu sesat. Tapi kalau cuma tokoh aliran sesat seperti Lia Eden, Mosadeg, Eyang Subur guna menggeneralisir semua Muslim di Indonesia sesat, itu tidak benar.

    Jadi kita harus benar2 belajar Al Qur’an dan Hadits dan harus faqih agar tidak tersesat. Kita tidak perlu masuk Syi’ah. Tapi mengkafirkan semua Syi’ah pun bahaya sebab kata kafir itu bisa berbalik ke kita jika tidak benar.

  3. saya terkesan dengan uraian dan pendapat bali saudara2 sekalia. beginilah hendaknya kita menyikapi perbedaan mazhab diantara kita.

  4. Bisakah Sunny – Syiah rukun dan toleransi di antara keduanya dlm menghadapi situasi zaman yg membutuhkan persatuan umat Islam?. Sy berharap itu bisa terjadi dgn alasan syhadat sama, kitab suci sama, sholat sama (hakekatnya terserah ALLAH jalla jalaluh). Cuma yg sy ragu mas @admin, bisakah Syiah mau membersihk an kitab – kitab rujukannya dari anasir2 celaan pd shahabat. Sy dl pernah baca2 buku Syiah klu tidak salah namanya Biharul Anwar (ada byak jilid) d perpus sebuah pesantren d Jawa Timur. Seingat sy klu tidak salah di antara isinya ada nukilan “hadits” yg mencela Syaikhoin (Sayiyidina Abu Bakar as-Shiddiq , Umar bin Khottob dan sayyidah Aisyah -radliyallahu anhum wa sairishohabati ajma’in-. ). Sy agak pesimis dalam tataran epistimologi, krn menyangkut sumber rujukan yg ada pada Syiah. Tapi klu sdh dengar berita bom intihar/istimata di Iraq, perang Suriah, batin sy ngebet seandainya umat ini bersatu. Di barat gerakan masuk Islam makin menggeliat semntara d negara2 muslim sebagian cakar2an. dan ada stu hal yg sy ngenes mendengarnya bila ada yg mengatakan Syiah agama tersendiri. waspada pd gerakan Syiah memang harus tapi menyampaikan dgn kata kafir, musyrik apa kira2 tidak menimbulkan akumulasi kebencian yg akhirnya terjadi pertumpahan darah. Waktu di acara Mata Najwa (metro TV) nara sumbernya di tanya “apakah orang – orang itu (korban yg rumahnya di bakar) tahu apa itu Syiah?. nara sumbernya menggeleng dn menagatakan bahwa mereka tak tahu apa2. Miris bukan…. sepertinya mereka awam sekali akan silang sengkarut ikhtilaf antar madzhab. tapi harus kehilangan miliknya dan mengungsi dgn kondisi pasti serba tidak nyaman.
    Coment ini sebagai curhat semata dari perasaan hati yg gundah dan bingung akan kondisi skrg . Hakekatnya sy tak tahu.

  5. Jika Nabinya Muhammad SAW, dan kitabnya Aqur`an
    seharusnya mereka bersaudara , biarlah Allah yg menilai siapa yg terbaik diantara kita ibadah nya & manfaat nya.
    Allahu Akbar ,

  6. Terima kasih. Ini sangat mencerahkan bagi kita yang mencintai perdamaian dalam Islam

  7. setuju sama yang di atas, selama tuhan kita satu, tiada tuhan selain Allah, dan tujuan hidup kita satu inna sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin, maka anda dan saya saudara, siapa bilang syiah dan sunni tidak bisa bersatu, pasti bisa, dimulai dari pribadi masing masing.

    “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat petunjuk”

    (Q.S. Ali Imron ayat 103)

    mohon jangan gunakan kata taqiya, siapakah kamu yang bisa mengetahui seseorang lagi berdusta atau tidak.

    siapakah yang lebih dekat tali persaudarannya, muslim dengan kristen, muslim dengan yahudi, ataukah suni dan syiah

    kita hidup di negara yang sama dengan kristen, hindu, budha, kenapa dengan saudara yang lebih dekat kita saling bermusuhan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: