Iklan

Paris Hilton Buka Mall Beberapa Meter dari Masjidil Haram

Paris Hilton

Paris Hilton (Pemilik Hotel Hilton) Tweet: Senang membuka Mallnya hanya beberapa meter dari Masjidil Haram. Mall dan Hotel Hilton berdiri dekat Masjidil Haram. Dekat Ka’bah. Sementara rumah Nabi di Mekkah justru dihancurkan.
Bagaimana Fatwa ulama Wahabi tentang ini? Bid’ah tidak?
https://kabarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/

Bagaimana mungkin kaum Salafi/Wahabi yang mendominasi Islam di Arab Saudi memurnikan Sunnah Nabi jika perintah Allah saja mereka langgar seperti membiarkan orang-orang kafir seperti Hilton, Sheraton, Intercontinental, dsb mendirikan hotel tepat di depan Masjidil Haram? Bukankah ini bertentangan dengan perintah Allah?

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” [At Taubah 17-18]
http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/

Jangan sampai Hotel dan Mall milik orang2 Kafir bertebaran di tanah suci Mekkah. Sementara rumah dan makam keluarga Nabi malah dihancurkan.

Sehubungan ada yang protes kenapa Ka’bah yang Mulia disandingkan dgn wanita yang nyaris telanjang. Bukankah itu menghina kesucian Ka’bah?

Insya Allah tak ada maksud penulis menghina Ka’bah. Ini justru untuk menyadarkan kaum Islam betapa wanita yang nyaris telanjang di atas bisa memiliki Hotel Hilton dan Mal Hilton yang lokasinya boleh dikata berdampingan dengan Masjidil Haram. Berdampingan dengan Ka’bah. Pantaskah itu? Penulis bisa saja menghapus gambar tsb. Tapi bagaimana dgn Hotel dan Mal Hilton yg ada di samping Masjidil Haram? Di tanah suci?

Sesungguhnya Allah dalam Al Qur’an juga biasa menyandingkan sesuatu yang mulia dengan sesuatu yang amat buruk. Bukan untuk menyamakan. Tapi untuk menyadarkan kita bahwa yang mulia itu beda dengan yang buruk. Ini contohnya:

“… Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang..” [Ar Ra’d 16]

“…Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” … [Az Zumar 9]

“Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?” [Huud 24]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: