Iklan

Ketika AS dan Israel Menyerang Iran: Anda Memihak Siapa?

Yahudi dan Nasrani menghina Nabi Muhammad dalam kartun di atas

Kalau Syi’ah dibanding kaum Yahudi dan Nasrani masih mending. Mereka masih menyembah Allah, membaca Al Qur’an, dan memuliakan Nabi Muhammad. Sedang kaum Yahudi dan Nasrani menyebut Allah sbg Iblis, membakar Al Qur’an, dan menghina NabiMuhammad sebagai pedofil segala macam. Bahkan Yahudi berulangkali mencoba membunuh Nabi dgn melempar batu dan meracun Nabi. Saya tahu karena sering berdebat dng mereka. Silahkan baca:

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/bukti-allah-adalah-iblis-krn-butuh-tumbal-anak-sendiri-t41886/ https://kabarislam.wordpress.com/2011/12/14/fitnah-salafi-wahabi-terhadap-iran/

PERIHAL Yahudi Nasrani Syi’ah
Menghina Allah

V

V

X

Menghina Al Qur’an

V

V

X

Menghina Nabi Muhammad

V

V

X

Bantai Muslim di Palestina

V

V

X

Bantai Muslim di Iraq,Afghanistan,Pakistan

V

V

X

Bela Hizbullah (Syi’ah) dan HAMAS (Suni)

X

X

V

Saya buat matriks perbandingan di atas agar ummat Islam bisa lebih jernih dalam berpikir.

Bagi yg pernah Haji dan Umrah tentu akan shalat bersama ummat Islam baik itu Sunni atau pun Syi’ah di Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Iran pun termasuk anggota Organisasi Konferensi Islam. Ini karena meski beda dgn Sunni, Syiah itu tetap Islam.

Yg saat ini membantai jutaan Muslim di Palestina, Iraq, Afghanistan, dan Pakistan adalah Israel dan AS. Bukan Iran. Jadi kalau saat perseteruan antara Israel dan AS dgn Iran mereka berpihak pada Israel dan AS, mereka bukan Muslim yg baik.

Silahkan lihat foto-foto kebiadaban Israel:

http://media-islam.or.id/2007/11/19/foto-foto-kekejaman-tentara-israelhttp://media-islam.or.id/2007/11/19/foto-foto-kekejaman-tentara-israel

Tentara AS pun tak kalah biadabnya membantai ummat Islam di Afghanistan:

Silahkan lihat foto-foto selengkapnya di:

https://kabarislam.wordpress.com/2011/11/11/kebiadaban-tentara-as-di-afghanistan/

Kita lihat bagaimana Pendeta Terry Jones berulang-kali membakar Al Qur’an. Begitu pula beberapa pendeta lainnya:

Foto di atas menunjukkan bagaimana para pendeta Nasrani seperti Terry Jones membakar Al Qur’an. Sementara beberapa Syi’ah di Masjid Nabawi Madinah justru dengan khusyuk membaca Al Qur’an. Bagaimana mungkin pembakar Al Qur’an dikatakan lebih mulia daripada pembaca Al Qur’an?

pernyataan kaum Salafi Wahabi yang mengatakan lebih baik berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani ketimbang kaum Syi’ah sebetulnya bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab kaum Yahudi dan Nasrani itu bukan cuma mengingkari sahabat, namun juga Allah, Kitab Al Qur’an, dan Nabi Muhammad.

Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/

Saat Salman Rushdie menulis buku “Ayat-ayat Setan” (Satanic Verses) yang menghina Allah, Nabi Muhammad, dan Istri-istri Nabi, boleh dikata Khomeini-lah yang mengeluarkan Fatwa Hukuman Mati untuk Salman Rushdie di tahun 1989 sehingga Salman hingga sekarang bersembunyi ketakutan di Inggris:

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/10/13/139770-salman-rushdie-buat-memoar-selama-dalam-persembunyian

Coba pelajari Surat Ar Ruum (Romawi) dan Asbabun Nuzulnya. Aqidah penduduk Rum yg Nasrani yg mempertuhankan Yesus itu Syirik. Dosa. Namun mereka lebih mending ketimbang kaum Kafir Persia yg saat itu menyembah berhala. Saat kaum Romawi dikalahkan, Nabi sedih dan berharap mereka menang karena masih ada kesamaan: sama2 Ahli Kitab.

غُلِبَتِ ٱلرُّومُ

Telah dikalahkan bangsa Rumawi

فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

di negeri yang terdekat (Suriah dan Palestina) dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang

فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍۢ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ

dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. ” [Ar Ruum 2-5]

Asbabun Nuzul (sebab2 turunnya Al Qur’an Surat Ar Ruum: Bangsa Rumawi adalah satu bangsa yang beragama Nasrani yang mempunyai Kitab Suci sedang Bangsa Persia adalah beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu saling perang memerangi. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Rumawi oleh bangsa Persia, maka kaum musyrik Mekah menyambutnya dengan gembira karena berpihak kepada orang musyrikin Persia. Sedang kaum muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah ayat ini dan ayat yang berikutnya menerangkan bahwa bangsa Rumawi sesudah kalah itu akan mendapat kemenangan dalam masa beberapa tahun saja. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun sesudah itu menanglah bangsa Rumawi dan kalahlah bangsa Persia. Dengan kejadian yang demikian nyatalah kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran Al Quran sebagai firman Allah.

Setelah masuknya Persia ke dalam Islam, menurut Nabi mereka kokoh memeluk Islam. Insya Allah sabda Nabi adalah benar karena beliau maksum: Keutamaan Persia (Iran)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618)

Sebaliknya Nabi dalam Nubuwatnya menyatakan bahwa ummat Islam akan memerangi kaum Yahudi hingga habis:

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” [HR Muslim no. 2922, Imam Ahmad no. 27502 dan 10476,  Bukhari no. 2926]

Untuk itulah kita perlu menjaga Persatuan Islam. Ukhuwah Islamiyah. Agar ummat islam tak jadi buih yg mudah diadu-domba.

Habib Riziq dan FPI yg Aswaja dan sering dianggap ekstrim saja peduli dgn Iran karena masih menganggapnya sama2 Muslim. Ini tulisan FPI:

Setelah Irak selesai maka kasus berikutnya juga mudah ditebak, yakni Iran. Republik Islam itu lalu diincar sebagai sasaran baru untuk ditaklukkan. Namun tentu harus ’mencari legitimasi baru’ karena alibi penyerangan Irak yang penuh penipuan sudah terbuka kedoknya. Sejak revolusi Iran 1979 yang dipimpin Ayatollah Khomeini, Iran tidak lagi menjadi ’boneka’ Barat seperti zaman Syah Pahlevi sebelumnya. Sebagai Republik Islam, pemerintahan Iran berhasil segera menonjol sebagai sebuah negeri muslim yang berdaulat penuh, mandiri, dengan pemerintahan yang teratur dan stabil, kemakmuran rakyatnya semakin merata dan maju, penguasaan ilmu-teknologi bergerak pesat ke depan, kemampuan militernyapun bertambah kuat. Bagaimana cara menjatuhkan Iran yang semakin kokoh seperti itu? BISAKAH ANDA MENEBAK SEANDAINYA ANDA MEMANG MAU MEMANGSA IRAN? 

http://fpi.or.id/index.php?p=detail&nid=425

Tulisan persatuan ini bagus. Lebih bagus lagi jika diamalkan. Jgn sampai kita tolak dgn dalih mereka bukan Muslim:

http://thaybah.or.id/manhaj/pentingnya-solidaritas-islami-dan-menjaga-ukhuwah-islamiah.html Padahal mengkafirkan orang shalat itu dosa. Jika kita umrah/haji tentu kita shalat bersama orang2 Suni dan Syiah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi: Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)

Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)

Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?” [HR Bukhari dan Muslim]

http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/

Silahkan baca juga:

http://media-islam.or.id/2012/01/11/rekomendasi-mui-tentang-syiah/

Referensi:

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/10/13/139770-salman-rushdie-buat-memoar-selama-dalam-persembunyian

Pada 1988, Rushdie menulis novel yang diberi judul The Satanic Verses yang melecehkan Alquran. Akibat bukunya itu, umat Islam pun marah. Bahkan mendiang pemimpin Iran, Ayatollah Khomeini, pada 1989 mengeluarkan fatwa hukuman mati bagi dirinya. Setelah itu, dia menghilang dan tinggal di sebuah tempat persembunyian yang dirahasiakan sampai sekarang. Namun, beberapa kali, dia terlihat menghadiri acara publik.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Betul sekali…
    Tidak semua syiah itu sesat. Sy pernah ikut pengajian syiah…pernah bbrp kali mengikuti pengajian yg dipimpin ustadz2 Syiah. Tidak ada satu pun yg saya temui mereka menjelek2an salah satu dr sahabat Nabi Muhammad Saw, begitu pun dg istri2 Nabi Muhammad Saw begitu dimuliakan oleh mereka.
    Ustadz2nya begitu lembut, dan sangat kental dg ilmu tasawuf…

    Kalau pun ada syiah sesat, sepertinya itu hanya sempalannya saja….
    Syiah yg tidak sesat termasuk ke dalam ahlusunnah wal jama’ah…jd mrk adalah saudara2 seiman kt jg 🙂

    • Berarti anda belum membaca buku2 ulma syiah. klo cma kajian bisa di manipulasi klo di tmpat umum. atau coba cari tau sejarah musa al-khazim salah satu imam kaum syiah, anda akan tau siapa syiah.

      • Saudara Qilon mungkin tahu tentang Syi’ah dari ulama Wahabi. Jadi pendapatnya semua Syi’ah itu kafir. Padahal kenyataannya mereka dibolehkan Naik Haji ke Mekkah. Jika kafir tentu tak boleh.
        Kalau menurut mayoritas Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, tidak semua Syi’ah itu sesat. Ada pula yg lurus. Di antara yg berpendapat begitu: Habib Rizieq Syihab, Yusuf Qaradhawi, Mufti Mesir Ali Jum’at, Syekh Al Azhar Tantawi, Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Quraisy Syihab, Said Agil Siradj, dsb. Kalau kafir, tentu jemaah haji Syi’ah asal Iran tidak boleh berhaji ke Mekkah. Silahkan baca:
        https://kabarislam.wordpress.com/2012/03/06/pandangan-ulama-ahlus-sunnah-wal-jamaah-tentang-syiah/

  2. Sesuai Fatwa MUI: Sunni beda dgn Syi’ah terutama masalah Imamah (Pemerintahan):
    https://kabarislam.wordpress.com/2012/01/02/mui-syiah-tak-sesat/
    Tapi insya Allah masih sama2 Islam.

    Habib Rizieq juga menegaskan:
    FPI: Syiah dan Sunni Harus Saling Menghormati
    JAKARTA – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta penganut aliran Syiah dan Sunni saling menghormati.
    http://news.okezone.com/read/2011/02/16/340/425236/fpi-syiah-dan-sunni-harus-saling-menghormati

    Cuma memang kalau di wilayah yang mayoritas Sunni tiba2 didirikan Pesantren Syi’ah seperti di Sampang, itu bisa menimbulkan konflik.
    Jangankan antara Sunni dgn Syi’ah. Aswaja dgn Muhammadiyyah atau Wahabi saja bisa bentrok.

    Jadi harus hati2.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: