Iklan

Malaysia vs Indonesia – Jika 2 Muslim Berkelahi, Keduanya Masuk Neraka!

Kelihatan sekali rekayasa Yahudi (macam George Soros yang bolak-balik ke Indonesia) dengan antek-anteknya untuk mengadu-domba antar ummat Islam seperti Indonesia dgn Malaysia.

Terakhir adalah isyu DKP yang tidak bersenjata yang menangkap nelayan Malaysia kemudian akhirnya ditangkap polisi Malaysia yang bersenjata. Kesalahan Indonesia yang tidak menggunakan angkatan bersenjata seperti TNI AL atau Polri Air yang bersenjata dalam menangani “penyusup” akhirnya dituduhkan kepada Malaysia dan jadi alasan untuk perang melawan Malaysia.

Padahal Malaysia yang sebetulnya satu suku, satu bahasa (sama2 suku Melayu dan berbahasa Melayu dengan Indonesia), juga mayoritas beragama Islam. Mereka juga menyediakan 1,7 juta lowongan kerja yang upahnya lebih layak ketimbang di Indonesia saat di Indonesia pengangguran merajalela.

Sementara negara lain seperti Singapura yang mayoritas kafir dan telah merampas 100 km2 wilayah Indonesia dengan “Impor Pasir” serta mencuri ratusan trilyun rupiah dari Indonesia dengan menjadi tukang tadah hasil para koruptor Indonesia justru aman dari serangan Indonesia.

Sabda Nabi, jika 2 Muslim berperang/saling bunuh, maka keduanya masuk neraka.

Hendaknya ummat Islam terhindar dari tipu daya Yahudi dan antek2nya yang gemar mengadu domba ummat Islam. Kaum Yahudi sudah berpengalaman dalam mengadu-domba ummat Islam. Contohnya Suku Bani Aus dan Khazraj yang sama-sama Muslim nyaris berperang karena kaum Yahudi berhasil membakar semangat kebangsaan/kesukuan mereka. Banyak pula perang yang terjadi karena didukung/didanai Yahudi seperti halnya perang Inggris melawan Perancis zaman Napoleon yang didanai oleh Yahudi Rothschilds yang menguasai keuangan Inggris.

Kalau ummat Islam di Indonesia dan Malaysia lemah karena perang, kaum Yahudi dan Nasrani mudah sekali untuk menguasai ummat Islam di kedua negara tersebut. Silahkan baca bagaimana sebagian besar kekayaan alam Indonesia dikuasai pihak/asing/kafir/Yahudi sehingga mereka kaya dan ummat Islam miskin:

http://syiarislam.wordpress.com/2010/02/10/yahudi-kuasai-ekonomi-indonesia/

Solusi untuk menghindari perang/konflik antara Malaysia vs Indonesia atau negara2 Islam lainnya adalah dengan mendirikan 1 negara Islam yang membentang dari Maroko hingga Merauke.

Mudah2an artikel di bawah mencerahkan pikiran dan hati kita.

Nasehat Allah via Al Hujuraat untuk Kasus Indonesia vs Malaysia

peta Indonesia dan Malaysia Bersatu

Pada kasus ketegangan antara Indonesia vs Malaysia di mana kedua penduduk kedua negara saling hina bahkan mengancam saling perang, ada baiknya kita kembali pada petunjuk Allah yang tercantum dalam surat Al Hujuraat.

[49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ayat di atas berkaitan dengan seorang fasik yang menyiarkan kabar bohong kepada Nabi bahwa suku X tidak mau bayar zakat dan bahkan ingin membunuhnya. Namun Nabi tidak begitu saja percaya berita itu dan menyerang mereka. Nabi mengirim utusan ke suku X untuk menanyakan kebenarannya.

Celakanya rakyat Indonesia dan Malaysia yang mayoritas Muslim banyak yang mempercayai begitu saja berita-berita yang disiarkan oleh kaum kafir dan sekuler tanpa mau memeriksa kebenarannya atau chek and recheck kepada pihak tertuduh. Tahun 1966 Indonesia dan Malaysia pernah perang. Sekarang juga nyaris perang.

Para ulama juga banyak yang tidak menyadari pentingnya penguasaan Media Massa agar ummat Islam tidak dijejali oleh berita yang disiarkan kaum kafir dan sekuler. Ummat Islam baru menguasai media cetak dan radio yang pemirsanya cuma 500 ribu atau kurang. Belum mampu menguasai TV yang bisa mempengaruhi 100 juta orang lebih sekali siaran.

Tak heran akhirnya pikiran ummat sesuai dengan opini publik yang dibentuk oleh kaum kafir dan sekuler.

[49.7] Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

[49.8] sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Saat Nabi ada, masih begitu mudah mengingatkan ummat dengan firman Allah karena mereka cinta pada keimanan dan benci pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Sayangnya sekarang tidak ada tokoh sekelas Nabi yang dihormati ummat. Lebih parah lagi, ummat meski sudah diingatkan dengan firman Allah, Al Qur’an, tidak mau mengimaninya dan mengamalkannya. Sebagian tetap saja membangkang seperti Iblis yang sombong mentaati perintah Allah.

[49.9] Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.  Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kita tahu mayoritas penduduk Indonesia dan Malaysia adalah Muslim. Hanya segelintir yang kafir dan mungkin jadi biang pengadu-domba. Oleh karena itu hendaknya kita berusaha mendamaikan mereka.

Aneh rasanya jika kaum kafir dan sekuler berusaha “mendidik” ummat Islam untuk toleran dan cinta damai terhadap kaum kafir AS, Israel, dan Eropa yang membantai ummat Islam di Iraq, Palestina, dan Afghanistan. Namun di sisi lain mereka menggunakan media massa yang mereka miliki untuk mengadu-domba ummat Islam Indonesia dengan Malaysia.

[49.10] Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Ayat di atas merupakan firman Allah yang menyatakan mukmin itu bersaudara. Jadi harus berdamai.

[49.11] Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

[49.12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Allah memerintahkan ummat Islam untuk tidak saling mengejek atau menghina. Allah juga melarang kita berburuk-sangka, mencari kesalahan orang, dan membicarakan keburukan orang karena itu sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.

Terakhir Allah menegaskan bahwa kita semua adalah saudara karena memiliki nenek moyang yang sama, yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa.

[49.13] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Baru setelah itu dijadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Kita harus tahu bahwa negara Indonesia itu baru muncul tahun 1945 setelah bebas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Itu pun petanya berubah di mana Papua baru masuk tahun 1966 dan Timor Timur masuk di tahun 1976 untuk kemudian keluar lagi dari Indonesia. Malaysia pun baru merdeka tahun 1957 dari penjajahan Inggris.

Tapi di zaman sebelum penjajahan Portugis, Belanda, dan Inggris, baik Indonesia dan Malaysia pernah bersatu beberapa kali yaitu pada Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Kerajaan Malaka. Bahasa Melayu yang merupakan bahasa persatuan wilayah itu pun merupakan sumber dari Bahasa Indonesia.

Bangsa Indonesia dan Malaysia terpisah dalam 2 negara kurang dari 70 tahun. Tapi kita pernah tergabung dalam 1 negara di Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Malaka selama ratusan tahun.

Ummat Islam itu satu. Bersaudara. Jangan biarkan ilusi negara yang berubah-rubah peta dan pemerintahannya seiring perkembangan zaman memecah-belah persatuan ummat Islam!

Dulu negara Islam/Kekhalifahan Islam membentang dari Spanyol hingga Ternate. Tidak ada konflik antar ummat Islam karena beda negara. Jadi solusi agar tidak terjadi perang antara Indonesia dengan Malaysia atau pun antar negara Islam lainnya adalah dengan membentuk 1 negara Islam yang meliputi seluruh ummat Islam di berbagai penjuru dunia.

Nabi berkata, jika 2 muslim berperang atau saling bunuh, maka keduanya masuk neraka, tak peduli dia dari suku, bangsa, atau negara yang berbeda:

Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

Nabi juga berkata bahwa orang yang marah karena fanatisme golongan/kebangsaan, maka jika dia mati dia mati dalam keadaan jahiliyah/kafir:

Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau marah karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka mati dalam keadaan jahiliyah. (HR. An-Nasaa’i)

Hendaknya kita ummat Islam setelah mempelajari ayat Al Qur’an dan Hadits di atas segera taat dan tunduk. Sami’na wa atho’na. Tidak membangkang seperti Iblis.

http://berita.liputan6.com/sosbud/200910/247117/Malaysia.Bantu.Korban.Gempa.Sumbar

Malaysia Bantu Korban Gempa Sumbar

Rinaldo

11/10/2009 15:06

Liputan6.com, Padang: Pemerintah Malaysia memberikan bantuan sebesar US$ 1 juta untuk perbaikan infrastruktur dan bangunan publik yang rusak di Sumatra Barat akibat gempa bumi pada 30 September lalu. Bantuan tersebut secara resmi diserahkan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Padang, Ahad (11/10).

Menurut Ahmad Zahid, bantuan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, gedung pemerintahan serta fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sekolah yang rusak akibat gempa. Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah mengirimkan bantuan yang diangkut dengan 15 pesawat terbang khusus yang juga membawa 15 tim relawan. Mereka langsung bergerak ke lokasi bencana pascagempa.

http://media-islam.or.id/2009/10/11/pelajaran-surat-al-hujuraat-untuk-kasus-indonesia-vs-malaysia/

Mengapa Kita Beraninya Hanya pada Malaysia?

Thursday, 26 August 2010 14:01
E-mail Print PDF

Apakah kita akan tetap  “berperang” dengan Malaysia atau mempertahankan persaudaraan besar bernama “rumpun Melayu?”

Oleh: Afriadi Sanusi*

SEORANG Profesor Singapura menulis dalam sebuah artikelnya; Kebanyakan rumah mewah yang ada di Singapura, Kebanyakan uang yang beredar di Singapura adalah punya orang Indonesia. Kebanyakan pembangunan yang ada di Singapura, dibangun dari uang yang datangnya dari Indonesia. Dan di saat Singapura mengadakan Grand Sale setiap tahunnya, lebih 2 juta orang Indonesia datang belanja ke sana..”

Seorang sahabat di Singapura pernah mengatakan, “dari jalan ini sampai ke ujung sana dulunya adalah lautan, dan sekarang menjadi daratan cantik yang ditimbun dengan pasir yang didatangkan dari pulau-pulau kecil di Riau”.

Apa yang sebenarnya kita dapatkan dari Singapura?

Pertama, TKI laki-laki dari Indonesia diharamkan bekerja dan mencari nafkah di Singapura seperti di bidang pembangunan, kuli kasar, buruh dan sebagainya. Singapura lebih memilih warga negara lain daripada WNI, dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

Kedua, banyak orang mengatakan dan dari sumber lainnya, “Satu per satu pulau-pulau kecil di Riau hilang karena pasirnya diangkut ke Singapura.

Ketiga, identitas orang Melayu yang identik dengan Islam seperti istana, rumah, perkampungan orang Melayu, dihilangkan. Adat dan budaya melayu dimuseumkan. Azan diharamkan menggunakan pengeras suara di semua masjid dan surau di Singapura.

Keempat, pemerintah Singapura melayani dan melindungi koruptor RI yang telah membuat rakyat RI sengsara selama ini  (karena hak-hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan, rumah sakit, infrastruktur, makan dan tempat tinggal yang baik terjajah dan terzalimi), dengan tidak mau menandatangani perjanjian ekstradisi.

Kelima,
banyak rakyat, nelayan dan petugas kita diacungi senjata berat dan diusir dengan pengeras suara karena disangka telah melintasi garis batasan laut kepunyaan Singapura.

Malaysia Lebih Baik dari Singapura

“Sejahat” apapun Malaysia, saat ini ada 2 juta orang lebih WNI yang sedang mencari rezeki di Malaysia untuk nafkah keluarga mereka di RI. Triliyunan uang TKI dikirim ke Indonesia setiap tahunnya. Dapat dibayangkan, bagaimana dampak sosial, ekonomi dan budaya yang akan berlaku di Indonesia kalau TKI pulang sekaligus.

Faktanya, TKI-lah sebenarnya “pahlawan” yang harus dilindungi, karena mereka penyumbang devisa negara. Di saat lain, ada banyak institusi yang keberadaannya hanya menghambur-hamburkan uang negara. Kegunaan mereka sangat perlu dipertanyakan di saat keberadaan mereka tidak memberikan manfaat yang berarti kepada rakyat. Ibarat pepatah Arab, ”wujuduhu ka adamihi.” (adanya seperti tidak adanya). Dengan kata lain, ada atau tidak adanya mereka, sama saja. Tak memberi manfaat.

Ribuan orang Indonesia sedang belajar S2 & S3 di Malaysia saat ini. Kebanyakannya mendapat bantuan atau keringanan biaya dari pemerintah Malaysia dan banyak juga yang sambil bekerja. Uang kuliah di perguruan tinggi negeri Malaysia lebih murah dari Indonesia. Kualitas, infrastruktur dan kemudahan lainnya jauh lebih baik dari di Indonesia tentunya.

Sebagai warga asli Indonesia, penulis tidak merasa sakit hati kalau ditilang oleh polisi Malaysia. Karena kami yakin, uang itu pasti akan masuk ke dalam kas negara untuk pemerintah Malaysia memperbaiki jalan, jembatan, lampu jalan yang aku gunakan setiap hari di negara ini.

Sebalinya, saya sering sakit hati jika ditilang oleh polisi Indonesia. Karena kami yakin, uang itu belum tentu masuk kas negara. Bahkan ada yang masuk pribadi polisi, keluarga dan golongannya tanpa dikembalikan kepada ke negara untuk membangun infrastruktur.

Lalu yang sangat mengherankan, isu-isu yang sebenarnya bisa diselesaikan di tingkat diplomat, tetapi menjadi barang dagangan pasar yang dikonsumsi oleh rakyat umum. Boleh jadi isu ini sepertinya dimanfaatkan oleh segelintir orang yang memang memiliki agenda, bagaimana supaya Islam, Melayu dan Nusantara yang kaya dengan SDM & SDA ini, tidak menjadi sebuah kekuatan. Mengapa rakyat di negaraku begitu mudah emosi?

Pengalihan Isu

Isu-isu penangkapan Abubakar Ba‘asyir, isu VCD porno artis, isu teroris, dan sebagainya, faktanya tidak berhasil mengalihkan perhatian rakyat terhadap berbagai skandal perampokan uang rakyat melalui kasus BLBI, Century, Rekening Gendut Polisi, kenaikan BBM dan harga bahan pokok, penangkapan Susno Duadji, buruknya birokrasi dan pelayanan publik, maraknya korupsi, pelemahan KPK, gagalnya sebuah kepemimpinan, meningkatnya jumlah kemiskinan, pengangguran, perbuatan kriminal, buta huruf dan gagalnya hampir setiap departemen dan institusi pemerintahan, dalam memberikan manfaat keberadaan mereka yang berarti kepada rakyat.

Isu “memanasnya” hubungan Indonesia-Malaysia tidak akan membuat rakyat lupa terhadap semua penipuan, pembodohan dan “perampokan” uang rakyat yang telah, sedang dan akan berlaku.

Damaikanlah Saudaramu

Pakar Melayu Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari  Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam sebuah wawancara khusus dengan hidayatullah.com [“Ada Kuasa Besar Halangi Terbentuknya Melayu Raya], mengatakan, dalam buku-buku sejarah Melayu yang ditulis sebelum perang dunia ke-2, seperti “Sejarah Melayu” yang ditulis oleh Abdul Hadi dan Munir Adil, wilayah Semenanjung dan Indonesia dianggap sebagai alam “Melayu Raya”. Mereka menamakan tanah Melayu; Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Johor, Kelantan, Pattani, dan lainnya sebagai “alam Melayu”, atau di Indonesia dikenal istilah Nusantara. Yaitu wilayah Semenanjung tanah Melayu dan gugusan tanah Melayu.

Sejarah ini diajarkan kepada pelajar-pelajar Melayu sebelum Perang Dunia ke-2. Saat itu, ada semangat untuk memulai kembali bersatunya Melayu. Intinya, ada hasrat untuk bersatu.

Kalau mau jujur, semua suku di Indonesia ada di Malaysia: Jawa, Bugis, Aceh, Minang.  Kini banyak orang Jawa di Johor, juga di Selangor. Termasuk banyak warga Aceh di Malaysia. Negeri sembilan sebagian penduduknya dari Minangkabau. Bahkan Sultan Selangor itu berasal dari Bugis.

Jadi seharusnya, semangat kita (Indonesia dan Malaysia) adalah semangat “satu rumpun”  untuk bekerjasama untuk bangunkan alam Melayu ini. Hanya saja, jika berpecah, mustahil, bangsa Melayu tumbuh menjadi bangsa yang besar.

Aksi ingin mengajak perang dengan Malaysia, pelemparan kotoran ke Kedutaan Malaysia, sweeping warga Malaysia pasti akan menyakitkan hati  dan membuat hubungan bukan makin mendekat, tapi malah menjauh.

Walaupun gerakan LSM Bendera tidak mewakili gerakan orang-orang cerdas di Indonesia, seperti Senat Mahasiswa, Muhammadiyah, ICMI, HMI, dll., namun warga Indonesia harus lebih peka dan mencari tahu, siapakah LSM ini? Ada apa di balik  agenda mereka?

Apakah mereka bergerak untuk kepentingan partai politik tertentu, ataukah untuk menaikkan partai dan pemimpin tertentu, ataukah mereka dibiayai oleh pihak asing untuk menghancurkan rumpun Melayu?

Di sisi lain, biasanya, isu-isu yang akan memungkinan pecahnya hubungan Malaysia-Indonesia jarang ditanggapi dan dibesar-besarkan media Malaysia. Namun akhir-akhir ini, khususnya pemberitaan ‘ketegangan’ hubungan Indonesia-Malaysia,   ditanggapi berbagai pihak. Termasuk pakar politik di berbagai media massa, seperti oleh Samy Vellu, Bernama dll.

Ada dua kemungkinan mengapa mereka menanggapinya. Pertama, untuk membangkitkan rasa nasionalisme rakyat menjelang hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada setiap tanggal 31 Agustus. Kedua, mungkin juga dimanfaatkan oleh keturunan China dan India Malaysia yang memang kurang suka dengan hubungan baik Indonesia-Malaysia. Karena ini akan menguatkan kepentingan mereka dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya dan pembangunan di Malaysia.

Apakah kita akhirnya memutuskan “berperang” dengan Malaysia? Apakah kita tetap ngotot mengajak perang dengan Negara yang di dalamnya banyak keturunan Melayu Riau, Palembang, Aceh, Bugis, Minang, Mandailing, Rao, Jambi, Kerinci, Jawa, karena kita seagama Islam dan satu rumpun melayu?

Di saat yang sama, sudah ratusan kali pasir kita dicuri, minyak kita diselundupkan,  tapi kenapa kita selama ini tidak membenci Singapura yang menguras minyak kita dengan Caltexnya? yang menguras  gas kita dengan Harunnya dan sebagainya, tanpa memberikan dampak yang berarti terhadap pembangunan, ekonomi dan sosial rakyat?

Apakah kita takut pada Singapura karena mereka memiliki peralatan perang yang sangat canggih dan jauh meninggalkan Indonesia? Ataukah kita sengaja dibuat takut, karena para pejabat kita banyak yang memiliki hubungan mesra dengan Singapura yang menyimpan uang mereka dalam bentuk saham dan investasi?.

Malaysia secara tidak resmi telah melarang rakyatnya datang ke Indonesia. Kalau ini berlanjut, pasti semua ini akan memberikan pengaruh terhadap perusahaan penerbangan, hotel, pariwisata, tempat berbelanja, investor di Indonesia.

Kalau sengketa ini berlanjut di tingkat pemerintah, maka akan sama-sama kita dengar, tiga, lima bulan lagi. Malaysia akan membeli peralatan perang yang baru, Amerika pula akan menawarkan “jasanya” pada TNI untuk memberikan pinjaman utang, untuk membeli peralatan perangnya yang katanya, harga sebuah kapal perang bekas saja, sama dengan harga sebuah pulau besar di Indonesia.

Namun sebelum itu terjadi, ada sebuah pesan dari al-Quran.

“Sesungguhnya orang beriman itu adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah semoga kamu mendapat rahmat.”
(QS: al-Hujurat ayat 10)

*)Penulis yang berasal dari Sumatera, PhD. Candidate Islamic Political Science, University of Malaya, Kuala Lumpur

http://www.hidayatullah.com/kolom/opini/opini/13117-mengapa-kita-beraninya-hanya-pada-malaysia

Iklan

12 Tanggapan

  1. Saya tidak bermaksud bersifat labil,
    sebelumnya perasaan membara akan kebencian kepada malaysia sangatlah berkobar,
    tp setelah baca “Jika 2 Muslim Berkelahi, Keduanya Masuk Neraka!”
    ternyata bener juga,

  2. Adem banget kalo baca tulisan diatas, damailah saudaraku…sesungguhnya kita bisa kalo kita mau!

  3. Allahuakbar, . .
    Bener 100%! !
    Kata2x abang. . .

  4. Dari Admin agar singkat dan jelas pernyataan mas Andhika langsung dijawab:

    Andhika:
    – sesama muslim haram berkelahi, juga terlarang mencaci maupun memandang rendah lainnya (sebutan indon).
    JAWAB:
    Mas Andhika, kelihatannya anda terbakar oleh semangat ashobiyyah/fanatisme kebangsaan/kesukuan. Hingga rela mati berperang di jalan ashobiyyah.

    Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau marah karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka mati dalam keadaan jahiliyah. (HR. An-Nasaa’i)

    Segelintir oknum Malaysia (mungkin orang kafirnya karena di sana juga ada yang kafir) ada yang menghina orang Indonesia dengan “Indon”.
    Tapi itu bukan alasan menyamaratakan bahwa seluruh orang Malaysia menghina Indonesia.

    Ini sama halnya dengan segelintir orang Indonesia yang menghina Malaysia dengan “Malingsia”

    Andhika:
    – sesama muslim juga dilarang keras ‘mengambil apa yg bukan Hak nya dari sodaranya’ (mengambil pulau, mengklaim budaya, dll).

    JAWAB:
    65 tahun lalu belum ada negara Indonesia dan Malaysia. Keduanya dijajah Inggris dan Belanda. Para penjajah kafir itulah yang menetapkan batas2 sehingga akhirnya satu disebut Malaysia dan lainnya Indonesia.

    Sayang perbatasannya tidak jelas, sehingga ada wilayah/pulau yang disengketakan. Setelah di bawa ke Mahkamah Internasional, ternyata yang dinyatakan menang adalah Malaysia karena Malaysia sudah bertahun2 mengelola pulau tsb. Lihat:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Ligitan

    Jadi tidak tepat jika dikatakan Malaysia mencuri pulau karena Mahkamah Internasional yang memutuskan itu milik Malaysia. Lagi pula menurut hadits Nabi, jika ada tanah kosong yang terlantar, maka yang menghidupkan/mengelolanya itulah pemiliknya:
    Nabi: “Siapa yang menghidupkan tanah (lahan) mati, maka tanah tersebut menjadi miliknya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Tarmiziy)

    Jadi jika pemerintah Indonesia mengelola pulau2 di perbatasan dengan menempatkan penduduk/nelayan atau tentara, atau minimal dengan mendirikan tugu/bendera Indonesia atau sekedar patok/pagar, niscaya pulau2 di perbatasan itu aman. Tapi jika diabaikan/ditelantarkan, menurut hadits Nabi itu milik orang yang menghidupkan.

    Lagi pula pulau Sipadan dan Ligitan itu kecil. Luas keduanya tidak sampai 1 km2 sehingga pemerintah Malaysia membatasi cuma 120 orang per hari yang boleh masuk:
    http://www.virtualmalaysia.com/destination/Sipadan%20Island.html

    Sebaliknya Singapura itu mencuri pulau2 Indonesia dengan cara “Impor Pasir” dengan harga yang amat murah sehingga luas negara mereka bertambah 100 km2 (dan terus bertambah hingga kini) sementara pulau2 di Indonesia seluas itu tenggelam!

    Jadi kenapa kita harus perang kepada Malaysia yang sama2 Muslim sementara kepada Singapura yang kafir yang mengambil tanah Indonesia lebih luas lagi justru damai?

    Kemudian harus diketahui bahwa Indonesia dan Malaysia itu serumpun. Sama2 suku Melayu. Sama2 berbudaya Melayu. Jadi budayanya memang banyak yang sama. Jadi jika ada kebudayaan yang sama, bukan berarti mereka mencuri. Tapi itu budaya kita bersama.

    Lagi pula kalau namanya mencuri, kebudayaan itu mereka ambil, kemudian kebudayaan kita hilang. Bangsa Indonesia masih punya budaya kan?

    Dengan banyaknya orang2 Jawa, Sulawesi, Sumbawa, dsb ke sana entah pindah atau sekedar jadi TKW, maka kebudayaan Jawa, Sulawesi, dsb juga berkembang di sana.

    Kemudian masalah Batik, di Australia juga ada Batik. Padahal maaf, Batik itu setahu saya bukan budaya Australia. Silahkan lihat BATIK suku Aborigin dari Australia Tengah:
    http://www.amazon.com/Across-Desert-Aboriginal-Central-Australia/dp/072410299X
    Across the Desert: Aboriginal Batik from Central Australia
    ====

    Nah kenapa tidak perang kepada Australia yang kafir?
    Kenapa justru ingin perang kepada Malaysia yang mayoritas Muslim?

    Ummat Islam jangan mau diadu-domba oleh orang2 kafir!
    Ummat Islam harus cerdas sehingga tidak terperdaya!

    Andhika:
    – Haram juga utk menyakiti secara fisik maupun psikis (nasib para TKW)

    JAWAB:
    Menyakiti siapa saja haram. Cuma jangan sampai karena ada segelintir oknum Malaysia menyiksa TKW, kita anggap semua orang Malaysia (28 juta orang) kejam dan kita bunuh mereka. Itu tindakan yang bodoh dan haram.

    Di Indonesia kasus penyiksaan pembantu hingga mati juga ada:

    Video Pembantu Dianiaya Sampai Mati
    ===

    Apa karena tindakan segelintir orang kita anggap semua orang Indonesia itu kejam dan harus diperangi?
    Tidak bukan?

    Pemerintah Indonesia harus melindungi seluruh rakyatnya dengan menuntut pelaku kejahatan agar dihukum seberat-beratnya, baik penganiayanya Warga Negara Asing atau pun WNI.

    Andhika:
    tanpa bermaksud memandang artikel ini sebelah mata, ada atau tidaknya dugaan konspirasi atau pengalihan sasaran kebencian menjadi ke Singapura… apakah point2 tsb juga ada di benak kebanyakan Rakyat Malaysia beserta pemerintahannya?

    apalah artinya seiman dan serumpun… jika utk menghargai kehormatannya saja tidak mau.

    JAWAB:
    Hendaknya kita bersikap adil.
    Firman Allah di atas cukup jelas begitu pula hadits2 Nabi.
    Apa karena terbakar semangat ashobiyyah/kebangsaan anda ingin membangkang perintah Allah dan Nabi?

    Iblis hanya karena sekali melanggar perintah Allah saja (tidak mau tunduk kepada Nabi Adam) sudah dilaknat Allah dan masuk neraka.

    Bagaimana dengan dosa orang yang membangkang beberapa perintah Allah bahkan menumpahkan darah manusia?

    Solusi dari semua ini adalah Satu Negara Islam sehingga tidak ada lagi negara2 kecil seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, dsb. Cuma ada satu negara Islam saja agar tidak ada perang antara negara2 kecil tersebut.

  5. Simplenya gini bang…

    Kita lihat dengan fakta saja ? Bukan ingin perang atau bagaimana ?
    Kita lihat saja track dari awal sampai sekarang ?
    Gimana dengan hal itu ?

    Jangan di belokan kesana kemari, sangat indah dan damai kalau semua berpikiran seperti abang, cuman kita harus lihat juga posisinya siapa dan bagaimana lawan bicara kita. (faktanya mereka sama sekali tidak sadar akan kesalahan mereka)

  6. Sebelumnya saya minta maaf, bukan bermaksud untuk menekan atau konfrontasi dengan penulis, saya hanya melakukan review atas tulisannya. Berikut beberapa hal yang ingin saya review sedikit. Maaf kalo kurang berkenan, dan harap maklum saya kurang berpendidikan.

    “Sejahat” apapun Malaysia, saat ini ada 2 juta orang lebih WNI yang sedang mencari rezeki di Malaysia untuk nafkah keluarga mereka di RI. Triliyunan uang TKI dikirim ke Indonesia setiap tahunnya. Dapat dibayangkan, bagaimana dampak sosial, ekonomi dan budaya yang akan berlaku di Indonesia kalau TKI pulang sekaligus.
    (Dengan alasan ini lalu kita bisa melepaskan daerah teritorial Indonesia dan berdiam diri melihat mereka bertingkah laku seenaknya ?)

    Sejarah ini diajarkan kepada pelajar-pelajar Melayu sebelum Perang Dunia ke-2. Saat itu, ada semangat untuk memulai kembali bersatunya Melayu. Intinya, ada hasrat untuk bersatu. (perbedaan antara bersatu dan menguasai itu sangat jauh jadi jangan di sama ratakan!)

    Sebaliknya Singapura itu mencuri pulau2 Indonesia dengan cara “Impor Pasir” dengan harga yang amat murah sehingga luas negara mereka bertambah 100 km2 (dan terus bertambah hingga kini) sementara pulau2 di Indonesia seluas itu tenggelam! (jelas di sana tertulis MENGIMPOR, bukan mencuri. Statusnya sangat jelas kita jual mereka beli, bukan.Seperti penulis katakan jangan berpikiran PICIK, karena kita harus bersikap adil dalam bertindak dan bersikap)

    Kemudian masalah Batik, di Australia juga ada Batik. Padahal maaf, Batik itu setahu saya bukan budaya Australia. Silahkan lihat BATIK suku Aborigin dari Australia
    (tiap negara mungkin mempunyai batik tetapi tiap daerah mempunya ragam motif yang berbeda.apakah penulis mengetahui hal ini ? dan apakah penulis pernah membandingkan motif corak dari batik yang di malaysia, coba penulis compare)

    Hendaknya kita bersikap adil.
    Firman Allah di atas cukup jelas begitu pula hadits2 Nabi.
    (Setuju 100%, jadi hendaknya kita melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang dan jgn hanya memandang dari satu perspektif)

    Cobalah kita berpikir dan melihat fakta dengan lebih mendalam, karena untuk berbuat adil dan menyenangkan semua pihak niscaya mustahil. tetapi dengan melihat fakta dan kenyataan, Insya Allah kita mampu mampu berbuat lebih baik.

  7. Simplenya kita mau taat kepada Allah dan RasulNya atau membangkang perintah Allah dan RasulNya seperti Iblis?

    “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya….” [Al Hujuraat 9]

    Hadits Nabi:
    “Jika dua orang muslim berkelahi dengan membawa pedang mereka maka yang membunuh dan yang dibunuh masuk neraka”

    “Mencerca muslim adalah fasiq dan membunuhnya adalah suatu kekufuran”

    Iblis itu dulu beriman dan rajin beribadah kepada Allah sehingga dia berkumpul dengan para malaikat berzikir kepada Allah. Tapi karena dia membangkang satu perintah Allah untuk sujud kepada Adam, dia dikutuk Allah dan masuk ke neraka.

    Tentu sebagian orang Islam yang membangkang beberapa perintah Allah dan ingin membunuh sesama Muslim (apalagi alasannya cuma ashobiyah/fanatisme kebangsaan) dia dikutuk Allah dan masuk neraka bersama Iblis:

    “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” [Al Kahfi 50]

    65 tahun lalu belum ada negara Indonesia dan Malaysia. Tapi Islam sudah ada. 65 tahun lagi juga belum tentu masih ada negara Indonesia dan Malaysia. Negara Uni Soviet yang lebih kuat dari Indonesia saja sudah bubar, apalagi Indonesia yang lebih lemah. Timtim saja sudah keluar dari Indonesia.

    Jadi fanatisme kebangsaan itu haram di dalam Islam. Sebaliknya mari wujudkan 1 negara Islam yang besar dari Maroko hingga Merauke sehingga tidak akan ada perang antara Indonesia dan Malaysia.

    Banyak hal yang sebetulnya kesalahan bangsa Indonesia sendiri.

    Misalnya TKI kita disiksa.
    ====================
    Kenapa TKI kita mau bekerja di Malaysia?
    Kenapa pemerintah tidak bisa menciptakan lapangan kerja hingga TKI kita bisa bekerja dengan upah layak di negara Indonesia sendiri.
    Harusnya kita bersyukur pada Malaysia yang memberi lapangan kerja bagi 1,7 juta tenaga kerja Indonesia.
    Jika ada kekerasan, itu tak lebih dari 1/1000. Di Indonesia juga itu terjadi.
    Jika 1,7 juta jiwa itu menganggur, sebagian dari mereka (mis: 17.000) bisa jadi pencuri, perampok, bahkan membunuh demi mendapat uang di Indonesia.

    Pulau-pulau Indonesia Diambil
    =========================
    Itu tak lepas dari kesalahan Indonesia.
    Kenapa tidak menaruh penduduk/tentara di pulau-pulau terluar di perbatasan. Jumlahnya tidak sampai 100. Minimal dirikan tugu/patok yang menandakan itu milik Indonesia.
    Di mana-mana juga jika ada tanah kita bukan cuma harus punya sertifikat hak milik. Tapi juga tanah itu ditandai dengan patok yang menandai wilayah tanah tsb. Jika perlu dirikan pagar agar tanah kita tidak diambil/dihuni orang lain!

    Pulau Sumatera, Jawa, Batam, Bintan, dsb tidak bisa direbut Malaysia karena pulau2 tsb ada penghuninya. Nah harusnya pulau2 yang ada di perbatasan juga seperti itu.

    Jadi ummat Islam harus cerdas agar tidak bisa diadu-domba kaum Yahudi dan antek-anteknya.

    Hendaknya kita tidak menuruti HAWA NAFSU kita (apalagi karena pengaruh media Yahudi dan antek2nya) sehingga melanggar PERINTAH ALLAH.

    Perintah Allah adalah ummat Islam itu bersaudara (termasuk Ummat Islam Indonesia dengan Malaysia). Jika ada perang, damaikanlah.

    Nabi memperingatkan kita, jika 2 Muslim berkelahi, keduanya MASUK NERAKA.

    Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun
    Kita semua (termasuk Indonesia dan Malaysia beserta bumi dan alam semesta) adalah ciptaan Allah. Milik Allah. Dan kelak dihancurkan oleh Allah. Jadi kepada Allah kita mengabdi. Bukan pada makhluknya (termasuk “Indonesia” dan “Malaysia”).

    Ikutilah perintah Allah dan RasulNya.
    Jangan ikuti HAWA NAFSU kita.

  8. Allahhu Akbar…!!!

    Awal y saya begitu benci dngn sdra Qta Itu (Malaysia)

    Bahkan saya tidak mau Menonton Ipin Upin Yang merupakan film anak2 muslim yang sangat memotifasi anak2…..

    Sya tdk pernah mengucpkn kt Malaysia….tetapi maling sia….

    Alhamdulilah dengan artikel ini…..

    Subhanallah….begitu cintanya saudara kita ini kepada kita….

    inilah PR Qta….menyadarkan penduduk indonesia begitu mudah mereka di adu domba oleh negara lain…. Menyadarkan akan salahnya persepsi mereka….

    HAMASAH!!!! ALLAHHU AKBAR….!!!!

  9. Tahniah kepada penulis.Anda bijak dan berfikir secara islam sebenar.Saya ini orang Malaysia Asli tinggal di Sarawak.Dari zaman bapa saya (berumur 90 tahun) sehingga ke zaman ini, saya masih menerima tetamu@musafir dari Indonesia(kalimantan, jawa dan sebagainya) ke rumah saya.Walaupun saya tahu mereka miskin dan melarat tetapi saya melayannya dengan baik.Saya juga banyak belajar hal-hal agama daripada mereka tanpa upah dan mereka ini sangat baik.itulah kelebihan jika kita berbuat baik sesama islam.
    Saya tak faham kenapa orang Indonesia membenci orang Malaysia yang sangat baik terhadap kamu.Yang mendera,menyakiti amah kamu tu orang gila, bukannya waras macam penduduk malaysia yang lain.
    Dan kamu pula jangan kata amah Indonesia ni tak bersalah.Aku pernah ditipu, dirompak oleh rakyat kamu tapi kenapa sampai sekarang aku tak membenci keturunan kamu.Sebabnya aku tahu bukan semua orang Indonesia ni jahat macam BENDERA tu.
    Akhir kata sedarlah,
    Kalau kita orang Islam berpecah akibatnya sangat buruk.Jangan hanya kerana seekor beruk di Malaysia dan seekor Beruk di Indonesia kita bermusuhan.Amin

  10. Sebetulnya mayoritas rakyat Malaysia dan Indonesia itu masih satu rumpun, yaitu rumpun Melayu. Agfamanya pun sama, yakni ISLAM.
    Saat Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Malaka kita pernah bersatu. Karena penjajahan Belanda dan Inggris, sekitar 65 tahun lalu terpisah jadi Indonesia dan Malaysia.

    60% penduduk Malaysia Islam. 40% kafir.
    85% penduduk Indonesia Islam. 15% kafir.

    Sayang perekonomian dan Media Massa besar di Indonesia dikuasai orang2 kafir dan Yahudi.

    Kaum Yahudi ini agar kuat, bekerjasama dengan orang2 kafir di Indonesia dan Malaysia untuk mengadu-domba ummat Islam di Malaysia dan Indonesia agar saling bunuh dan lemah. Ini sama waktu mereka mencoba mengadu domba suku Khazraj dengan Bani Aus di zaman Nabi.

    Lihat pidato Mahathir:
    http://islammyreligion.wordpress.com/2010/09/22/video-mahathir-mohamad-jews-rule-the-world-by-proxy-and-get-others-to-fight-and-die-for-them/

    http://syiarislam.wordpress.com/2010/02/10/yahudi-kuasai-ekonomi-indonesia/

  11. Qur’an selalu benar dan tak pernah salah,yang kurang adalah pengamalannya, kita lebih senang membunuh perampok , lalu kita yang jadi perampok, marilah kia belajar rebutan salah bekan selalu merasa kitalah yang benar dan orang lain selalu salah ……..makanya ngajinya pakai niat untuk memperbaiki hidup…bukan untuk sekedar belajar saja tanpa ada hasil.

  12. galau nih galauu
    disisi lain ada rasa benci dan pengen perang sama yang namanya malaysia. dilain sisi ada rasa iba dan rasa kasian melihat malaysia karena mereka adalah negara islam juga sama kaya indonesia. sebaiknya indonesia dan malaysia berdamai saja dan jauhkan kata – kata perang. kita semua bersaudara sebagai umat islam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: