Iklan

Gus Dur Bapak Pluralisme? Fatwa MUI: Pluralisme Sesat

Gus Dur telah meninggal. Seyogyanya jika kita tidak mengatakan sesuatu yang baik, hendaknya diam.

Namun ada beberapa hal yang mengganjal seperti beberapa tokoh yang dengan bangga mengatakan Gus Dur Bapak Pluralisme dan sebagainya. Padahal Pluralisme adalah satu paham yang dinyatakan sesat oleh MUI karena menyatakan semua agama itu benar. Silahkan lihat fatwa MUI di bawah.

Jika kita kaji berbagai ayat Al Qur’an yang diajukan oleh para ulama di Majelis Ulama Indonesia, niscaya kita akan paham bahwa Pluralisme yang menyatakan semua agama itu benar adalah bertentangan dengan ajaran Islam.

Dalam Islam ada Pluralitas atau toleransi antar ummat beragama sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Kafiruun: Bagimu agamamu dan bagiku agamaku (Lakum diinukum wa liyadiin). Namun mencampur-adukkan agama atau pun menganggap semua agama benar adalah hal yang terlarang.

Menurut Islam, hanya Islamlah agama yang benar dan diridhoi Allah. Kemudian adanya ribuan peziarah yang sampai mengambil tanah dan bunga dari makam Gus Dur benar-benar merupakan satu bentuk kemusyrikan. Seorang pengasuh pesantren Tebu Ireng juga turut prihatin atas ulah masyarakat awam yang tetap bertindak seperti itu meski makam Gus Dur dipagar-betis oleh para pesilat Pagar Nusa.

Semoga kita semua berpegang pada Al Qur’an dan Hadits agar tidak tersesat.

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [Al Baqarah:132]

Agama yang diridhai Allah hanya Islam:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [Ali Imran:19]

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An Nuur:55]

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” [Ali Maa-idah:3]

Tidak diterima agama selain Islam:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran:85]

Hanya Islam agama yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah. Hanya mengabdi pada Allah. Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah:

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” [Az Zumar:3]

Presiden Juluki Gus Dur Bapak Pluralisme

(ANTARA/Arief Priyono)

Jombang (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme yang patut menjadi tauladan bagi seluruh bangsa.

http://www.antara.co.id/berita/1262259946/presiden-juluki-gus-dur-bapak-pluralisme

Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa pada Munas VII VII MUI 2005.

Dengan bertawakal kepada Allah SWT.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN : FATWA TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PANDANGAN ISLAM

Pertama : Ketentuan Umum

Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan

1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanyasaja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.

2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.

3. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnaah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

4. sekualisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesame manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan social.

Kedua : Ketentuan Hukum

1. pluralism, Sekualarisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam.

2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama.

3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.

4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah social yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan social dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.

Ditetapkan di: Jakarta

Pada tanggal: 22 Jumadil Akhir 1426 H.

29 Juli 2005 M

MUSYAWARAH NASIONAL VII

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa Ketua, Sekretaris,

K.H. MA’RUF AMIN HASANUDIN

http://mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=137

http://media-islam.or.id/2007/09/27/fatwa-mui-pluralismeislam-liberal-sesat/

Religious pluralism is a loosely defined expression concerning acceptance of different religions, and is used in a number of related ways:

* As the name of the worldview according to which one’s religion is not the sole and exclusive source of truth, and thus that at least some truths and true values exist in other religions.

* As acceptance of the concept that two or more religions with mutually exclusive truth claims are equally valid.

http://en.wikipedia.org/wiki/Religious_pluralism

Iklan

29 Tanggapan

  1. Tinggal gimana membahasakannya ke para pengikut Gus Dur nya…

  2. Mudah-mudahan semua pemeluk islam lebih paham lagi tentang konsep alqur’an spenuhnya, tidak berdasarkan ikut-ikutan saja

  3. Wah mas, campur aduk sampeyan.

    Istilah “pluralisme” dalam konteks pujian pak SBY kepada Gus Dur bermakna “faham menghargai pluralitas/perbedaan”.

    Sementara istilah “pluralisme” dalam konteks fatwa MUI adalah bermakna “faham meyakini semua agama benar”.

    Dan mengenai Gus Dur sendiri, beliau tidak menyatakan bahwa semua agama benar.
    Referensi :

    http://www.hidayatullah.com/berita/lokal/10299-gus-aab-gus-dur-tidak-pernah-membenarkan-semua-agama-benar.html

    http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/10/13/1381/forum-kiai-muda-nu-ulil-mencatut-gus-dur/

  4. @Ainun: Bukan saya yang mencampur-adukkan. Tapi merekalah yang salah menggunakan kata dalam bahasa.
    Seperti Wajib itu beda jauh dengan Haram.
    Begitu pula Pluralisme itu beda jauh dengan Pluralitas meski masih satu akar kata.
    Sebagaimana Fatwa MUI
    http://mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=137
    Pluralitas adalah mengakui keberagaman/perbedaan dan saling menghormati dalam toleransi beragama.

    Ada pun Pluralisme itu adalah paham yang menganggap semua agama benar. Sebagaimana fatwa MUI, Pluralisme ini haram. Coba baca teliti isi fatwa MUI.

    Kemudian baca juga arti Pluralisme/Pluralism yang menyatakan semua agama benar di:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism
    Religious pluralism, a term used to describe the acceptance of all religious paths as equally valid, promoting coexistence

    http://en.wikipedia.org/wiki/Religious_pluralism
    Some Christians have argued that religious pluralism is an invalid or self-contradictory concept.[citation needed] Maximal forms of religious pluralism claim that all religions are equally true, or that one religion can be true for some and another for others.

    Jangankan menurut ajaran Islam. Menurut sebagian orang Kristen saja Pluralisme yang menganggap semua agama benar itu adalah keliru.

    Jadi jangan sampai karena taqlid/kultus kita pada seseorang akhirnya kita membenarkan kata/istilah yang salah dan menyalahkan orang lain yang sesungguhnya sudah benar dalam menggunakan bahasa/istilah.

    • ainun najib emang bego, gurunya aja gus dur yang anggap semua agama sama, ngapin juga gus dur belajar islam tinggi2 kalo akhirnya nganggap yahudi dan ISLAM sama!!

  5. so jangan-jangan ada agama baru ? namanya pluralisme

  6. kepada mas ainun : mari kita dudukkan lagi perkaranya

    mau dilihat dari segi manapun, ya..pluralis nya abdurrahman wahid itu sudah tidak terbantahkan.

    mari kita ingat lagi:

    -siapa yg mengeluarkan wacana mengganti Assalammu’alaikum dengan selamat pagi,siang,sore,dsb?
    -siapa yang menyambut nabi palsu Jemaat Ahmadiyah ketika “bisa” berkunjung ke Indonesia th 2001?
    -kenapa abd.wahid mengatakan kita harus mendahulukan demokrasi dan uud dsb daripada Al-Qur’an & Al-Hadits..??

    Sungguh mas, apa yang tertulis diatas ini insya Allah benar adanya.

    🙂

  7. Gus shollah pernah mengatakan: ‘Saya tahu betul,gusdur itu tidak sholat’..
    (Sercing aja digugel bro) ato pas dia kagak sholat,apa dia ikut kebaktian ato kepura?kesinagog jg?..disitus2 Islam,byk diberitakan,Bagi mukmin yg lurus,hal itu tak terbantahkan..

  8. Hhhh…… mr.dur

  9. Kenapa kalian ributkan orang yang sudah mati.
    Alquran sudah mengingatkan ” tilka ummatun qod holat lahaa maa kasabat walaa tusalunna amma kaanuu ya’maluun”

  10. Idealnya memang jika orang meninggal kita diam saja terutama jika yang meninggal itu buruk perangainya.

    Namun adanya sebagian masyarakat yang “meributkan” itu dengan mendesak agar dia dijadikan pahlawan dan juga “Bapak PLURALISME”, maka jika dibiarkan masyarakat awam bisa tersesat dengan menganggap Pluralisme yang menganggap semua agama benar itu adalah sesuai ajaran Islam. Padahal menurut Majelis Ulama Pluralisme adalah sesat.

    Jadi itu harus diluruskan.

    Dalam Al Qur’an sendiri Allah menyebut Fir’aun dan juga Qarun yang telah meninggal agar manusia tidak mengikuti perbuatan mereka yang durhaka.

  11. buat saudara khaziq : afwan, antum benar, kita dilarang mengungkit2 perangai orang yg sudah berpulang

    tapi, betul sekali kata sdr ninaminz , ini masalah aqidah kita.
    ketika banyak umat mengelu2kan gus dur sebagai kyai islam, ini membuat mereka jadi sepaham dg ybs. apalagi, santri2 ybs terkenal sangat taklid pada ybs.

    pluralisme sendiri, terlebih lagi sangatlah tidak salah apabila kita sebut sebagai aqidah orang2 yg rusak

    Ketika Rabi’a ibn ‘Amir radiyallahu ‘anhu menemui pimpinan kekaisaran Persia ia ditanya oleh mereka: “Mengapa kamu datang ke negeri kami? Jika kamu datang untuk uang, maka kami akan beri kalian masing-masing gaji. Maka biarkanlah kami seperti ini.” Namun Rabi’a berkata: “Itu bukan sebab saya datang kemari…
    ابتعثنا الله لنخرج الناس من عبادة العباد لعبادة الله وحده و من ضيق الدنيا إلى سعت الدنيا و الآخرة و من جور الأديان إلى عدل الإسلام
    … Kami diutus untuk membebaskan segenap makhluk dari penghambaan satu sama lain untuk menjadi hamba Allah ta’aala Sang Pencipta semata. Dan dari penindasan berbagai agama menuju keadilan Islam. Lalu kami ingin mengantar manusia dari sempitnya dunia menuju lapangnya dunia dan akhirat.”
    Rabi’a ibn ‘Amir radiyallahu bukan seorang mahasiswa ilmu perbandingan agama. Namun ia mengatakan bahwa semua agama menuju kepada penindasan dan kezaliman. Ia tidak perlu belajar perbandingan agama karena ia telah belajar dari wahyu Allah ta’aala bahwa segenap agama menimbulkan penindasan dan hanya agama Islam-lah yang menawarkan keadilan. Ia telah belajar dari wahyu bahwa semua agama berujung pada kerugian serta bencana dan hanya Islam-lah yang menawarkan keselamatan dan Ridho ilahi.
    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
    ”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran ayat 85)
    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah ta’aala hanyalah Islam.” (QS Ali Imran ayat 19)
    Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari lalimnya berbagai agama menuju keadilan Islam. Artinya, seorang muslim yang benar imannya tidak pernah beranggapan apalagi berkeyakinan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Ia yakin bahwa Allah ta’aala tuhan semesta alam tidak mungkin akan membiarkan manusia dalam kebungungan memilih jalan hidup yang benar untuk menghantarkan dirinya hidup dalam keadilan di dunia dan keselamatan di akhirat.
    Sedangkan orang yang berfaham pluralisme adalah manusia yang bingung memilih jalan hidup sehingga untuk gampangnya ia katakan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Mereka berpendapat bahwa hanya dengan pluralisme masyarakat heterogen akan sanggup hidup damai dan toleran satu sama lain. Andaikan kita hidup tanpa petunjuk dari Allah ta’aala Yang Maha Benar tentulah kita akan sependapat dengan logika berfikir seperti itu. Karena itu berarti bahwa tidak ada fihak manapun di dalam masyarakat yang boleh meng-claim bahwa agamanyalah yang memiliki monopoli kebenaran, sebab semua agama dipandang benar. Padahal di dalam Al-Qur’an Allah ta’aala bantah pandangan ini:
    وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ
    ”Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mu’minun ayat 71)
    Melalui ayat di atas jelas Allah ta’aala menolak logika absurd pluralisme yang beranggapan bahwa kebenaran berbagai agama adalah sah dan benar. Padahal mustahil kebenaran jumlahnya banyak. Sebagaimana Allah ta’aala fimankan di atas, andai kebenaran jumlahnya sebanyak jumlah selera dan hawa nafsu manusia maka tentu masing-masing kebenaran itu akan menunjukkan kedigdayaannya sehingga akan terjadi konflik yang menyebabkan binasa dan hancurnya langit dan bumi beserta segenap isinya.
    Itulah rahasianya mengapa agama Allah ta’aala, yakni Al-Islam datang dengan membawa ajaran inti berupa tauhid. Yaitu ucapan:
    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
    “Tiada tuhan (Kebenaran) selain Allah ta’aala.” (QS Muhammad ayat 19)
    Bahkan dalam ayat lain jelas Allah ta’aala firmankan bahwa Allah ta’aala Dia-lah hakikat Kebenaran itu sendiri, sedangkan semua seruan selain Allah ta’aala hanya mengajak manusia kepada kebatilan.
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
    “(Kuasa Allah ta’aala) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah ta’aala, Dialah Al- Haq (Kebenaran) dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah ta’aala, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah ta’aala, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al-Hajj ayat 62)
    Bilamana kalangan pendukung absurditas pluralisme menuduh orang-orang beriman menafsirkan seenaknya dan secara subyektif firman-firman Allah ta’aala di atas berarti sama saja mereka menuduh Allah ta’aala tidak kuasa mewahyukan kitab suci sederhana yang mudah dicerna oleh manusia berakal cipataan diri-Nya sendiri. Repotnya, argumentasi ini mereka kemukakan sambil berlindung di balik “sedemikan tinggi dan sucinya wahyu Allah ta’aala” sehingga manusia yang lemah dan nisbi tidak berhak meng-claim penafsirannya terhadap wahyu Allah ta’aala.
    Berarti para pendukung pluralisme menuduh para sahabat Nabi shollallahu ’alaih wa sallam -termasuk Rabi’a ibn ‘Amir radiyallahu ‘anhu- tidak berhak melontarkan penafsirannya seperti yang telah ia lontarkan di hadapan para pimpinan Persia. Suatu penafsiran yang bahkan telah menyebabkan mereka menjadi terperanjat, terpesona dan kehabisan argumentasi menghadapinya.

  12. Untuk MUI kami pesankan agar membaca dan merenungkan ayat-ayat ini:

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (Al Isra:36).

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (Al Hujurat:6).

    ingat, fatwa anda dibaca dan diikuti banyak orang. tahukah anda akibatnya?. Mengapa anda — sebelum mengeluarkan fatwa kacang goreng itu — bersilaturrahim kepada Gus Dur dan bertanya tentang konsep Pluralisme yang beliau canangkan?. ataukah anda akan terus melempar burung terbang dengan mata terpejam dan menangkap kelelawar di kegelapan?. belum cukupkah usia panjang yang Allah berikan untuk membuat anda “dewasa” dalam menyikapi persoalan bangsa?. Wassalamu ‘Ala manittaba’al Huda !!!.

  13. @Syarif: MUI itu bukan 1 (baca: SATU) orang! MUI itu adalah “Majelis Ulama Indonesia” yang terdiri dari banyak ulama yang merupakan perwakilan dari lembaga-lembaga Islam di Indonesia seperti Muhammadiyah, NU (Nahdlatul ‘Ulama), DDII, Persis, dsb.

    Jadi kalau anda anggap para ulama itu kafir dengan mengucapkan salam ‘ala manittaba’al huda, bisa jadi anda sendiri yang kafir.

    Silahkan baca:
    http://mui.or.id/konten/mengenai-mui/sekilas-tentang-kami
    MUI didirikan oleh 26 orang ulama yang mewakili 26 Propinsi di Indonesia, 10 orang ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat, yaitu, NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti. Al Washliyah, Math’laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI dan al Ittihadiyyah, 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam, AD, AU, AL dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan.

    Fatwa MUI bahwa Pluralisme yang menganggap SEMUA AGAMA ITU BENAR sebagai sesat sudah benar. Apalagi MUI memberikan ayat-ayat Al Qur’an sebagai dalilnya:

    Pluralisme: Semua agama benar:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism
    Religious pluralism, a term used to describe the acceptance of all religious paths as equally valid, promoting coexistence

    Itu jelas bertentangan dengan firman Allah:

    “Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam…” [Ali Imran:19]

    “..Janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [Al Baqarah:132]

    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu..” [Ali Imran:85]

    Allah telah mengatakan tidak akan diterima agama selain Islam dan hanya Islam yang diterima Allah. Jika anda tidak percaya pada para ulama di MUI, mudah-mudahan anda masih percaya kepada Allah.

    Iblis telah bersumpah untuk menggoda manusia dari depan, belakang, kanan, dan kiri agar manusia tersesat dari jalan yang lurus. Jadi kita semua harus hati-hati agar tidak mati dalam keadaan sesat.

    Propaganda dan pemberitaan Gus Dur adalah “Bapak Pluralisme” harus diluruskan agar masyarakat awam tidak tersesat mengikuti paham Pluralisme:

    http://www.antaranews.com/berita/1262259946/presiden-juluki-gus-dur-bapak-pluralisme
    Presiden Juluki Gus Dur Bapak Pluralisme

    http://www.detiknews.com/read/2009/12/31/204540/1269817/10/pkb-bangga-gus-dur-digelari-bapak-pluralisme
    PKB Bangga Gus Dur Digelari Bapak Pluralisme

    http://news.okezone.com/read/2010/01/01/337/290130/syafii-maarif-gus-dur-tepat-bapak-pluralisme
    Syafii Maarif: Gus Dur Tepat Bapak Pluralisme

  14. Saudara – saudaraku Kaum Muslimin …

    Jangan Ribut2 apalagi membicarakan hal2 yang bisa menjadi FItnah Buat kita sendiri …
    Sebenarnya justru MUI harusnya menegur SBY, Karena yang salah kan beliau …. KArena Beliau salah menggunakan kata Bapak PLURALISME untuk GUS DUR namun seharusnya yang benar PLURALITAS.
    Ingat banyak pihak terutam dari orang kafir yang akan tertawa karena kita bersitegang tentang hal yang berawal dari salah penggunaan kata.

    • Tindakan MUI yang telah mengeluarkan Fatwa Pluralisme itu sesat sudah benar.

      Kalau pun SBY salah menyebut Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme, harusnya keluarga Gus Dur yang membantah dan menegur jika Gus Dur memang tidak membawa paham Pluralisme. Toh Gus Dur masih punya istri dan anak2nya juga sudah jadi tokoh.

      Boleh di kata sebagian orang di thread ini tidak tahu apakah Gus Dur itu menganut Pluralisme atau tidak. Bahkan ada yang menganggap Gus Dur menganut Pluralisme sebagaimana SBY.

      Jadi harusnya para ahli waris Gus Dur membantah di media massa jika Gus Dur memang tidak menganut Pluralisme.

  15. Tanpa kita sadari Sekularisme, Pluralisme maupun Liberalisme adalah paham yang diserbarluaskan oleh kaum Illuminati.

    Bagi illuminati,
    Liberalisme, paham yang “membebaskan” manusia terhadap aturan Allah / Agama
    Pluralisme, paham yang membuat manusia “floating” / “ragu” akan agama.
    sedangkan sekularisme, paham yang menghindarkan manusia dalam kehidupannya me”referensi” kepada Allah / Agama

    selengkapnya baca di blog saya, http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/

    Toleransi ?

    Umat muslim di Malaysia, “marah” terhadap penggunaan kata Allah bagi Katolik.

    Umat muslim di Malaysia tampaknya belum setoleransi umat muslim di Indonesia. Semoga tidak berkembang menjadi konflik lebih jauh.

    Di Indonesia walaupun ditulis sama Allah antara umat Islam maupun umat Katolik, namun tetap saja ada “perbedaan”.

    Karena “perbedaan” mengenal Allah pada ahli kitab sebelumnya maka Nabi Muhammad di beri wahyu Allah untuk memperbaikinya.

    Salah satu firman Allah , dalam surat Al-Ikhlas sebagai “pengobat” kekeliruan yang telah terjadi.

    Namun tidak ada paksaan bagi mereka akan tetapi firman Allah mengatakan,
    “Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka..” (QS.Ali Imran : 110)

    Jadi, konsep pluralisme adalah keliru ! baik dengan arti semua agama benar atau semua agama sama atau ada berbagai macam agama di dunia, karena Allah “memberitahukan” kepada manusia melalui nabi dan rasul secara bergantian tidak pernah bersamaan !

    Nabi yang kemudian “memperbaiki” ajaran nabi sebelumnya yang “dirusak”, “diubah”,”dilempar” oleh manusia.

    Sampai Allah telah menetapkan untuk yang “terakhir” akan menjaganya sampai akhir zaman.

    Wallahu a’lam

  16. Semoga kita semua ada dalam Ampuna ALLAH SWT. atas segala kekuranagn dan keterbatasan pengetahuan kita. Hanya ALLAH SWT. Yang Maha Tahu dan Maha Sempurna.

  17. ingatlah saudaraku, sebanyak apapun manusia memuji kita tapi kita dicela Allah karena menyalahi aturan-aturan Nya maka itru sekali kali tidak akan membuat kita masuk syurga bahkan Neraka tempat kiembali kita. tetabi walaupun sebanyak apapun manusia mencela kita tapi Allah memuji kita karena usaha kita untuk teguh dalan aturan Nya maka celaan manusia itu tidak akan membawa kita ke Neraka bahkan Syurga insyaAllah tempat kembali kita. nas’alullah lii walakum.

  18. Beberapa teman saya yang taqlid pada gus dur, juga mentah2 menerima syariat pluralisme sebagai pandangan hidupnya. Dia tetap mengaku Islam tetapi tidak mau menggunakan Al Quran dan Al Hadits sebagai referensi hidup dan beragama. Yang ngetrend sekarang ini pluralisme katanya.

  19. ya Allah ampuni lah dosa kami ,sebagaiamana kau mengampuni orang2 sesudah kami, sesungguhnya kami adalah orang yg berserah diri..
    Jangn sampai kita di adu domba dengn Zonis..
    Hati 2 dengn freemansion di indonesia..

  20. ada beberapa teman saya yang sangat taklid dengan gud dur, hingga menganggap agama itu semua sama dan minum khamar bukan merupakan yang haram

  21. SBY tidak keliru dan salah menyebut kalau gus dur bapak pluralisme indonesia, yg salah dan keliru kalau sby menyuruh kalau gus dur dijadikan tauladan. orang gitu ga pantas jadi tauladan, bagusnya dijadikan contoh kalau di indonesia pernah ada orang yang mengganggap semua agama sama, emang tempe sama dengan daging… (kata orang kaya agar orang miskin senang)

  22. Gus dur adalah seorang wali,tapi wali setan.dan akan menjadi bahan bakarnya neraka.dia lebih membela orang-orang kafir dari pada orang islam.lihat kerusuhan diposo,lihat pembelaan gusdur terhadap ahmadiyah dan dia juga dibaptis oleh umat kristen.dan membenarkan semua agama.padahal hanya islamlah agama yg diridhoi Allah swt.

  23. Namanya org cacat, yg gila pujian, mo ngomong apa terserah !!!! sampe skrg sy malu pernah punya presiden yg cacat fisik dan ato mungkn cacat mental yg klo ngomong gak pernah dipikir dulu !!! moga Allah mengampuni dosa2 nya n’ menyadarkan org2 yg mengultuskan gus dur !!!

  24. siapa pemenang perang salib? tentu kita tahu bahwa usmaniyah atau ottoman yang menang dan kita tahu bahwa dinasty usman sangat toleran terhadap agama lain sehingga mereka bisa memerintah dan diterima oleh negara-negara yang beragama lain, sebaliknya kita justru harus berhati-hati terhadap wahabi yang dianut oleh arab saudi yang jelas jelas membiarkan amerika mendirikan pangkalan militer di negaranya, serta kekejaman orang-orang arab terhadap tkw negara kita yang cenderung ditutup-tutupi. Serta proses merebut arab dari usmaniyah yang menggandeng kolonialis inggris dengan imbalan minyak. Ini fakta yang harus dilihat oleh saudara-saudara semua.

  25. @Mohammad Abdul Halim, apakapah ungkapan itu bermaksud bhw para penentang G Dur adl wahabi? menurut saya tidak semuanya wahabi, tapi ada juga yang salafi

  26. Sayang sekali, akidah dan pemikiran si buta Gus Dur tidak ikut membusuk bersama jasadnya, melainkan terus bersemayam di dada-dada para cecunguk NU yang pada umumnya dungu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: