Iklan

Menghindari Korban Tewas/Pingsan dalam Pembagian Zakat

Pingsan Berebut ZakatSikap para Dermawan Kaya yang membagikan zakatnya di rumahnya sendiri hingga ribuan orang miskin terpaksa antri dan berebut tidak jarang mengakibatkan jatuhnya korban. Di Pasuruan 21 orang tewas di antaranya ibu-ibu dan anak-anak yang terinjak-injak ribuan orang yang berebut zakat. Di Pakistan baru-baru ini juga 19 orang tewas.

Akibatnya niat baik untuk membantu fakir miskin, hasilnya berubah jadi mencelakai bahkan menewaskan fakir miskin yang terinjak-injak ribuan orang yang saling berebut.

Oleh karena itu hendaknya para Dermawan Kaya itu langsung membagikan zakat ke tempat tinggal fakir miskin di sekitarnya. Ingatlah teladan khalifah Umar ra yang rela bersusah-payah menggotong karung makanan ke rumah seorang janda tua yang kelaparan bersama anak-anaknya.

Dari ayat Al Qur’an di bawah di mana harta harus dibagikan kepada orang miskin yang tidak meminta, itu berarti kita harus mengantar zakat ke tempat tinggal mereka karena mereka tidak meminta kepada kita:

“Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa yang tidak mau meminta” [Al Ma’aarij:24-25]

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian” [Adz Dzaariyaat 19]

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW mengutus Mu’adz ke negeri Yaman –ia meneruskan hadits itu– dan didalamnya (beliau bersabda): “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.” [Muttafaq Alaihi]

Jika para Dermawan tersebut merasa repot jika harus berkeliling membagikan zakat kepada fakir miskin di sekitarnya, lebih baik zakatnya diserahkan kepada Amil profesional untuk membagikannya.

Jangan sampai kita secara sadar/tidak sadar akhirnya membunuh manusia.

Puluhan Pingsan Berebut Zakat di Lamongan

Headline News / Nusantara / Senin, 29 September 2008 14:15 WIB

Metrotvnews.com, Lamongan: Insiden pembagian zakat yang menewaskan 21 orang di Pasuruan, Jawa Timur, tak menjadi pelajaran untuk mengulang kesalahan yang sama. Sekitar 20 ribu warga miskin dari berbagai daerah di Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Jombang, menyerbu Pondok Pesantren Sabililla di Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur. Mereka datang untuk mendapatkan zakat yang dibagikan langsung pemilik pesantren Kiai Haji Ghofar. Zakat yang dijanjikan berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per orang.

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2008/09/29/67591/-Puluhan-Pingsan-Berebut-Zakat-di-Lamongan

Video Antrean Zakat di Pati Berdesakan, Ratusan Ibu Terhimpit

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/09/13/90295/Antrean-Zakat-di-Pati-Berdesakan-Ratusan-Ibu-Terhimpit

Sang Dermawan, Haji Syaichon Fikri, Tersandung Tragedi Zakat

“Pembagian zakat yang dilakukan keluarga Syaichon selama ini aman-aman saja. Paling ada sejumlah orang yang pingsan karena saling berdesakan,” kata Shaleh.

Namun pembagian zakat kali ini sungguh tragis. Sebanyak 21 orang tewas, dan sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka dan pingsan akibat terinjak-injak.

http://www.antaranews.com/berita/1221519799/sang-dermawan-haji-syaichon-fikri-tersandung-tragedi-zakat

Ribuan Warga Miskin Antre Zakat

Sejumlah pengantre pingsan karena tak kuat menahan lelah dan panas. Anak-anak terpaksa dievakuasi karena dikhawatirkan pingsan juga. Sejumlah orang bahkan tercebur ke dalam kolam akibat dorong-dorongan.

Meski bersusah payah, warga senang menerima zakat. Haji Saji membagikan zakat hartanya menjelang bulan suci Ramadhan sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu.(BOG)

http://berita.liputan6.com/daerah/200908/239889/Ribuan.Warga.Miskin.Antre.Zakat

Pembagian Zakat di Mataram, Seorang Pingsan

Headline News / Nusantara / Selasa, 15 September 2009 14:05 WIB

Metrotvnews.com, Mataram: Pembagian zakat di Mataram, Nusa Tenggara Barat Selasa (15/9), nyaris memakan korban jiwa. Ribuan warga dari tiga kecamatan di Mataram mengantre dan terlibat saling dorong untuk mendapatkan zakat. Akibatnya, puluhan anak-anak dan orang tua terinjak-injak. Seorang di antaranya pingsan.

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/09/15/90442/Pembagian-Zakat-di-Mataram-Seorang-Pingsan

19 Perempuan Tewas Disaat Pembagian Sedekah

Mengapa kejadian seperti ini selalu terjadi. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga terjadi di Pakistan. Polisi Karachi tahan penyelenggara acara sedekah karena tidak memberi tahu terlebih dahulu Seorang ibu pingsan saat mengantri pembagian zakat di Karachi, Pakistan (AP Photo/Fareed Khan) Sedikitnya 19 perempuan tewas akibat tak mampu bertahan di tengah kerumunan penerima sedekah makanan di kota Karachi, Pakistan. Mereka mati lemas saat berebut dengan ratusan perempuan dan anak-anak demi mendapatkan bantuan makanan dalam acara pemberian sedekah, yang rutin berlangsung di tengah bulan suci Ramadan, Senin 14 September 2009. Menurut laman harian The New York Times, acara yang diselenggarakan oleh seorang pengusaha kaya itu juga melukai 25 perempuan.

http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/19-perempuan-tewas-disaat-pembagian-sedekah

Berebut Zakat, 21 Ibu Tewas

Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 21 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.

Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.

Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.

http://www.gp-ansor.org/?p=6004

Berebut Zakat, 21 Ibu Tewas

Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 21 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.

Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.

Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.

http://www.gp-ansor.org/?p=6004

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Tampaknya pembagian zakat , perlu menggunakan kupon , yg dibagikan melalui rt atau dibagikan oleh amil berdasarkan data dari rt . Mustahik yg mau mengambil zakatnya harus membawa kupon dan ktp , dan HARUS menandatangani atau cap jempol tanda terima zakat. Tanda terima zakat diperlukan untuk data administrasi badan amil dan pertanggung jawaban , sehingga badan amil bisa membuat laporan keuangan berdasar data yang ada.
    Ini pembelajaran dan penjabaran lebih luas dari surat al-Baqarah ayat 282

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: