Iklan

Apa Platform Ekonomi Partai Islam? Kapitalis Neoliberalis, Ekonomi Rakyat, atau Ekonomi Islam?

Di Detik.com Amien Rais memuji Slogan Prabowo dan Rizal Ramli yang mengusung Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional seraya menyayangkan capres lain yang hanya mengusung sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalis yang hanya menguntungkan segelintir pemilik modal.

Apa yang jadi Platform Ekonomi Partai Islam? Kapitalis Neoliberalis, Ekonomi Rakyat, atau Ekonomi Islam?

Kalau Kapitalis Neoliberalis, itu sangat bertentangan dengan Islam karena seperti sekarang, menyerahkan sebagian besar kekayaan alam Indonesia ke kafir harbi AS. Kita jadi budak kafir harbi! 90% migas dikuasai perusahaan asing. Untuk pertambangan emas rakyat Indonesia hanya dibagi seucrit yaitu 15%. Menurut PENA, Rp 2000 trilyun/tahun dari kekayaan alam kita masuk ke kantong asing. Bagaimana rakyat Indonesia bisa makmur?

Kemudian 69,4 juta hektar tanah hanya dinikmati oleh 652 pengusaha sementara kebanyakan petani lahannya kurang dari 0,4 hektar dan bahkan banyak yang tidak punya tanah sama sekali.

Itulah satu contoh dari Sistem Kapitalis Neoliberalis.

Ada pun Sistem Ekonomi Islam itu bersifat adil.

Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dalam Sistem Islam, tanah negara akan dibagi secara adil sehingga tidak ada satu pengusaha yang punya lahan 100 ribu hektar hasil pemberian negara, sementara ratusan ribu petani justru tidak punya tanah.

Kemudian Islam juga mengajarkan ummat untuk mandiri. Kekayaan alam harus dikelola sendiri. Sebagai contoh Arab Saudi yang menasionalisasi perusahaan minyak Aramco tahun 1974 bisa makmur. Sementara Indonesia yang 90% migasnya dikuras asing justru miskin.

”Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” [At Taubah:28]

Saya belum melihat adanya Partai Islam yang memperjuangkan Ekonomi Islam.

Ada pun Sistem Ekonomi Rakyat, meski bukan Sistem Ekonomi Islam, tapi masih ada sedikit persamaannya. Sebagai contoh ayat UUD 45 di bawah mirip dengan hadits di atas. Begitu pula kemandirian ekonomi yang dianut.

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat UUD 45 Pasal 33 ayat 3

Tapi harusnya Partai Islam harus mengusung Ekonomi Islam. Jika tidak, misalnya Sistem Ekonomi Neoliberalis, maka itu sudah sangat tidak Islami.

Hizbut Tahrir sudah menulis banyak konsep Ekonomi Islam. Insya Allah saya juga tengah menulis Sistem Ekonomi Islam sepanjang 4-6 halaman. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat.

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/24/160847/1104498/700/amien-rais-puji-s\logan-prabowo-dan-rizal-ramli

Selasa, 24/03/2009 16:08 WIB

Amien Rais Puji Slogan Prabowo dan Rizal Ramli

Aprizal Rahmatullah – detikPemilu

Jakarta – Dari sekian banyak janji dan slogan yang diumbar para capres selama ini, hanya dua tokoh yang menarik perhatian Amien Rais. Mantan Ketua MPR ini menilai slogan yang sering digunakan Prabowo Subianto dan Rizal Ramli adalah yang paling baik di antara calon lainnya.

“Menurut saya, slogan Prabowo juga Rizal Ramli sudah bagus,” kata Amien saat ditemui wartawan di ruang tunggu lantai 3 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2009).

Dibandingkan capres lainnya, lanjut Amien, kedua tokoh tersebut sudah benar mengusung sistem ekonomi kerakyatan guna menjawab permasalahan Indonesia hari ini. Hanya saja slogan tersebut harus ditinjau kembali agar lebih mudah dimengerti khalayak umum.

“Saya mengimbau agar mereka mengeluarkan panduan manual (handbook) yang secara elementer menjelaskan apa yang akan dikerjakan di seluruh bidang,”jelasnya.

Menurutnya, slogan yang didengungkan para capres selama ini tidak akan memberikan perubahan apa-apa. Ia bahkan menjamin para capres tersebut hanya akan meneruskan sistem ekonomi pasar..

“SBY, Mega, JK mereka itu kan sama. Sama-sama ekonomi liberal dan ekonomi IMF,” tandas pendiri Partai Amanat Nasional ini.

Apabila telah dibukukan, apakah pak Amien akan mendukung kedua capres tersebut? “Tentu kita harus pelajari dulu,” kilahnya.

Kedatangan Amien ke PN Pusat dalam rangka memberikan dukungan moril terhadap terdakwa kasus demo kenaikan BBM yang berlangsung anarkis, Ferry Juliantono. Ia datang sendiri dengan mengenakan batik warna hitam motif bunga.

( ape / lrn )

Iklan

4 Tanggapan

  1. selama ini memang ekonomi hanya dikuasai segelintir orang dan tidak berpihak pada rakyat. migas harus kita kuasai untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk kemakmuran perusahaan2 asing. rakyat kita seperti tikus yang mati di lumbung padi.
    pemilu presiden kita manfaatkan untuk memilih presiden yang benar-benar capable dalam membangun infrastruktur perekonomian kerakyatan. kita lihat konsep2 mereka dalam debat terbuka, mana yang benar-benar memiliki konsep untuk kesejahteraan rakyat dan mana yang hanya bisa berkoar dan omong kosong tentang ekonomi rakyat tapi tidak punya konsep apa2.
    untuk perekonomian berkonsep islam bisa diterapkan dalam lingkungan yang kecil dahulu. dan apabila benar2 terbukti lebih bagus daripada konsep ekonomi lainnya, maka bisa diterapkan pada lingkungan yang lebih besar seperti negara. kalau memang konsep ekonomi islam itu menjadikan negara lebih makmur, kenapa tidak? toh, non muslim tidak akan terganggu dengan konsep itu.
    syukron.

  2. Ekonomi islam / syar’i, jelas lebih baik. Tidak ada keraguan bagi orang yg mau melihat kebenran dn keadilan.

  3. kapan akan ada pemimpin yg berpihak ke rakyat…..orang bilang tanah kita tanah syurga,tongkat kayu dan batu jadi tanaman…..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: