Wahabi Berdasarkan Al Qur’an dan Hadits

 WAHABI DAN ZIONIS

Banyak orang2 awam tertarik mengikuti Salafi karena dianggap aliran ini memurnikan ajaran Islam dari Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat yang dulu disingkat dgn TBC. Ulama Salafi menamakan aliran mereka berubah2. Dulu sekali Muwahhidun, kemudian jadi Salafi, lalu Ahlus Sunnah, dan juga Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Ini sama dengan nama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang asli. Ulama Aswaja yang asli, Sufi, dan Syi’ah menamakan kelompok Salafi ini sebagai Wahabi. Nama ini sesuai dengan pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi at Tamimi, seorang Bani Tamim yang lahir di Najd tahun 1703 dan meninggal tahun 1792.

Namun jika Aswaja asli mengamalkan zikir berjamaah, Maulid Nabi, Tahlilan, Yasinan, dsb, maka Wahabi ini menganggap itu semua sesat. Karena Wahabi hanya menerima hadits yang menyatakan semua Bid’ah itu sesat dan masuk neraka. Mereka menolak hadits Bid’ah Hasanah / Ni’mal Bid’ah yang dipahami para sahabat seperti Khalifah Umar bin Khoththob ra, Abu Bakar ra, Zaid bin Tsabit dan juga para ulama Salaf seperti Imam Syafi’ie yang lahir tahun 150 H.

Baca lebih lanjut

Siapakah Ulama Salaf dan Pengikut Salaf Sebenarnya?

Ulama Salaf

Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in).”[HR. Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 2533 ]

Siapakah pengikut ulama SALAF sebenarnya?

1) Imam Hanafi lahir:80 hijrah

2) Imam Maliki lahir: 93 hijrah

3) Imam Syafie lahir:150 hijrah

4) Imam Hanbali lahir:164 hijrah

5) Imam Asy’ari lahir: 240 hijrah

Mereka ini semua ulama Salafus Soleh atau dikenali dengan nama ulama SALAF…Apa itu salaf?

Baca lebih lanjut

Bid’ah Hasanah itu Ada!

6 Tahap Ajaran Wahabiأَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Salafi Wahabi menterjemahkan hadits di atas secara kaku. Menurut mereka semua bid’ah itu pasti sesat dan semua yang sesat masuk neraka.

Padahal baik sahabat mau pun ulama Salaf seperti Imam Syafi’ie menyatakan ada Bid’ah Hasanah. Bid’ah yang baik. 

Contohnya saat mengumpulkan orang2 untuk sholat Tarawih berjama’ah di masjid, dengan lantang Khalifah Umar bin Khoththob ra berkata: Inilah sebaik-baik bid’ah. Begitu pula saat membukukan Al Qur’an, Khalifah Abu Bakar ra bersama Umar bin Khoththob ra sepakat itu adalah bid’ah yang baik. Jadi keliru sekali jika Salafi Wahabi menganggap semua bid’ah itu buruk dan masuk neraka. Berarti pemahaman mereka tidak sesuai dengan pemahaman para sahabat dan ulama Salaf yang asli.

 

Baca lebih lanjut

Video Pengakuan dan Kesaksian dr Joserizal Jurnalis Bukan Syi’ah

Ini adalah Video Pengakuan dan Kesaksian dr Joserizal Jurnalis Bukan Syi’ah. Jika memang bukan Syi’ah, untuk apa mengaku-ngaku Syi’ah?

Apa para pemfitnah tsb pernah melihat dr Joserizal Jurnalis sholat ala Syi’ah seperti tuduhan mereka? Misalnya bertepuk2 dada atau sholat di atas batu karbala?

Apa para pemfitnah tsb pernah melihat dr Joserizal menghina2 istri dan sahabat Nabi?

Baca lebih lanjut

Ulama Sunni yang DIfitnah Sebagai Syi’ah oleh Wahabi

Sunni Difitnah Wahabi
Ini adalah Ulama Sunni yang DIfitnah Sebagai Syi’ah atau Pembela Syi’ah oleh Wahabi. Di antaranya adalah Habib Rizieq Shihab, KH Said Aqil Siradj, KH Quraisy Shihab, Syeikh Ahmad Hassoun, Syeikh Ramadhan Al Buthi. Menurut Wahabi, Syi’ah Bukan Islam. Artinya para Ulama ini bukan Islam. Tapi Kafir! Na’udzubillah min dzalik!
Karena difitnah sebagai Syi’ah / Pembela Syi’ah oleh Wahabi, akhirnya Syeikh Al Buthi bersama cucunya yang masih kecil mati syahid dibom. Sementara Syeikh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, harus kehilangan anaknya yang tewas dibunuh meski sebenarnya beliau adalah target utama yang ingin dibunuh oleh Wahabi. Seperti biasa Wahabi selalu membantah membunuh mereka dan mengkambing-hitamkan Assad sebagai pembunuhnya. Padahal Media Massa Online milik Wahabi jelas2 menyebut para ulama tsb pendukung Assad dan musuh bagi “Ahlus Sunnah” (demikian Wahabi menyebut diri mereka). Mereka serang para ulama tsb dengan kata2 dan tulisan mereka. Saat para ulama tsb dibunuh, mereka menolak disebut sebagai pembunuhnya. Padahal mereka menghasut para pembaca mereka agar membenci para ulama tsb sehingga tidak akan aneh jika ada pembaca mereka yang membunuh ulama tsb saking bencinya.

Baca lebih lanjut

Kemenag Nilai Ahmadiyah Tidak Menodai Islam?

Ahmadiyyh

“Pintar” sekali Kemenag Agama,Ditjen Bimas Islam Machasin  yang menganggap Ahmadiyyah yang menganggap Ghulam Mirza Ahmad sebagai Nabi sama dengan Islam yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan. Jelas beda.
Islam tidak pernah mengaku sebagai Kristen. Islam adalah agama yang berbeda dengan Kristen karena ajarannya beda.
Ahmadiyyah, meski ajarannya beda dengan Islam, mengaku sebagai Islam. Padahal Nabi terakhirnya beda. Ini untuk mengelabui ummat Islam awam.

Kemenag Nilai Ahmadiyah Tidak Menodai Islam

Baca lebih lanjut

Jangan Tuduh Ummat Islam Syirik / Musyrik

Wahabi Syirik

Yakin orang yg ziarah kubur itu menyembah mayat? Bukan mendoakan si mayat? Biasanya orang yg menuduh Muslim sbg Syirik itulah yg Syirik. Ini dalilnya:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.130 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: