Tentang iklan-iklan ini

Kemenag Nilai Ahmadiyah Tidak Menodai Islam?

Ahmadiyyh

“Pintar” sekali Kemenag Agama,Ditjen Bimas Islam Machasin  yang menganggap Ahmadiyyah yang menganggap Ghulam Mirza Ahmad sebagai Nabi sama dengan Islam yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan. Jelas beda.
Islam tidak pernah mengaku sebagai Kristen. Islam adalah agama yang berbeda dengan Kristen karena ajarannya beda.
Ahmadiyyah, meski ajarannya beda dengan Islam, mengaku sebagai Islam. Padahal Nabi terakhirnya beda. Ini untuk mengelabui ummat Islam awam.

Kemenag Nilai Ahmadiyah Tidak Menodai Islam

Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

Jangan Tuduh Ummat Islam Syirik / Musyrik

Wahabi Syirik

Yakin orang yg ziarah kubur itu menyembah mayat? Bukan mendoakan si mayat? Biasanya orang yg menuduh Muslim sbg Syirik itulah yg Syirik. Ini dalilnya:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).

Baca lebih lanjut

Tuhan Membusuk di UIN Sunan Ampel Surabaya

Tuhan Membusuk

Ummat Islam itu disunnahkan untuk bertasbih, memuji, dan bertakbir. Mensucikan nama Allah. Membesarkan nama Allah. Ada 99 nama Allah yang baik / Asmaul Husna yang harus kita sebut dalam zikir kita.

Jadi apa pun alasannya, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang memasang spanduk “TUHAN MEMBUSUK” itu justru menjelek2an Allah. Tuhan Membusuk. Besok2 bisa saja bilang Tuhan Bau, Tuhan jelek, dsb. Tidak pantas ummat Islam menjelek2an nama Allah. Apalagi mahasiswa UIN Sunan Ampel yang lulusannya diharap bisa jad ulama dan membimbing ummat Islam.

Tapi jika mahasiswa UIN Sunan Ampel malah menjelek2an Tuhan, apa pantas mereka jadi ulama? Coba jika mereka dikatai: “Kamu Busuk!”. Tersinggung tidak?

Jika memang ada ummat Islam yang salah, ya salahkan ummat Islam yang salah. Jangan menjelek2an Allah. Misalnya jangan pakai agama untuk menipu rakyat, dsb.

Usut Kasus Ospek Bertema “Tuhan Membusuk”, Polisi Periksa Sekjen FPI Jatim

Baca lebih lanjut

Makam Wali = Berhala?

makam wali berhala

Sejak kapan orang ziarah ke makam wali itu sama dengan menyembah berhala?

Sepertinya Wahabi ini menyusup ke kurikulum pendidikan.

Bukannya melakukan dakwah Islam malah bikin keributan.

Ziarah itu adalah Sunnah Nabi.

Jika kita menziarahi makam para Wali yang berjasa mengIslamkan nenek moyang kita, itu wajar. Mengikuti Sunnah Nabi.

Apa para Wahabi ingin menghancurkan makam para wali sebagaimana mereka sudah menghancurkan makam2 para wali di Libya, Iraq, Suriah, dsb?

Baca lebih lanjut

Mengadzankan Bayi Ada Haditsnya

Teuku Wisnu Tidak Mengadzankan Bayinya

Teuku Wisnu Tidak Mengadzankan Bayinya

Alhamdulillah saya mengadzankan anak2 saya yang baru lahir. Teuku Wisnu tidak mengadzankan bayinya yang baru lahir dengan dalih haditsnya lemah. Padahal hadits2 tentang mengadzankan bayi itu paling tidak ada 3 di mana 1 hadits di antaranya disahihkan oleh Imam Tirmidizi dn Imam Nawawi. Sementara orang2 terdahulu seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz biasa mengadzankan bayi2nya.

Jika memang ada Haditsnya yang sahih dan Imam Syafi’ie yang lahir tahun 150 Hijrihan (139) tahun setelah wafatnya Nabi mensunnahkannya, mengapa kita harus menganggapnya bid’ah yang sesat?
Insya Allah yang namanya perbuatan baik itu selalu ada balasannya.

Baca lebih lanjut

Rumah2 Nabi Di Mekkah Sudah Dihancurkan

RUMAH NABI

RUMAH NABI

Pemerintah Arab Saudi atas pengaruh Ulama Salafi Wahabi sudah menghancurkan rumah tempat Nabi lahir dan dirubah jadi perpustakaan. Sementara rumah Nabi saat tinggal dgn Siti Khadijah ra di Mekkah dirubah jadi WC Umum. Bukankah ini penghinaan?

Sekarang pun muncul kabar bahwa Makam Nabi di Masjid Nabawi mau dihancurkan meski Redaktur Koran Saudi, Mekkah mengatakan yang benar adalah diisolasi (Isolated) sehingga ummat Islam tidak bisa menziarahi Nabi.
Baca lebih lanjut

Ikuti Al Qur’an dan Hadits dan Tinggalkan Ulama?

Ali Jabber 3

Ikuti saja Al Qur’an dan Hadits. Jangan main ikut ulama, sebab itu namanya Taqlid. Begitu kata seorang korban Radio Rujak…

Di Al Qur’an ada perintah Athi’ullahu wa athi’ur Rosul. Taatilah Allah dan Taatilah Rosul.
Nah saat ini Rosul telah tiada. Siapa yg kita taati? Jawabnya ya Ulama. Sebab Nabi berkata: Ulama itu adalah Pewaris Nabi.

“Ulama adalah pewaris para Nabi” Begitu sabdanya seperti yang dimuat di HR Abu Dawud.

Memang ada ulama yang sesat, tapi Jumhur/Mayoritas Ulama, insya Allah lurus.

Firman Allah:
“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 193 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: