Tentang iklan-iklan ini

Analisa Kasus Perebutan Kekuasaan di Mesir

Protesters against Egyptian President Mohamed Mursi in Tahrir Square in Cairo

Pada tahun 2011, di Mesir muncul Arab Spring. Demonstrasi yang diikuti 1,4 juta orang di Tahrir Square. Demo ini membuat Presiden Husni Mubarak mundur. Menurut Mubarak, dia mundur demi menyelamatkan rakyat Mesir. Akhirnya Dewan Jenderal maju mengadakan pemerintahan sementara kemudian mengadakan Pemilu.

Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin akhirnya jadi Presiden di tahun 2012 dengan perolehan 51,7% suara. Yang memilih sekitar 52% dari jumlah pemilih yang terdaftar. Artinya Mursi sebetulnya dapat sekitar 26% suara dari pemilih yang ada. Mursi dilantik 30 Juni 2012 dan lengser pada 30 Juli 2013.

http://en.wikipedia.org/wiki/Egyptian_presidential_election,_2012

Namun dengan suara sekecil itu, Mursi tidak mau berkoalisi dengan partai-partai lain. Ikhwanul Muslimin mendominasi pemerintahan. Bandingkan dengan SBY dengan 60% suara yang masih merangkul partai2 lain seperti PAN, PPP, PKB, PKS, dsb ke dalam pemerintahannya sehingga jadi lebih kuat.

Mursi kemudian mengadakan referendum untuk meningkatkan kekuasaannya. Inilah yang menyebabkan sebagian rakyat Mesir menentangnya. Mereka menganggap Mursi ingin jadi Diktator.

Selama setahun pemerintahannya, ternyata keadaan ekonomi memburuk meski Mursi berusaha mendapatkan pinjaman US$ 8,4 milyar dari IMF. Pengangguran merajalela.

Namun bukannya berusaha memperbaiki ekonomi negaranya, Mursi menantang Ethiopia untuk perang karena masalah bendungan sungai Nil. Mursi juga menyeru rakyat Mesir untuk memerangi Suriah. Di saat yang sama, Mursi mendamaikan Hamas di Gaza dengan Israel.

Bayangkan, Iraq yang berbatasan langsung dengan Iran saja saat perang Iran-Iraq tahun 1980-1988 menghabiskan biaya lebih dari Rp 5.000 Trilyun untuk perang, bagaimana dengan Mesir yang jaraknya dengan Suriah 500 km terpisah oleh laut? Padahal tahun 1958-1961, Mesir dan Suriah pernah bersatu jadi 1 negara dengan nama: Republik Persatuan Arab. Para pemimpin Mesir pun sebelumnya selalu bekerjasama dgn Suriah memerangi Israel di tahun 1948, 1967, dan 1973.

Saat itulah bulan Juni 2013, 24 juta rakyat Mesir demo menentang Mursi di antaranya di Tahrir Square yang luasnya sekitar 42.000 m2. Ada pun pendukung Mursi demo di Raba Al Adawiya square yang luasnya sekitar 10.000 m2. Sebagian dari demonstran yang meminta Mursi turun adalah orang-orang yang dulu memilih Mursi jadi presiden.

Terjadi bentrokan yang menewaskan 30 orang. Sebagian besar korban pendukung Mursi karena kalah jumlah.

Karena jumlah demonstran yang amat banyak itulah akhirnya Jenderal Abdul Fatah Al Sisi yang diangkat Mursi jadi Panglima menggantikan pejabat lama memberi waktu 2 hari bagi Mursi untuk mundur. Karena Mursi tidak mau mundur, akhirnya Al Sisi melengserkan Mursi dan menahannya. Dibilang Kudeta Militer keliru karena Jenderal Al Sisi tidak merebut kursi Presiden. Namun yang jadi Presiden adalah orang Sipil. Ketua MK, Adli Mansur.

Dengan lengsernya Mursi, para demonstran anti Mursi segera mundur ke rumah mereka masing-masing. Ada pun para pendukung Mursi, terus demo di Raba Al Adawiya square selama berbulan-bulan sehingga terjadi bentrokan berdarah yang menewaskan ratusan orang.

Demo damai yang dilakukan Ikhwanul Muslimin sebetulnya sudah benar. Namun karena kalah jumlah dengan yang anti Mursi, diabaikan oleh yang lainnya.

Demo jika terlalu lama pun beresiko dibubarkan paksa oleh aparat. Ini terjadi di seluruh dunia termasuk di Turki.

Di seluruh dunia juga kalau terjadi demo berbulan2 tidak pulang2, polisi akan membubarkan mereka karena mengganggu warga lainnya. Bikin macet jalan, dsb.
Bahkan di Turki di mana Ikhwanul Muslimin Erdogan berkuasa jadi PM sejak 2001 juga begitu. Demo yang tidak sampai 2 minggu saja langsung dibubarkan meski harus ada yang tewas.Kalau mau aman, ya di rumah.
Jangan bawa wanita dan anak2 ke tempat demo, berbahaya. Apalagi jika jelas2 pemerintah menyatakan akan membubarkannya dgn segala cara

Ini beberapa videonya dari RT, Al Jazeera, dsb:
https://www.youtube.com/watch?v=o3_jyLp5FK0
http://www.aljazeera.com/news/europe/2013/06/2013622224322122952.html
http://www.voanews.com/content/turkish-police-disperse-istanbul-opposition-protest-several-injured/1723077.html

http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/polisi-turki-kembali-bubarkan-demonstrasi-sekuler-di-taksim-square-turki.htm#.UguuAHPAGxU
Polisi Turki Kembali Bubarkan Demonstrasi Sekuler di Taksim Square, Turki
Ratusan polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan lebih dari 10.000 pengunjuk rasa di pusat Taksim square di Turki Istanbul pada hari Selasa malam 11/6/2013.

http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/13/06/17/mohvkt-polisi-turki-kuasai-lapangan-taksim
Setidaknya, tiga orang tewas dan ribuan orang lainnya luka-luka dalam gelombang demonstrasi yang diwarnai kekerasan ini. Isu yang diusung para demonstran pun belakangan meluas dengan menyuarakan tuntutan mundurnya PM Erdogan dan membebaskan Turki dari kekuasaan AKP.

Demo Anti Mursi

Mana jumlah demonstran yang lebih banyak?

Demonstran anti Mursi atau Pro Mursi?

Al Jazeera mungkin setelah kritikan tajam mengaku bersalah memberi keterangan gambar itu foto demo Pro Mursi. Padahal yang benar pro Militer / Anti Mursi:

During Al Jazeera’s rolling news coverage of the protests in Egypt on Friday night, an error occurred which resulted in a pro-military demonstration being marked as “anti-military rule”.

http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2013/07/201372719031775618.html

Ini video demonstran anti Mursi di Istana Presiden Kairo:

Demo Anti Mursi di Alexandria

Demo Anti Mursi di Alexandria

http://pjmedia.com/tatler/2013/06/29/live-blogging-anti-morsi-tamarod-protests-in-egypt/

Demo Anti Mursi di Tahrir Square

Demo Anti Mursi di Tahrir Square

Perbandingan

Perbandingan Demo Anti Mursi di Tahrir Square dan Pro Mursi di Kota Nasr

Perbandingan Demo Anti Mursi di Tahrir Square dan Pro Mursi di Kota Nasr

Video Demonstrasi Anti Mursi yang berjumlah 24 juta orang di seluruh Mesir jauh lebih besar daripada Demo Anti Mubarak yang hanya 1,4 juta orang. Inilah The Real Arab Spring! kata komentator TV:

Kalau Militer Mesir membiarkan bentrokan ratusan ribu demonstran anti Mursi dgn demonstran pro Mursi, kira2 berapa ribu/puluh ribu orang ya yang akan tewas?
Apalagi masing2 pihak mengklaim demonstrannya masing2 sekitar 30 juta orang di seluruh Mesir.
Apa militer harus diam saja?
Apa dengan teguran suara baik2 ratusan ribu demonstran tsb akan patuh?
Sekarang Militer dituduh mengkudeta, kejam, dsb. SIlahkan lihat videonya:

http://kabarislam.wordpress.com/2013/07/30/foto-demo-anti-mursi-vs-pro-mursi/

Tentang iklan-iklan ini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 182 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: